Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Peristiwa non artifisial yg tidak diciptakan oleh manusia seperti, gerhana mentari cincin, puncak hujan meteor, fenomena supermoon, letusan gunung berapi, kita kenal denganfenomena alam. Kadang jaman sekarang peristiwa ini acapkali juga terjadi akibat campur tangan manusia karena kecanggihan teknologi & ilmu pengetahuan. Dari sekian kejadian dari yg indah hingga yg mengerikan, kami merangkum kumpulan berita fenomena alam yg jarang diketahui tetapi ternyata memang terjadi di dunia ini. Beberapa kejadian langka ini akan menciptakan anda terkagum kagum atas kebesaran Tuhan. Berikut kejadian aneh buatan alam mengerikan...
Fenomena Brinicle
Fenomena halo ini banyak memiliki julukan antara lain jari dharap kematian atau sering disebut tornado es bawah laut. Brinicle adalah pembentukan es laut ketika air garam yg sangat dharap terjadi di dalam air laut. Selama musim dharap, suhu di atas laut - 20C, sedangkan suhu air laut cuma - 1.9C. Panas cenderung mengalir dari laut lebih hangat ke udara yg sangat dharap, sehingga terjadi pembentukan pipa es. Garam dalam es ini baru dibuat terkonsentrasi & kemudian akan ditekan ke dalam saluran air garam. Sifat dharap & asin, menciptakannya lebih padat daripada air di bawahnya. Hasilnya, air garam dalam pembekuan air laut akan tenggelam.
Proses ini menghasilkan pembentukan lapisan es halus yg berkembang jadi brinicle. Ketika permukaan laut membeku seperti di Kutub Utara & Selatan, maka akan ada air asin & air tawar yg berkumpul di bawah lapisan es. Sudah pasti lapisan garam akan lebih padat daripada air laut sehingga menciptakannya cenderung tenggelam ke dasar. Lantaran sangat dharap, kumpulan air garam itu membeku & hal itu disebut dengan nama stalaktit es atau memiliki julukan keren brinicles
Fenomena Hailstone
Hujan es (hail) seperti yg kita kutip dari kumpulan berita cnn indonesia adalah presipitasi yg terdiri dari bola-bola es dengan garis tengah antara 5 50 mm atau kadang - kadang lebih. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yg sangat dharap di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. ES yg terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun sudah turun ke arah yg lebih rendah dengan suhu yg relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak cuma terjadi di negara sub-tropis, tetapi dapat juga terjadi di daerah ekuator. Fenomena hujan es (hail) biasanya terjadi pada saat musim peralihan atau pada saat hujan di musim hujan yg hujannya masih banyak terjadi pada siang atau malam hari, karena memang fenomenanya sering terjadi setelah pukul 13.0017.00, namun begitu tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada malam hari.
Hujan es cuma akan terbentuk bila partikel es atau butir air hujan yg membeku tumbuh atau berkembang dengan menyerap butir-butir awan terlalu dharap pada awan cumulonimbus (Cb) yg puncaknya melewati freezing level ketinggian dimana suhu udaranya 0oC atau sekitar 16.000 kaki di wilayah Indonesia). Awan Cb mengandung partikel es & butir air besar. Untuk terjadinya Cb kondisi udara (cuaca) harus mendukung dengan labilnya lapisan udara sehingga mudah terjadi proses konveksi ditambah harus ada suplai uap air yg cukup sehingga massa udara yg terangkat oleh proses konveksi mengandung uap air yg banyak & akan mempermudah terbentuknya awan cumulus yg berkembang jadi awan Cb. Pertumbuhan awan Cb bila disertai updraft yg kuat maka hail dapat terbentuk.
Hail biasanya juga terjadi di sepanjang daerah pegunungan sebab gunung mempunyai kekuatan upward angin horizontal (yang diketahui juga sebagai orographic lifting, dengan begitu meningkatkan updrafts dengan badai & menciptakan kemungkinan akbar sering terjadi hail. Salah satu daerah yg sering terjadi hail yg akbar adalah disepanjang pegunungan India Utara, yg mana dilaporkan sebagai salah satu hail paling akbar berhubungan dengan kematian cukup akbar pada tahun 1888. Sepanjang Eropa juga sering mengalami hail. Di Amerika Utara, hail juga biasanya terjadi di Colorado, Nebraska, & Wyoming, yang di ketahui sebagai"Hail Alley." Hail di daerah ini biasanya terjadi antara bulan Maret & Oktober selama sore & malam, dengan sebagain akbar terjadi di bulan Mei hingga September.
