Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
There was a farmer who raised watermelons. He was disturbed by some local kids who would sneak into his watermelon patch at night and eat watermelons. After some careful thought he came up with a clever idea that he thought would scare the kids away for sure. So he made up the sign and posted it in the field. The next day the kids show up and they see this sign, it says "Warning!! One of the watermelons in this field has been injected with cyanide."
So the kids run off, make up their own sign and post it next to the sign that the farmer made. The farmer shows up the next week and when he looks over the field he notices that no watermelons are missing but he notices a new sign next to his. He drives up to the sign which read: "Now there are two".
wakakakaka pinter anak2 nya
btw ini terjemahahnya.
Ada seorang petani yang mempunyai kebun semangka. Ia terusik dengan keberadaan dua anak kampung yang suka menyelinap ke kebunnya pada waktu malam dan memakan semangkanya. Setelah berpikir cukup panjang ia mempunyai satu ide yang cerdik yang tentunya akan menakuti anak-anak tersebut. Jadi ia membuat suatu tanda dan memancangkannya di kebun. Esoknya, anak-anak itu muncul dan melihat tanda tersebut, yang bertuliskan, "Awas!! Salah satu semangka di kebun telah disuntikkan sianida."
Jadi anak-anak itu kembali, membuat tanda mereka sendiri dan memasangnya tepat di sebelah tanda yang dipasangkan si petani. Si petani datang seminggu kemudian dan ketika ia memindai kebunnya ia menyadari bahwa tidak ada semangka yang hilang tetapi ada tanda baru yang dipasangkan di sebelah tandanya. Ia membaca tanda tersebut yang isinya, "Sekarang ada dua yang teracuni."