• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Fenomena Baru, SMS Sembari Tidur

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
kE4s.jpg
Pernah tidur sambil mengirim pesan teks? Membaca dan menanggapi pesan teks saat tidur disebut sleep texting. Seperti tidur sambil berjalan, ini juga perilaku tidur yang abnormal. Belakangan, gangguan tidur seperti itu kian marak, terutama di kalangan remaja.

Para dokter khawatir, itu terkait dengan remaja yang kini tidak bisa dipisahkan dari ponsel. Pada remaja, kurang tidur dikaitkan dengan obesitas, tekanan darah tinggi, dan masalah perilaku.

Dr Mike Howell melalui penelitian Fairview Sleep Center di University of Minnesota Medical Center memperkirakan, setengah dari pasien remaja yang tidurnya bermasalah juga mengalami sleep texting. Karena, ditulis tanpa sadar, pesan yang dikirim sering kali membuat mereka malu.

“Kami khawatir ada orang yang telah mengirim SMS atau menelepon 911, tapi tidak menyadari apa yang baru saja terjadi,” kata Howell.

Bagaimana itu terjadi? Mengutip laman Star Tribune, bagian otak yang mengontrol ketrampilan motorik terbangun, sedangkan bagian otak yang mengatur memori dan penghakiman mungkin tetap tertidur. Itu sebabnya, orang bisa berjalan, berbicara, SMS, bahkan mengemudi, sementara mereka tidur .

Dr Gerald Rosen, direktur medis dari program pediatrik gangguan tidur di Rumah Sakit dan Klinik Anak Minnesota menganggap, sleep texting merupakan respons otomatis yang dimiliki tubuh. Itu seperti seorang ibu yang merespons bayinya saat menangis di tengah malam.

Tapi, Rosen juga melihat sleep texting sebagai gejala dari masalah yang lebih besar: ketergantungan remaja pada ponsel.

Bayangkan saja, menurut Pew Internet & American Life Project, satu dari tiga remaja mengirim SMS lebih dari seratus kali sehari. Setidaknya, empat dari lima remaja mengatakan mereka meletakkan ponsel di dekat tempat tidurnya.

Elizabeth Dowdell, seorang profesor Villanova University yang telah mempelajari sleep texting menjelaskan, meletakkan ponsel di dekat tempat tidur sepanjang malam adalah masalah besar. Secara tidak sadar, orang bisa saja membalasnya dengan sesuatu yang tidak mengenakkan.

Beberapa siswa Dowdell mengakui adanya gangguan SMS malam hari yang mereka alami. Namun, karena sleep texting dilakukan dalam kondisi tidak sadar, itu sulit dihilangkan. Dr Marjorie Hogan, seorang dokter anak di Hennepin County Medical Center menyarankan untuk meletakkan semua perangkat elektronik di luar kamar.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.