Selain gerhana matahari, fenomena Hujan es (hail) juga sering terjadi di Indonesia meskipun Indonesia terletak di daerah tropis yg suhu udaranya (di permukaan) sering hangat dengan kelembaban udara yg relatif tinggi meskipun pada musim kemarau. Hujan es (hail) di daerah tropis, akan terjadi bila batu es yg turun bersifat kering & memiliki ukuran yg cukup akbar saat keluar dari dasar awan. Hal ini mengingat bahwa suhu udara permukaan cukup tinggi & batu es masih dapat mempertahankan bentuknya dengan ukuran sekitar 3 mm dalam diameter saat hingga permukaan tanah, sementara dalam perjalannya (jatuh bebas) dari dasar awan hingga tanah batu es harus menyusut ukurannya akibat kontak dengan suhu udara yg cukup tinggi
Hail dapat menyebabkan kerusakan serius selain suara dentuman, seperti misalnya untuk penerbangan, atap kaca, peternakan, & banyak lainnya yg dapat kita lihat dengan mata telanjang. Hail merupakan salah satu bencana badai yg cukup penting dalam dunia penerbangan. Ketika batu es berukuran 0.5 inci (13 mm), pesawat terbang dapat mengalami kerusakan yg sangat serius. Dengan adanya fenomena hujan es (hail) yg dapat terjadi di wilayah ekuator, meskipun jarang terjadi, paling tidak, kita yg berada di zona ini harus tetap waspada & hati hati, kalau terjadi fenomena tersebut. Namun begitu masyarakat tidak perlu risau karena pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika) di setiap daerah akan tetap terus memantau & menginformasikan fenomenafenomena cuaca khususnya cuaca ekstrim selama 24 jam dalam satu hari. Apakah ini akan jadi gangguan dalam gaya hidup manusia?
Fenomena WaterSpouts
Naiknya air laut ke langit atau yg biasa disebut dengan waterspouts merupakan salah satu fenomena langka yg menakjubkan. Air laut menjulang ke atas dalam satu pusaran corong yg terlihat seperti menembus langit. Seperti kekuatan di alam lainnya, waterspouts dapat jadi indah & berbahaya. Peristiwa yang juga disebut dengan belalai air ini terakhir terlihat pada akhir 2014 lalu di perairan dekat kota Darwin, Australia. Waterspouts atau umumnya didefinisikan sebagai tornado di atas air ini merupakan fenomena angin puting beliung yg membentuk pusaran air hingga menjulang & terhubung ke awan cumuliform. Setiap satu corongnya memiliki diameter sekitar 50 meter hingga 100 meter dengan laju angin 80 kilometer per jam. Peristiwa ini biasanya berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit, kalau sudah menghampiri daratan, maka dengan sendirinya akan menghilang.
Peristiwa alam tentu saja bukan wabah corona ini biasanya terjadi di atas perairan laut yg hangat & beriklim tropis. Waterspout paling sering di perairan Florida dibanding tempat lainnya di dunia. Beberapa peristiwa waterspout pernah dilaporkan terlihat di daerah lain termasuk Eropa, Selandia Baru, Great Lakes, Antartika bahkan Indonesia. Waterspouts terbentuk pada air laut hangat di mana kondensasi terjadi antara air & awan yg berisi udara sejuk & lembab. Butuh udara yg sangat basah & lembab untuk mendorong terciptanya belalai air ini. Para ilmuwan yg mempelajari waterspouts umumnya menggolongkan waterspouts dalam dua kategori, yaitu waterspouts tornadik & Waterspouts cuaca tenang.
Waterspouts tornadikkebanyakan berawal sebagai tornado diatas tanah/daratan & kemudian pindah/berjalan ke atas air. Mereka juga membentuk badai akbar di atas badan air. Mereka dapat mendatangkan malapetaka dengan angin kencang, hujan es & petir yg berbahaya. Sementara Waterspouts cuaca tenang berkembang dalam cuaca yg tenang. Mereka terbentuk cuma di atas air terbuka, berkembang di permukaan air & benar-benar naik ke langit menuju awan. Waterspouts tipe ini relatif transparan & awalnya terlihat cuma dengan pola yg tidak biasa mereka ciptakan di atas air. Meski jadi fenomena alam menakjubkan, namun Waterspout sama bahayanya dengan Tornado atau gerhana mentari cincin. Walaupun biasanya lebih lemah daripada tornado, waterspouts dapat menghasilkan kerusakan yg signifikan pada perahu, merusak kapal-kapal besar, & mengancam kehidupan. Jika Agan and Sist melihatnya, agan harus ekstra hati-hati & menjaga jarak.
