• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Fenomena Gerombolan 'Alay' Penonton Bayaran

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Fenomena Gerombolan 'Alay' Penonton Bayaran


Merahputih.com - Agaknya sudah jadi rahasia biasa negeri aing, dari sekian banyak program TV yg seru buat kita tonton itu tidak ada yg seratus persen beneran. Ngakunya reality show, tetapi ternyata ada scriptnya. Begitu pula dengan yg dilakukan sebuah acara musik atau talkshow yg dihadiri puluhan bahkan ratusan penonton. Biasanya penonton yg ada di barisan paling depan, kerap teriak-teriak, bertepuk tangan hingga joget-joget. Nyatanya semua itu semata-mata cuma karena dibayar.

Ya, mereka adalah penonton bayaran. Biasanya mereka sering terlihat eksis dari pagi hingga malam setiap hari di layar kaca kamu. Fenomena ini memang sudah muncul sejak lama, & bahkan anda mungkin sudah tahu. Kebiasaan nongkrong para penonton bayaran ini juga tentu enggak jauh-jauh dari hobi ngegosipin artis, sehingga mereka jadi yg paling update soal gosip seniman yg lagi hot-hotnya dibicarakan.

Sepertinya enggak lengkap rasanya kalau cuma nonton program TV langsung di studio tetapi tidak berfoto bareng dengan seniman idolanya. Lihat saja, akun sosial media si penonton bayaran ini pasti banyak memposting foto bareng seleb.

Karena amat sangat disayangkan ketika mereka berkesempatan menonton acara TV yg dihadiri para seleb ternama namun tidak foto bareng. Ada kalanya mereka tidak dapat foto dengan para artis, alhasil cuman dapat nonton diri mereka sendiri lewat siaran ulang di YouTube deh, lalu di screenshot buat jadi bukti kalau dia sudah pernah berjumpa langsung sama si artis.

Salah satu ciri yg mudah menandakan penonton bayaran khususnya pria adalah potongan rambutnya. Tentunya poongan rambutnya sangat kekinian, kebanyakan mengadaptasi gaya polem atau poni lempar. Poni yg ssuper panjang terkadang menutupi sebelah mata mereka.

Tak sedikit yg tampil lebih berani dengan menghighlight rambutnya. Pilihannya mulai dari pirang hingga warna-warna neon yg menonjol bila tertangkap oleh kamera. Tak lupa mengenakan kacamata bening bukan kacamata hitam. Tapi kacamata ini bukan untuk kebutuhan penglihatan, melainkan untuk kebutuhan gaya. Kacamata yg dipakai tidak memiliki lensa minus atau sejenisnya, cenderung netral. Kadang, dandanan mereka lebih heboh dari selebnya.

Bukan penonton bayaran kalo enggak mengerjakan gerakan andalan ini. Gerakannya seperti sedang mencuci baju, lalu tangan ke atas seperti menjemur, & diulangi dari awal. Tidak peduli dengan irama atau lagunya seperti apa, pasti akan tetap mengpakai gerakan andalan yg satu ini.

Menjadi penonton bayaran ini juga ada suka dukanya. Dukanya, mereka harus rela pulang hingga larut malam bahkan pagi. Terlebih saat masuk bulan puasa untuk acara sahur. Ada yg hingga membawa koper, untuk kemudian menginap di emperan stasiun TV tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengirit ongkos transportasi, biasanya orang seperti ini cuma sebagai pendatang spesifik untuk program bulan Ramadhan.

Duka yg mereka rasakan tidak akan tampak ketika sudah tampil di depan kamera. Semua akan terbayar ketika mereka berjumpa dengan seniman idolanya. Mereka akan sering terlihat riang gembira seakan tidak ada masalah dalam hidupnya. Itu semua mereka lakukan supaya para penonton di rumah dapat merasa terhibur.


Sumber Hari ini 19:13
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.