Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Halo gan
Kembali lagi ke threadberantakan ane,
Kali ini bahas apa enaknya?
Bagaimana kalau tentang pengemis?
Hmmmmm oke mari kita mulai
sumber gambar
Kembali lagi ke threadberantakan ane,
Kali ini bahas apa enaknya?
Bagaimana kalau tentang pengemis?
Hmmmmm oke mari kita mulai
sumber gambar
Quote:
Asal mengatakan pengemis.
Pengemis berasal dari paduan mengatakan kemisatau hari kamis, kenapa begitu? Menurut Wikipedia konon jaman dahulu ada penguasa Kerajaan Surakarta Hadiningrat di pimpin oleh seorang Raja bernama Paku Buwono X yg darmawan nan baik hati sering membagikan berkah/sedekah kepada rakyatnya setiap hari kemis/ kamis, kemudian kegiatan rakyat menerima berkah itu dinamakan Ngemis, pelakunya disebut pengemis. Wow ternyata begitu.
Pengemis berasal dari paduan mengatakan kemisatau hari kamis, kenapa begitu? Menurut Wikipedia konon jaman dahulu ada penguasa Kerajaan Surakarta Hadiningrat di pimpin oleh seorang Raja bernama Paku Buwono X yg darmawan nan baik hati sering membagikan berkah/sedekah kepada rakyatnya setiap hari kemis/ kamis, kemudian kegiatan rakyat menerima berkah itu dinamakan Ngemis, pelakunya disebut pengemis. Wow ternyata begitu.
Quote:
Apa yg mendasari banyaknya pengemis.
Banyak faktor pendasarnya, dari ketidak mampuan seseorang mendapat pekerjaan yg layak, entah itu disabilitas ataupun kemampuan pendidikannya. Namun ada juga yg memang malas harap jalan cepat mendapat rejeki dengan jadi pengemis. Selain itu tentu karena banyaknya orang baik pembagi rezeki yg berlomba lomba berbuat baik di Negara kita, Bangga bukan ternyata banyak orang saling berlomba kebaikan.
Eh tetapi ada juga orang yg baik karena harap menjadikan konten untuk mendapatkan uang juga lhoooooooooooo. Fakta atau hoax? Simpulkan sendiri.
Lantas kenapa bulan ramadhan adalah bulan yg ramah untuk pengemis? Menurut data, pengemis di bulan ini lebih banyak dibanding bulan lainnya, bahkan pernah ada investigasi dari televisi kalau mereka sengaja datang ke kota untuk mengerjakan profesi itu.
sumber gambar
Banyak faktor pendasarnya, dari ketidak mampuan seseorang mendapat pekerjaan yg layak, entah itu disabilitas ataupun kemampuan pendidikannya. Namun ada juga yg memang malas harap jalan cepat mendapat rejeki dengan jadi pengemis. Selain itu tentu karena banyaknya orang baik pembagi rezeki yg berlomba lomba berbuat baik di Negara kita, Bangga bukan ternyata banyak orang saling berlomba kebaikan.
Eh tetapi ada juga orang yg baik karena harap menjadikan konten untuk mendapatkan uang juga lhoooooooooooo. Fakta atau hoax? Simpulkan sendiri.
Lantas kenapa bulan ramadhan adalah bulan yg ramah untuk pengemis? Menurut data, pengemis di bulan ini lebih banyak dibanding bulan lainnya, bahkan pernah ada investigasi dari televisi kalau mereka sengaja datang ke kota untuk mengerjakan profesi itu.
sumber gambar
Quote:
Salahkah profesi pengemis?
Untuk saat ini memang belum ada UU yg mengatur bahwa tindakan pengemis adalah tindakan criminal, Meskipun kadang ada oknum pengemis yg menipu kita dengan ke-pura-puraannya. Pura-pura buntung lah, Pura-pura sakitlah, Pura pura miskin lah. Para pengemis ini tak jua dapat dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan,wokwowkowkokwo.
Lantas kenapa kita merasa tertipu? Meskipun fakta lucunyabahkan kita lebih miskin harta dibanding beberapa pengemis itu. Hahaha. Tapi selama masih banyak yg memberi tentu yg meminta pun akan lebih banyak lagi, begitulah hukum alam.
Dan lagi, tentang pengemis yg berpura pura, mari ubah sudut pandang kita, anggap saja kalau mereka sedang memainkan peran kehidupan, mereka berpura pura pincang,sakit & miskin, untuk mendapatkan perhatian & juga bayaran atas peran mereka dari pengguna jalan secara langsung. Bukankah mereka juga berdandan untuk lusuh? (TS tidak bermaksud menyinggungpengemis sungguhan lho.) bukankah ada effort juga yg dilakukannya.