The Lightning of Catatumbo
Menurut berita fenomena alam, di banyak tempat munculnya petir & guntur biasa terjadi pada saat mendung atau hujan, & hampir tidak pernah ditemui munculnya petir pada hari cerah, admin jadi teringat akan petir saat gunung anak krakatau meletus. Tetapi yg satu ini berbeda. Di suatu tempat di Venezuela terdapat fenomena alam yg sangat aneh & sudah sangat lama ada. Petir muncul bersahutan setiap saat tanpa ada sebab, bahkan pada hari cerah sekalipun. Begitu tingginya frekuensi petir menyambar sehingga keadaan itu dianggap sebagai badai petir yg terlama di dunia.
Fenomena yg disebut Petir Catatumbo (The Lightning of Catatumbo) itu diperkirakan sudah menyambar lebih dari 1.000.000 kali setiap tahun. Anehnya lagi posisi munculnya tidak pernah berubah. Petir Catatumbo tersebut sanggup menghasilkan arus sebesar 400.000 ampere, & dapat dilihat hingga jarak 400 kilometer. Sebagai akibatnya, fenomena ini merupakan salah satu produsen ozon terbesar di dunia. Lantas apa gak berisik ya? Biasanya lompatan kilat kan disusul gemuruh guntur? Untungnya lompatan petir terjadi dari awan ke awan, & cuma sangat jarang mencapai tanah, sehingga tidak terlalu menimbulkan suara dentuman yg menggelegar.
Mungkin Agan and Sist bertanya, bagaimana itu dapat terjadi? Ceritanya begini. Catatumbo adalah nama sebuah sungai di Venezuela. Sungai ini bermuara di Danau Maracaibo. Aliran sungai Catatumbo ke danau tersebut melewati rawa-rawa yg sangat akbar yg banyak mengandung bahan-bahan organik yg membusuk. Sebagai hasil proses pembusukan tersebut terbentuklah awan gas akbar yg terionisasi (kebanyakan gas metana, khas gas rawa). Awan gas ini terbawa naik ke atmosfer, & ketika bertabrakan dengan angin kencang yg datang dari pegunungan Andes awan tersebut terangkat naik lebih tinggi lagi hingga mencapai sekitar sepuluh kilometer. Selanjutnya proses yg terjadi mirip dengan gejala munculnya petir saat mendung seperti yg kita pelajari waktu SMP: karena begitu banyaknya awan gas yg terionisasi, pada titik tertentu secara kumulatif timbul disparitas potensial yg amat tinggi, & terjadilah lompatan petir yg saling menyambar di awan.
Pada bulan Januari hingga April 2010 fenomena petir tersebut sempat berhenti total. Banyak yg mengira bahwa fenomena tersebut sudah menghilang. Belakangan diketahui ternyata pada waktu itu terjadi kekeringan di wilayah tersebut sehingga proses pembusukan di rawa berkurang drastis. Ketika kekeringan berakhir, maka fenomena petir tersebut muncul kembali hingga sekarang. Ada sedikit cerita jaman dulu yg menarik mengenai petir Catatumbo tersebut. Konon menurut sejarah Venezuela, pada tahun 1595 Sir Francis Drake berencana menyerang kota Maracaibo untuk menguasainya. Dia merencanakan penyerangan saat malam hari supaya tidak terlihat.
Malangnya, atas bantuan petir yg sering menyambar tadi para prajurit penjaga kota sanggup melihat kedatangan punggawa musuh sehingga punggawa Francis Drake dapat dipukul mundur. Cerita ini kemudian dikisahkan dalam puisi La Dragontea yg ditulis Lope de Vega pada tahun 1597. Begitu terkenalnya Petir Catatumbo di Venezuela ini hingga digambarkan dalam bendera & lambang negara bagian Zulia dimana Danau Maraciabo terdapat, bahkan juga disebutkan dalam lagu kebangsaannya. Sementara itu pemerintah Venezuela berencana mengajukan fenomena alam Petir Catatumbo tersebut sebagai salah satu situs warisan dunia, meski menurut UNESCO sebenarnya kriteria untuk itu tidak ada.
