Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Fenomena gagal masal PPPK Teknis
Koordinator Umum Pergerakan PesertaPPPKTeknis Tahun 2022 Mochamad Ginanjar Riana mendesak memundurkan & menyesuaikan pengumuman hasil olah nilai seleksi kompetensi PPPK Teknis yg akan dilaksanakan mulai 18 April 2023. Bahkan pihaknya sudah menciptakan petisi terkait hal tersebut.
lolos seleksi. Dilain sisi, lulusan yg tidak tergolong dalam rumpun ilmu kesehatan & keguruan atau yg dikategorikan jadi "tenaga teknis", sering dijadikan anak tiri oleh pemerintah.
"Sama halnya seperti guru & nakes bahwa peserta PPPK Teknis adalahhonorerdan dari kalangan biasa yg sudah berpengalaman di bidangnya & sudah kompeten dengan pengalaman praktis di bidang masing-masing minimal 2 hingga 3 tahun," jelasnya.
Ginanjar meyakini hal ini dapat menyebabkan Calon ASN beberapa akbar tidak terserap & akan terjadi gugur masal dikarenakan oleh Passing Grade yg dipersyaratkan sangat tinggi serta masalah soal kompetensi teknis yg sangat sulit pada Seleksi Kompetensi PPPK Teknis.
"Itu tampaknya kontradiktif dengan usaha negara & tujuan pemerintah dalam rangka penuntasan Non ASN di akhir tahun 2023 yg musti segera tuntas," ujarnya.
Padahal, lanjut dia, pemerintah marathon dari waktu & juga anggaran yg sudah dekat & waktu yg sempit jadi double anggaran menciptakan sarat pengembangan ekonomi Indonesia melemah & pengangguran bertambah. Hasil Non ASN yg akan di outsorchingkan & malah mungkin dirumahkan.
"Maka dari itu, kami ajukan harapan-harapan yg ada pada petisi. Keharapan serta asa kami yakni mengerjakan kebijakan perangkingan pada formasi dimana peserta test kompetensi teknis sama sekali tidak ada yg mencapai Passing Grade (PG) untuk memenuhi formasi yg tersedia," ujarnya.
Untuk menghindari kekosongan formasi yg sangat dibutuhkan atau sangat urgent sifatnya di daerah-daerah khususnya di daerah yg sangat membutuhkan tenaga ASN atau mengerjakan penyesuaian penurunan Passing Grade formasi secara nasional spesifik untuk nilai kompetensi teknis sebanyak 30% penurunan PG secara nasional.
Hal ini, diharapkan tetap mempertimbangkan kelayakan penurunan Passing Grade secara nasional & tetap memperhatikan kualitas ASN atau dengan tetap memperhatikan skor total kumulatif minimal tertentu & skor kompetensi teknis minimal tertentu, dengan tetap memprioritaskan & mendahulukan peserta yg sudah memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB) yg sudah ditentukan sebagaimana mestinya.
-------
Berikut beberapa keluh kesah temen2 pppk tenaga teknis yg merasa dianaktirikan oleh pemerintah
Instagram bkn pun penuh dengan komentar & keluh kesah dari para pejuang keluarga
Link petisi terkait kebijakan pppk teknis
Bagaimana menurut temen temen kaskus..
sumber Hari ini 20:18
Koordinator Umum Pergerakan PesertaPPPKTeknis Tahun 2022 Mochamad Ginanjar Riana mendesak memundurkan & menyesuaikan pengumuman hasil olah nilai seleksi kompetensi PPPK Teknis yg akan dilaksanakan mulai 18 April 2023. Bahkan pihaknya sudah menciptakan petisi terkait hal tersebut.
lolos seleksi. Dilain sisi, lulusan yg tidak tergolong dalam rumpun ilmu kesehatan & keguruan atau yg dikategorikan jadi "tenaga teknis", sering dijadikan anak tiri oleh pemerintah.
"Sama halnya seperti guru & nakes bahwa peserta PPPK Teknis adalahhonorerdan dari kalangan biasa yg sudah berpengalaman di bidangnya & sudah kompeten dengan pengalaman praktis di bidang masing-masing minimal 2 hingga 3 tahun," jelasnya.
Ginanjar meyakini hal ini dapat menyebabkan Calon ASN beberapa akbar tidak terserap & akan terjadi gugur masal dikarenakan oleh Passing Grade yg dipersyaratkan sangat tinggi serta masalah soal kompetensi teknis yg sangat sulit pada Seleksi Kompetensi PPPK Teknis.
"Itu tampaknya kontradiktif dengan usaha negara & tujuan pemerintah dalam rangka penuntasan Non ASN di akhir tahun 2023 yg musti segera tuntas," ujarnya.
Padahal, lanjut dia, pemerintah marathon dari waktu & juga anggaran yg sudah dekat & waktu yg sempit jadi double anggaran menciptakan sarat pengembangan ekonomi Indonesia melemah & pengangguran bertambah. Hasil Non ASN yg akan di outsorchingkan & malah mungkin dirumahkan.
"Maka dari itu, kami ajukan harapan-harapan yg ada pada petisi. Keharapan serta asa kami yakni mengerjakan kebijakan perangkingan pada formasi dimana peserta test kompetensi teknis sama sekali tidak ada yg mencapai Passing Grade (PG) untuk memenuhi formasi yg tersedia," ujarnya.
Untuk menghindari kekosongan formasi yg sangat dibutuhkan atau sangat urgent sifatnya di daerah-daerah khususnya di daerah yg sangat membutuhkan tenaga ASN atau mengerjakan penyesuaian penurunan Passing Grade formasi secara nasional spesifik untuk nilai kompetensi teknis sebanyak 30% penurunan PG secara nasional.
Hal ini, diharapkan tetap mempertimbangkan kelayakan penurunan Passing Grade secara nasional & tetap memperhatikan kualitas ASN atau dengan tetap memperhatikan skor total kumulatif minimal tertentu & skor kompetensi teknis minimal tertentu, dengan tetap memprioritaskan & mendahulukan peserta yg sudah memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB) yg sudah ditentukan sebagaimana mestinya.
-------
Berikut beberapa keluh kesah temen2 pppk tenaga teknis yg merasa dianaktirikan oleh pemerintah
Instagram bkn pun penuh dengan komentar & keluh kesah dari para pejuang keluarga
Link petisi terkait kebijakan pppk teknis
Bagaimana menurut temen temen kaskus..
sumber Hari ini 20:18