Dari sudut pandang itu sekarang kita bandingkan dengan pemain peran di layar kaca, mereka juga berdandan, berpura-pura juga sebagai penjahat, orang baik, sopir, polisi, pengusaha, bos akbar & banyak lagi. Bukankah itu juga menipu kita? Oh tentu mereka mengerjakan effort dengan acting mereka. Mereka mengerjakan itu tentu untuk mendapat bayaran atas effort mereka. Sama atau tidak dengan kepura puraan pengemis diatas? Yang berbeda mungkin cuma siapa yg membayar mereka & nominalnya saja.
*TS bukan menyamakan, cuma menciptakan sudut pandang lebih menarik untuk si pengemis yg berpura pura.
Untuk saat ini memang belum ada UU yg mengatur bahwa tindakan pengemis adalah tindakan criminal, Meskipun kadang ada oknum pengemis yg menipu kita dengan ke-pura-puraannya. Pura-pura buntung lah, Pura-pura sakitlah, Pura pura miskin lah. Para pengemis ini tak jua dapat dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan,wokwowkowkokwo.
Lantas kenapa kita merasa tertipu? Meskipun fakta lucunyabahkan kita lebih miskin harta dibanding beberapa pengemis itu. Hahaha. Tapi selama masih banyak yg memberi tentu yg meminta pun akan lebih banyak lagi, begitulah hukum alam.
Dan lagi, tentang pengemis yg berpura pura, mari ubah sudut pandang kita, anggap saja kalau mereka sedang memainkan peran kehidupan, mereka berpura pura pincang,sakit & miskin, untuk mendapatkan perhatian & juga bayaran atas peran mereka dari pengguna jalan secara langsung. Bukankah mereka juga berdandan untuk lusuh? (TS tidak bermaksud menyinggungpengemis sungguhan lho.) bukankah ada effort juga yg dilakukannya.
Dari sudut pandang itu sekarang kita bandingkan dengan pemain peran di layar kaca, mereka juga berdandan, berpura-pura juga sebagai penjahat, orang baik, sopir, polisi, pengusaha, bos akbar & banyak lagi. Bukankah itu juga menipu kita? Oh tentu mereka mengerjakan effort dengan acting mereka. Mereka mengerjakan itu tentu untuk mendapat bayaran atas effort mereka. Sama atau tidak dengan kepura puraan pengemis diatas? Yang berbeda mungkin cuma siapa yg membayar mereka & nominalnya saja.
*TS bukan menyamakan, cuma menciptakan sudut pandang lebih menarik untuk si pengemis yg berpura pura.
Quote:
Kemudian bagaimana kita menyikapinya?
Tentu dalam berbuat baik kita tidak boleh menyesali apa yg sudah kita lakukan atau berikan meskipun kenyataannya apa yg kita pikirkan berbeda dengan realitanya. Kadang jengkel itu ada ketika niat kita menolong justru ternyata yg dibantu lebih sanggup dari kita. Sering ditemuikan pengemis dengan omzet jutaan setiap hari.
Yah seperti sakit hatinya kita ketika pemberian kita dalam kotak amal ternyata untuk menolong jaringan teroris. Untuk membunuh orang. Untuk berbuat jahat.
Tapi bukankah semua perbuatan kita sudah dicatat, jadi tetaplah berbuat baik kepada siapapun itu. Mudah mudahan kita sering dimudahkan dalam menjalani kehidupan kita
Semua pekerjaan ada baik buruknya di sudut pandang setiap orang kalau diperdebatkan, Hanya saja bagaimana cara kita sanggup untuk meminimalisir perdebatan.
Mohon maaf untuk yg tersinggung dengan ulasan TS, karena kesempurnaan milik Tuhan.
Jangan lupa rate
thread ini ya meskipun tidak bermanfaat untukmu
Sumber Referensi
-Opini Pribadi
Sumber gambar terlampir.
ditulis oleh @bayuep
Tentu dalam berbuat baik kita tidak boleh menyesali apa yg sudah kita lakukan atau berikan meskipun kenyataannya apa yg kita pikirkan berbeda dengan realitanya. Kadang jengkel itu ada ketika niat kita menolong justru ternyata yg dibantu lebih sanggup dari kita. Sering ditemuikan pengemis dengan omzet jutaan setiap hari.
Yah seperti sakit hatinya kita ketika pemberian kita dalam kotak amal ternyata untuk menolong jaringan teroris. Untuk membunuh orang. Untuk berbuat jahat.
Tapi bukankah semua perbuatan kita sudah dicatat, jadi tetaplah berbuat baik kepada siapapun itu. Mudah mudahan kita sering dimudahkan dalam menjalani kehidupan kita
Semua pekerjaan ada baik buruknya di sudut pandang setiap orang kalau diperdebatkan, Hanya saja bagaimana cara kita sanggup untuk meminimalisir perdebatan.
Mohon maaf untuk yg tersinggung dengan ulasan TS, karena kesempurnaan milik Tuhan.
Jangan lupa rate
Sumber Referensi
-Opini Pribadi
Sumber gambar terlampir.
ditulis oleh @bayuep
Hari ini 10:29