Sumber :
mawasangka-bagea.blogspot.co.id
www.infoyunik.com
https://pospopulers.blogspot.co.id/2...jubkan-di.html Hari ini 04:38
Fenomena Brinicle
Fenomena halo ini banyak memiliki julukan antara lain jari dharap kematian atau sering disebut tornado es bawah laut. Brinicle adalah pembentukan es laut ketika air garam yg sangat dharap terjadi di dalam air laut. Selama musim dharap, suhu di atas laut - 20C, sedangkan suhu air laut cuma - 1.9C. Panas cenderung mengalir dari laut lebih hangat ke udara yg sangat dharap, sehingga terjadi pembentukan pipa es. Garam dalam es ini baru dibuat terkonsentrasi & kemudian akan ditekan ke dalam saluran air garam. Sifat dharap & asin, menciptakannya lebih padat daripada air di bawahnya. Hasilnya, air garam dalam pembekuan air laut akan tenggelam.
Proses ini menghasilkan pembentukan lapisan es halus yg berkembang jadi brinicle. Ketika permukaan laut membeku seperti di Kutub Utara & Selatan, maka akan ada air asin & air tawar yg berkumpul di bawah lapisan es. Sudah pasti lapisan garam akan lebih padat daripada air laut sehingga menciptakannya cenderung tenggelam ke dasar. Lantaran sangat dharap, kumpulan air garam itu membeku & hal itu disebut dengan nama stalaktit es atau memiliki julukan keren brinicles
Fenomena Hailstone
Hujan es (hail) seperti yg kita kutip dari kumpulan berita cnn indonesia adalah presipitasi yg terdiri dari bola-bola es dengan garis tengah antara 5 50 mm atau kadang - kadang lebih. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yg sangat dharap di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. ES yg terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar. Karena ukurannya, walaupun sudah turun ke arah yg lebih rendah dengan suhu yg relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak cuma terjadi di negara sub-tropis, tetapi dapat juga terjadi di daerah ekuator. Fenomena hujan es (hail) biasanya terjadi pada saat musim peralihan atau pada saat hujan di musim hujan yg hujannya masih banyak terjadi pada siang atau malam hari, karena memang fenomenanya sering terjadi setelah pukul 13.0017.00, namun begitu tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada malam hari.
Hujan es cuma akan terbentuk bila partikel es atau butir air hujan yg membeku tumbuh atau berkembang dengan menyerap butir-butir awan terlalu dharap pada awan cumulonimbus (Cb) yg puncaknya melewati freezing level ketinggian dimana suhu udaranya 0oC atau sekitar 16.000 kaki di wilayah Indonesia). Awan Cb mengandung partikel es & butir air besar. Untuk terjadinya Cb kondisi udara (cuaca) harus mendukung dengan labilnya lapisan udara sehingga mudah terjadi proses konveksi ditambah harus ada suplai uap air yg cukup sehingga massa udara yg terangkat oleh proses konveksi mengandung uap air yg banyak & akan mempermudah terbentuknya awan cumulus yg berkembang jadi awan Cb. Pertumbuhan awan Cb bila disertai updraft yg kuat maka hail dapat terbentuk.
Hail biasanya juga terjadi di sepanjang daerah pegunungan sebab gunung mempunyai kekuatan upward angin horizontal (yang diketahui juga sebagai orographic lifting, dengan begitu meningkatkan updrafts dengan badai & menciptakan kemungkinan akbar sering terjadi hail. Salah satu daerah yg sering terjadi hail yg akbar adalah disepanjang pegunungan India Utara, yg mana dilaporkan sebagai salah satu hail paling akbar berhubungan dengan kematian cukup akbar pada tahun 1888. Sepanjang Eropa juga sering mengalami hail. Di Amerika Utara, hail juga biasanya terjadi di Colorado, Nebraska, & Wyoming, yang di ketahui sebagai"Hail Alley." Hail di daerah ini biasanya terjadi antara bulan Maret & Oktober selama sore & malam, dengan sebagain akbar terjadi di bulan Mei hingga September.
