Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Saat ini banyak orang yg fanatik pada suatu kelompok, suatu golongan, bahkan demi seseorang pun mereka rela untuk jadi orang yg fanatik.
Fanatik sendiri lebih menunjukkan ketertarikan seseorang kepada sesuatu secara berlebihan, hingga pikirannya sempit bahkan rela baku hantam dengan golongan lain yg tak sefaham.
Tokoh-tokoh akbar juga memberikan pandangannya kepada orang-orang yg fanatik seperti ini dengan argument yg kurang lebih sama, untuk itu akan ane kutip argument mereka dalam hal fanatisme ini,
Quote:
Winston Churchill
Menurutnya, seseorang yg fanatik tidak akan mengubah pola pikirnya serta mengubah haluannya.
Tonu Lehtsaar
Fanatikadalah sebagai pembelaan atau pengeharan akan sesuatu dengan cara yg ekstrem serta penuh gairah yg melewati normalitas.
Neil Postman
Dalam bukunya berjudul Crazy Talk, Stupid Talk menjelaskan kalau kunci dari semuakepercayaan fanatikadalah kalau mereka mengkonfirmasikan diri. Fanatik bukan karena mereka salah namun karena diekspresikan seperti itu, maka tidak pernah terbukti salah
Sumber kutipan https://m.liputan6.com/hot/read/4974...i-dan-penyebab
Contoh fanatisme yg sempit dapat kita saksikan di media saat ini, mereka rela diangkut Polisi cuma untuk melindungi seseorang. Mau benar atau salah orang yg dibela mereka tetap berpendirian ini fitnah, bahkan mereka rela mengancam dengan tuduhan macam-macam seakan paling suci & sudah dipastikan mendapat kunci kebaikan.
Fanatik buta memang akan cenderung berfikiran sempit, cenderung mengedepankan emosi & bertindak tidak rasional, bahkan menganggap kelompoknya itu adalah benar.
Sebenarnya fanatisme sempit ini dilatarbelakangi oleh antusiasme berlebihan pada sesuatu objek, hingga emosinya mudah dipengaruhi & tidak terkontrol. Belum lagi, pendidikan & wawasan yg minim itu juga berpengaruh pada sifat toleran.
Belum lagi sayang yg berlebihan akan menciptakan keterikatan kolektif yg terorganisir dalam suatu kelompok, maka dari sini akan lahir & juga terbangun hubungan solidaritas yg kuat & erat. Akibatnya kelompok ini cuma memikirkan golongan atau kelompoknya sendiri walau itu salah sekalipun.
Tentunya sikap fanatik akan menciptakan orang jadi konservatif, lebih mudah tersulut emosi, egois, & lebih mudah juga membenci hingga mendapatkan label ekstremisme, radikalisme, & anarkisme, tentu akan menganggu kedamaian.
Namun dilemanya kalau tidak ada sikap fanatisme, maka akan banyak orang yg bersikap rasionalistis, lebih memilih berkhianat bila lebih menguntungkan, terlebih bila sikap fanatis kepada negara & agama atau politik itu tidak ada, tentu akan jadi hal yg buruk untuk golongan tersebut.
Jadi sikap fanatisme ini sebenarnya diperlukan atau tidak? Kalau perlu dapat terjadi siapa yg kuat dia pemenangnya, akan banyak-banyakan massa. Siapa yg kuat dia yg terhebat, kalau tidak perlu maka golongan itu tidak solid mudah digembosi, bahkan dapat gulung tikar lebih cepat.
Apa tanggapanmu dengan hal ini?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1, 2
Pic : google