• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Fenomena Tenteng Helm

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Fenomena Tenteng Helm


Sumber : Dokumentasi pribadi




Quote:
Fenomena Tenteng Helm





Hai Agan-Sista!



Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya TS tergelitik juga untuk bikin lagi.



Berawal dari iseng-iseng scroll medsos & ketemu satu postingan dari akun hujat yg isinya semacam keluh kesah karena dicibir sering menenteng helm kemanapun dia pergi.



"Helm doang dibawa-bawa, lebay amat takut ilang." Dalam hati pasti banyak yg ngebatin begitu. Bagi kebanyakan orang, melihat seseorang jalan-jalan sambil bawa-bawa helm memang terlihat alay atau lebay. Tak jarang malah risih. Tapi, eits! Coba dibaca artikel di bawah ini untuk menambah insight Agan-Sista kepada para Helmet Lovers.



Spoiler for Bening, Ngab:
Fenomena Tenteng Helm





Akhir-akhir ini TS perhatikan ada yg menarik dalam hal per-helm-an duniawi. Mulai banyak anak muda yg mulai memperhatikan penampilannya di jalan raya & menempatkan sebuah helm bukan sebagai peranti berkendara saja.

Di satu sisi ini adalah hal yg baik karena pencerahan keselamatan berkendara meningkat dari yg tadinya banyak yg masih abai dengan pemakaian helm. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya rilisan helm eyecathing yang dikeluarkan produsen, baik dari segi grafis atau model batok helm itu sendiri dengan tanpa mengurangi standar keselamatan yg jadi esensinya. Namun di sisi lain, karena minat yg semakin tinggi tanpa diiringi penambahan produksi menciptakan harga beberapa tipe helm jadi tidak masuk akal satu & lain sebab. Sebut saja tipe lokal Kyoto untuk seri half face atau TT Course untuk tipe full face. TS tidak akan mengulas lebih jauh tentang harga, biarkan saja berhembus seperti angin. Cieehhh....



Kalau TS telaah lebih jauh, fenomena Sunmori ataupun Night Ride saat akhir pekan jadi alasan paling krusial kenapa Helmet Lovers berkembang sangat pesat. Kalau dulu sunmori atau night ride cuma sebagai ajang pelampiasan penat dengan menikmati dharapnya angin atau pemandangan saat touring bersama-sama, sekarang mulai bergeser menuju ajang fashion show riding apparel. Kenapa dapat begitu? Jawabannya adalah....



Spoiler for Sunmori, Ngab:
Fenomena Tenteng Helm
Fenomena Tenteng Helm
Fenomena Tenteng Helm
Fenomena Tenteng Helm
Fenomena Tenteng Helm
Fenomena Tenteng Helm
Fenomena Tenteng Helm

Sumber : Instagram



Engagement media sosial.


Berbagai macam orang berlomba-lomba menunjukkan perlengkapan berkendara mereka saat ini. Siapa yg tak mau terlihat paling keren memakai perlengkapan premium saat berkumpul & dijepret oleh banyak tukang foto akun-akun komunitas yg ikut nongkrong, bergaya seperti pembalap MotoGP & diposting lalu jadi beken? (TS akui dengan tampang TS yg pas-pasan, begitu pakai satu helm fullface yg premium, tampang TS jadi makin ganteng..... soalnya ketutup sama helm. Xixixixi....)
Hal ini dapat dimanfaatkaan jadi sarana self-branding murah meriah, apalagi untuk para selebgram atau vloggers. Tak butuh biaya tambahan untuk menaikkan pamor bukti diri yg sekaligus meningkatkan engagement akun mereka . Tul?

Sosial media memang jadi katalis utama di era serba teknologi seperti sekarang ini untuk menguatkan eksistensi komunitas-komunitas seperti ini yg imbasnya menyebabkan makin menjamurnya grup-grup pesayang helm seperti ASLI (Arai Shoei Lovers Indonesia) maupun grup Helmet Lovers regional sebagai wadah paguyuban.