Selain gerhana matahari, fenomena Hujan es (hail) juga sering terjadi di Indonesia meskipun Indonesia terletak di daerah tropis yg suhu udaranya (di permukaan) sering hangat dengan kelembaban udara yg relatif tinggi meskipun pada musim kemarau. Hujan es (hail) di daerah tropis, akan terjadi bila batu es yg turun bersifat kering & memiliki ukuran yg cukup akbar saat keluar dari dasar awan. Hal ini mengingat bahwa suhu udara permukaan cukup tinggi & batu es masih dapat mempertahankan bentuknya dengan ukuran sekitar 3 mm dalam diameter saat hingga permukaan tanah, sementara dalam perjalannya (jatuh bebas) dari dasar awan hingga tanah batu es harus menyusut ukurannya akibat kontak dengan suhu udara yg cukup tinggi
Hail dapat menyebabkan kerusakan serius selain suara dentuman, seperti misalnya untuk penerbangan, atap kaca, peternakan, & banyak lainnya yg dapat kita lihat dengan mata telanjang. Hail merupakan salah satu bencana badai yg cukup penting dalam dunia penerbangan. Ketika batu es berukuran 0.5 inci (13 mm), pesawat terbang dapat mengalami kerusakan yg sangat serius. Dengan adanya fenomena hujan es (hail) yg dapat terjadi di wilayah ekuator, meskipun jarang terjadi, paling tidak, kita yg berada di zona ini harus tetap waspada & hati hati, kalau terjadi fenomena tersebut. Namun begitu masyarakat tidak perlu risau karena pihak BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika) di setiap daerah akan tetap terus memantau & menginformasikan fenomenafenomena cuaca khususnya cuaca ekstrim selama 24 jam dalam satu hari. Apakah ini akan jadi gangguan dalam gaya hidup manusia?
Fenomena WaterSpouts
Naiknya air laut ke langit atau yg biasa disebut dengan waterspouts merupakan salah satu fenomena langka yg menakjubkan. Air laut menjulang ke atas dalam satu pusaran corong yg terlihat seperti menembus langit. Seperti kekuatan di alam lainnya, waterspouts dapat jadi indah & berbahaya. Peristiwa yang juga disebut dengan belalai air ini terakhir terlihat pada akhir 2014 lalu di perairan dekat kota Darwin, Australia. Waterspouts atau umumnya didefinisikan sebagai tornado di atas air ini merupakan fenomena angin puting beliung yg membentuk pusaran air hingga menjulang & terhubung ke awan cumuliform. Setiap satu corongnya memiliki diameter sekitar 50 meter hingga 100 meter dengan laju angin 80 kilometer per jam. Peristiwa ini biasanya berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit, kalau sudah menghampiri daratan, maka dengan sendirinya akan menghilang.
Peristiwa alam tentu saja bukan wabah corona ini biasanya terjadi di atas perairan laut yg hangat & beriklim tropis. Waterspout paling sering di perairan Florida dibanding tempat lainnya di dunia. Beberapa peristiwa waterspout pernah dilaporkan terlihat di daerah lain termasuk Eropa, Selandia Baru, Great Lakes, Antartika bahkan Indonesia. Waterspouts terbentuk pada air laut hangat di mana kondensasi terjadi antara air & awan yg berisi udara sejuk & lembab. Butuh udara yg sangat basah & lembab untuk mendorong terciptanya belalai air ini. Para ilmuwan yg mempelajari waterspouts umumnya menggolongkan waterspouts dalam dua kategori, yaitu waterspouts tornadik & Waterspouts cuaca tenang.
Waterspouts tornadikkebanyakan berawal sebagai tornado diatas tanah/daratan & kemudian pindah/berjalan ke atas air. Mereka juga membentuk badai akbar di atas badan air. Mereka dapat mendatangkan malapetaka dengan angin kencang, hujan es & petir yg berbahaya. Sementara Waterspouts cuaca tenang berkembang dalam cuaca yg tenang. Mereka terbentuk cuma di atas air terbuka, berkembang di permukaan air & benar-benar naik ke langit menuju awan. Waterspouts tipe ini relatif transparan & awalnya terlihat cuma dengan pola yg tidak biasa mereka ciptakan di atas air. Meski jadi fenomena alam menakjubkan, namun Waterspout sama bahayanya dengan Tornado atau gerhana mentari cincin. Walaupun biasanya lebih lemah daripada tornado, waterspouts dapat menghasilkan kerusakan yg signifikan pada perahu, merusak kapal-kapal besar, & mengancam kehidupan. Jika Agan and Sist melihatnya, agan harus ekstra hati-hati & menjaga jarak.
