• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Fenomena kecelakaan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
kIbJ8.jpg
Terjadi kecelakaan beruntun di pintu Tol Bintaro, arah Serpong ke Jakarta, Senin (20/2/2012) pagi. Empat mobil terlihat hancur akibat peristiwa tersebut. Namun, belum diketahui ada korban jiwa atau tidak. Warga dan aparat terkait masih berupaya mengeluarkan korban dari dalam kendaraan.

TMC juga tidak menyebutkan penyebab terjadinya kecelakaan beruntun tersebut.

Akibat peristiwa tersebut terjadi kemacetan panjang dari arah Serpong ke Jakarta.

Kecelakaan Tewaskan Tujuh Orang Lagi
Kecelakaan yang melibatkan bus dan kereta api kembali terjadi, Minggu (19/2), di Sumenep, Jawa Timur, Jakarta, dan Muara Enim, Sumatera Selatan. Tujuh orang tewas dalam peristiwa tersebut. Penyebab utama adalah kelalaian operatornya.

Kecelakaan di Sumenep menimpa mobil Toyota Avanza M 1058 VA yang menabrak pohon asam di Pekamban, Kecamatan Pragaan, Minggu dini hari, menewaskan tiga orang di tempat kejadian. Korban tewas adalah pengemudi Sersan Mayor Ibnu Hajar, Suhartatik (istrinya), dan Muhawi (kerabat Ibnu).

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Sumenep Ajun Komisaris Mudjib mengatakan, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi mengantuk. Hasil analisis sementara, di tempat kejadian tidak ada bekas rem di jalan aspal. Jadi, kendaraan dengan sembilan penumpang, termasuk sopir, menyelonong sekitar 20 meter ke luar badan jalan, lalu menabrak pohon asam di sisi kiri jalan.

”Pengemudi mobil adalah anggota TNI, maka pemberkasan kasus langsung ditangani Polisi Militer dari Denpom V Pamekasan, Madura, termasuk kendaraan dalam kondisi ringsek sudah dibawa ke instansi tersebut,” papar Mudjib.

Di Jakarta, bus Mayasari Bakti AC 02 menabrak bus transjakarta yang sedang berhenti mengambil penumpang di halte Pusat Perbelanjaan Slipi Jaya, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Minggu pukul 11.00. Kecelakaan terjadi ketika bus Mayasari keluar dengan cukup kencang dari jalan tol dalam kota Wiyoto Wiyono. Sopir bus Mayasari tidak bisa mengantisipasi keberadaan bus transjakarta yang berhenti.

Sebanyak 12 orang—2 penumpang bus transjakarta dan 10 penumpang bus Mayasari Bakti— mengalami luka-luka terkena serpihan kaca dan keseleo. Mereka sudah mendapatkan pertolongan dari Rumah Sakit Harapan Kita yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian. ”Polisi sedang mencari penyebab kecelakaan ini,” kata Kepala Badan layanin Umum Transjakarta Mohammad Akbar, Minggu.

Kepala Sub-Direktorat Penegakan Hukum, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto menjelaskan, sopir bus transjakarta adalah Eko Nursasongko (42) dan sopir bus Mayasari Bakti adalah Eri Eryana (27). Keduanya masih diperiksa polisi.

Kereta bertabrakan

Di Sumsel, empat orang tewas dalam kecelakaan dua KA pengangkut batubara di Simpang Empat Air Rimau, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim. Kecelakaan itu juga membuat perjalanan KA Kertapati- Lahat lumpuh lebih dari 12 jam.

Tabrakan kereta terjadi hari Minggu pukul 05.50 antara KA Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) 36 dari Tarahan, Lampung, menuju Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, dengan KA Sukacinta II Lahat tujuan Kertapati, Palembang.

Kedua KA melaju di jalur rel yang sama hingga bertabrakan dari dua arah berlawanan di Kilometer 336,90 Muara Enim, antara Stasiun Penimbur, Lampung, dan Stasiun Niru, Sumsel. Saat kecelakaan, KA Babaranjang 36 yang disewa PT Bukit Asam itu menarik 44 gerbong kosong. Adapun KA Sukacinta II yang disewa PT Bara Alam Utama membawa 16 rangkaian gerbong berisi batubara.

Empat korban tewas adalah Jaswir dan Ranggi. Keduanya masinis dan asisten masinis KA Babaranjang 36. Korban lain adalah Sunaidi dan Sajidin, masinis dan asisten masinis KA Sukacinta II. Jenazah korban dievakuasi ke RS Bunda Prabumulih.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Sumatera Bagian Selatan Jaka Jakarsih mengatakan, penyebab tabrakan belum diketahui. Kedua kereta berangkat sesuai jadwal dan rute yang ditentukan, tetapi seharusnya salah satu stop untuk memberi kesempatan kereta lain lewat. ”Tim internal PT KAI bersama KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan melakukan investigasi untuk mencari penyebab tabrakan,” tuturnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Kudus, Jateng, menyarankan pengusaha bus memasang global positioning system (GPS) di bus untuk mengantisipasi kecelakaan. Selain dapat mengetahui posisi bus, penggunaan GPS dapat memantau kecepatan dan kondisi bus.

”Melalui sistem itu, pengusaha atau operator bus dapat memperingatkan kru bus jika bus melebihi kecepatan atau keluar jalur trayek,” kata Kabid Keselamatan dan Sarana Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kudus, Catur Widiatmo.

Kepala Operasional Perusahaan Otobus (PO) Nusantara Kudus Soni Wibowo di Demak mengemukakan, 400 bus PO itu telah dilengkapi GPS. Bus tersebut beroperasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pergerakan, kecepatan, dan posisi bus Nusantara terpantau dari Demak. Pemantauan dilakukan operator yang sewaktu-waktu bisa menghubungi sopir atau kru bus itu. ”Apabila laju kendaraan dinilai terlalu cepat, operator bisa langsung mengingatkan sopir,” kata Soni.

GPS yang dipasang menggunakan 16 sensor sehingga dapat memantau posisi, kecepatan, dan waktu perjalanan bus.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.