Spoiler for Gathering ASLI:
Fenomena Tenteng Helm

Sumber




Banyak yg jadi daya tarik untuk memiliki helm dengan harga yg relatif naudzubillah ini. Namun di balik kekurangan dari segi harga tersebut, tentu setara dengan apa yg ditawarkan produknya. Dari segi safety helm premium memiliki disparitas yg amat jauh dengan standar helm yg kebanyakan beredar di jalanan. Bahan pembuatan, sirkulasi udara, tingkat kebisingan, kenyamanan fitting & fitur-fitur lainnya seperti EQRS (Emergency Quick Release System) saat terjadi (amit-amit) kecelakaan tidak akan didapatkan pada helm kebanyakan. Dan yg paling penting tetapi sering diabaikan, prestis.


Dari sinilah fenomena tenteng helm bermula. Terlebih di mall-mall.


"Daripada helm gue hilang, daripada helm gue jatoh bego, daripada helm gue basah kehujanan di parkiran terus jamuran, ya mending gue tenteng. Daripada dengerin omongan orang tetapi yg rugi diri sendiri."


Sejatinya bukan cuma masalah harga saja, lebih kepada menjaga supaya perlengkapan kita tetap memiliki fungsi maksimal karena apabila helm tersebut pernah jatuh, pasti akan mengurangi durabilitasnya. Tapi tetap, harga adalah alasan yg paling utama. Apalagi kalau helm tersebut dibekali perlengkapan tambahan seperti intercom atau kamera vlogging yang harganya tidak dapat dibilang murah. Malah terkadang lebih mahal daripada helm itu sendiri. Ehehehehe....

Siapa yg gak nyeseg kalau helmnya yg ditinggal di parkiran hilang begitu saja, atau, dengan tanpa mengurangi rasa hormat, tergores saat dititipkan di tempat penitipan helm? 7 tahun lalu TS pernah punya helm tempur kesayangan tipe INK CX22, saat itu TS tinggal di parkiran mall & saat kembali ke parkiran, helm tersebut sudah raib.
Rasanya nyeseg sekali sodara-sodara!
Perjuangan mengumpulkan uangnya itu lho yg bikin nyeseg. Sejak saat itu, TS memilih untuk jadi penganut tenteng helm kemana-mana walaupun harganya tak seberapa.

Sayang....


Lalu bagaimana dengan helm yg harganya dapat puluhan kali lipat dari helm milik TS tadi seperti merk ARAI atau BELL? Gaji TS sebulan sebagai budak korporat yg tidak cukup buat belinya saja sudah malas bayangin gimana rasanya kalau itu terjadi. Soalnya gaji paling cuma cukup buat beli visornya doang. Ehehehe....


Sejatinya tidak patut kita menilai sesuatu yg tidak kita pahami sepenuhnya. Selama itu tidak merugikan sekitar, biarkan sajalah. Jadi netijen jangan terlalu julid, kalau mengatakan istri TS....



Pada akhirnya, perkara helm adalah opsi masing-masing. Ada yg merasa cukup dengan helm hadiah dari pembelian motor, & ada pula orang yg merasa cukup untuk membeli perlengkapan premium untuk berkendara di jalan raya. Esensinya adalah untuk melindungi kita saat terjadi kecelakaan. Wabil khusus, kepala kita.


Ada anekdot yg sering terdengar di kalangan pesayang helm. Kalau kita beli helm mahal-mahal tetapi tidak pernah kecelakaan itu jadinya rugi atau untung?



Tetap jaga keselamatan di jalan & jangan arogan.



Akhir mengatakan TS undur diri.


Sekian & terimacendol.


Artikel : Mantapmantapman.


Kredit sumber : Dokumentasi pribadi & instagram user tertera



Fenomena Tenteng Helm


Hari ini 21:02
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.