yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Ia kedapatan membawa sabu-sabu di saku bajunya. Tidak ada perlawanan, ia hanya terus diam sembari menjawab pertanyaan polisi.
Seorang petugas Sabhara Polrestabes Semarang yang enggan disebut namanya, menceritakan kronologis penangkapan Feri. Awalnya, ia melihat sepeda motor Vixion tanpa pelat nomor melintas di jalan Pamularsih.
"Mereka boncengan, sempat menghindar lalu saya tarik. Yang bonceng sempat menjauh (Feri) di bawah Simongan Copy," katanya usai menangkap Feri.
Awalnya, sebut saja Heri, merasa curiga karena Feri terus berdiri dan kelihatan ketakutan. Ia pun berinisiatif memanggil dan bertanya padanya. Tapi tangan Feri terus memegangi saku celana kanannya.
Ketika merogoh, ia menemukan ponsel dan rokok berisi satu batang. Tapi karena masih ketakutan, Heri tambah curiga. Ketika menggeledah saku baju kirinya, Feri refleks langsung memegangi. Ia pun sempat tarik menarik.
"Pas saya lihat ada bungkus rokok, di dalamnya ada pipet untuk sabu-sabu," tuturnya.
Kemudian setelah digeledah, di saku celananya ada bungkusan sabu-sabu. Narkoba itu ditutup dengan kertas bungkus rokok dan diselotip cokelat. Setelah dibuka butiran putih di plastik.
Saat pemeriksaan barang bukti, polisi menemukan pipet dan timbangan elektronik. Lalu ada semacam jimat yang juga dibungkus selotip.
"Itu empat gram, saya beli Rp 1,2 juta di teman," kata Feri.
Ia mengatakan, hendak menggunakan sabu-sabu itu bersama teman-temannya di Sampangan. Ketika menjawab, Feri tampak tenang dan tidak ada raut ketakutan. Ia menolak dianggap sebagai pengedar.
Feri dan temannya pun digiring Satuan Reserse Narkoba ke Mapolrestabes menggunakan mobil. Selain Feri ada dua pemuda yang juga ditangkap. Satu diantaranya membawa obat yang dicurigai sebagai trihex. Ada delapan butir.
"Saya nemu di jalan tadi. Terus saya buang di Pamularsih. Saya nemu kok, engga beli," kata pemuda kelahiran 1994 itu.