The Lightning of Catatumbo
Menurut berita fenomena alam, di banyak tempat munculnya petir & guntur biasa terjadi pada saat mendung atau hujan, & hampir tidak pernah ditemui munculnya petir pada hari cerah, admin jadi teringat akan petir saat gunung anak krakatau meletus. Tetapi yg satu ini berbeda. Di suatu tempat di Venezuela terdapat fenomena alam yg sangat aneh & sudah sangat lama ada. Petir muncul bersahutan setiap saat tanpa ada sebab, bahkan pada hari cerah sekalipun. Begitu tingginya frekuensi petir menyambar sehingga keadaan itu dianggap sebagai badai petir yg terlama di dunia.
Fenomena yg disebut Petir Catatumbo (The Lightning of Catatumbo) itu diperkirakan sudah menyambar lebih dari 1.000.000 kali setiap tahun. Anehnya lagi posisi munculnya tidak pernah berubah. Petir Catatumbo tersebut sanggup menghasilkan arus sebesar 400.000 ampere, & dapat dilihat hingga jarak 400 kilometer. Sebagai akibatnya, fenomena ini merupakan salah satu produsen ozon terbesar di dunia. Lantas apa gak berisik ya? Biasanya lompatan kilat kan disusul gemuruh guntur? Untungnya lompatan petir terjadi dari awan ke awan, & cuma sangat jarang mencapai tanah, sehingga tidak terlalu menimbulkan suara dentuman yg menggelegar.
Mungkin Agan and Sist bertanya, bagaimana itu dapat terjadi? Ceritanya begini. Catatumbo adalah nama sebuah sungai di Venezuela. Sungai ini bermuara di Danau Maracaibo. Aliran sungai Catatumbo ke danau tersebut melewati rawa-rawa yg sangat akbar yg banyak mengandung bahan-bahan organik yg membusuk. Sebagai hasil proses pembusukan tersebut terbentuklah awan gas akbar yg terionisasi (kebanyakan gas metana, khas gas rawa). Awan gas ini terbawa naik ke atmosfer, & ketika bertabrakan dengan angin kencang yg datang dari pegunungan Andes awan tersebut terangkat naik lebih tinggi lagi hingga mencapai sekitar sepuluh kilometer. Selanjutnya proses yg terjadi mirip dengan gejala munculnya petir saat mendung seperti yg kita pelajari waktu SMP: karena begitu banyaknya awan gas yg terionisasi, pada titik tertentu secara kumulatif timbul disparitas potensial yg amat tinggi, & terjadilah lompatan petir yg saling menyambar di awan.
Pada bulan Januari hingga April 2010 fenomena petir tersebut sempat berhenti total. Banyak yg mengira bahwa fenomena tersebut sudah menghilang. Belakangan diketahui ternyata pada waktu itu terjadi kekeringan di wilayah tersebut sehingga proses pembusukan di rawa berkurang drastis. Ketika kekeringan berakhir, maka fenomena petir tersebut muncul kembali hingga sekarang. Ada sedikit cerita jaman dulu yg menarik mengenai petir Catatumbo tersebut. Konon menurut sejarah Venezuela, pada tahun 1595 Sir Francis Drake berencana menyerang kota Maracaibo untuk menguasainya. Dia merencanakan penyerangan saat malam hari supaya tidak terlihat.
Malangnya, atas bantuan petir yg sering menyambar tadi para prajurit penjaga kota sanggup melihat kedatangan punggawa musuh sehingga punggawa Francis Drake dapat dipukul mundur. Cerita ini kemudian dikisahkan dalam puisi La Dragontea yg ditulis Lope de Vega pada tahun 1597. Begitu terkenalnya Petir Catatumbo di Venezuela ini hingga digambarkan dalam bendera & lambang negara bagian Zulia dimana Danau Maraciabo terdapat, bahkan juga disebutkan dalam lagu kebangsaannya. Sementara itu pemerintah Venezuela berencana mengajukan fenomena alam Petir Catatumbo tersebut sebagai salah satu situs warisan dunia, meski menurut UNESCO sebenarnya kriteria untuk itu tidak ada.
Sumber :
Tafakur Makhluk Di Alam Semesta
Kumpulan Info Unik - Infoyunik.com
Menyajikan fakta unik dan menarik disekitar anda. Berbagai Keunikan dunia tentang kesehatan, tekno, kuliner, hubungan, dll bisa anda dapatkan disini.
www.infoyunik.com