• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Fakta Seputar Vaksin HPV Cervarix untuk Mencegah Kanker Servik

jennywijaya

IndoForum Newbie A
No. Urut
288379
Sejak
10 Nov 2020
Pesan
318
Nilai reaksi
1
Poin
18
w644

Vaksin HPV diberikan kepada wanita sebelum aktif melakukan hubungan seksual. Jenis vaksin ini memiliki fungsi utama untuk mencegah infeksi virus HPV (human papillomavirus).

Vaksin ini juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk lebih melindungi pasangannya dari terkena infeksi HPV. Saat ini kita mengenal dua vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yaitu vaksin Cervarix dan Gardasil.

Berikut ini fakta mengenai Vaksin HPV Cervarix yang harus Anda diketahui:

1. Termasuk Obat Keras
Vaksin HPV Cervarix diproduksi oleh GSK dan dilisensi pada tahun 2006. Cervarix termasuk dalam golongan Obat Keras. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Cervarix ke dalam Kategori B:

Untuk itu, sebelum melakukannya tak bisa sembarangan dan harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

2. Kandungan pada Vaksin HPV Cervarix
Vaksin ini merupakan vaksin HPV dengan kandungan 2 strain virus HPV di dalamnya yaitu strain 16 dan 18 di mana 2 strain tersebut bertanggung jawab terhadap 70% kejadian kanker serviks di dunia.

Berikut ini keterangan kandungan dalam Vaksin HPV Cervarix:
  • Kelas Terapi: Vaksin, Antiserum dan Imunologis.
  • Kandungan: Strain 16 dan 18 virus HPV.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Box; Vial.
  • Kemasan: Box @ 1 syringe @ 1 dosis; Box, 100 Vial @ 0.5 mL.
  • Farmasi: Glaxo Smithkline Biological/ Smith Kline Beecham Pharmaceutical Ind
3. Efektivitas Lebih dari 90 Persen
Dalam hal pencegahan kanker serviks vaksin Cervarix ini mencegah kejadian kanker serviks lebih dari 90 persen. Vaksin HPV terbukti ampuh dan aman untuk diberikan kepada wanita yang berusia lebih dari 25 tahun. Di Amerika Serikat, vaksin HPV diberikan sampai usia 45 tahun. Ada kemungkinan bahwa beberapa individu yang berusia di atas 45 tahun juga dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi ini.

Efektivitas vaksin ditentukan juga oleh banyaknya orang yang divaksin dalam populasi tersebut, sehingga sebenarnya lebih tepat untuk saat ini jika kita menyebutnya dengan istilah efikasi lebih dari 90 persen karena percobaan tersebut dilakukan dalam populasi yang terkontrol.

Lalu, bagaimana dengan wanita yang telah aktif melakukan hubungan seksual?

Ternyata, efektivitas vaksin HPV pada wanita yang sudah melakukan hubungan seksual cenderung lebih rendah. Hal ini karena kemungkinan paparan virus HPV sudah terjadi sebelum vaksinasi.

Namun untuk beberapa wanita dewasa dengan satu pasangan seksual dan memiliki faktor risiko terpapar infeksi HPV yang rendah, vaksin HPV bisa diberikan. Terlebih jika kelompok ini dianggap memiliki risiko terpapar virus HPV di masa depan, misalnya karena memiliki pasangan seksual yang baru.

4. Dosis Pemberian Vaksin
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, vaksin jenis ini hanya boleh diberikan oleh dokter. Namun sebagai gambaran, berikut ini dosis vaksin HPV Cervarix berdasarkan umurnya:

Umur 9-14 tahun: diberikan 2 dosis, masing-masing 0.5 mL. Dosis kedua diberikan antara 5-13 bulan setelah dosis pertama diberikan. Jika dosis kedua diberikan sebelum 5 bulan dari pemberian pertama, dosis ketiga harus diberikan. Disuntikkan melalui intramuskular (melalui otot deltoid).

Umur 15 tahun ke atas: diberikan 3 dosis, masing-masing 0.5 mL pada bulan ke 0, 1, dan 6. Dosis kedua dapat juga diberikan antara 1-2.5 bulan setelah dosis pertama diberikan dan dosis ketiga diberikan antara bulan ke 5-12 setelah dosis kedua. Disuntikkan melalui intramuskular (melalui otot deltoid).

5. Efek Samping Cervarix
Setelah proses vaksinasi, Anda mungkin akan menemukan sejumlah efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Cervarix, antara lain:
  • Sakit kepala
  • Terjadi reaksi pada tempat suntikan
  • Nyeri
  • Kemerahan
  • Nyeri Otot
  • Gatal, ruam
  • Nyeri Sendi
  • Demam berkepanjangan
  • Kontraindikasi
  • Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas.
  • Respon memenuhi syarat mungkin tidak didapat terjadi jika obat ini diberikan bersama dengan imunosupresan
6. Pemberian Vaksin HPV Cervarix pada Ibu Hamil dan Menyusui
Wanita yang sedang hamil atau sedang mencoba untuk hamil, disarankan untuk menunda vaksinasi sampai kehamilan selesai.

Sementara itu, efek pemberian Cervarix pada bayi yang disusui pada ibu mereka belum dievaluasi dalam studi klinis. Cervarix hanya boleh digunakan selama menyusui ketika keuntungan yang mungkin lebih besar daripada kemungkinan risikonya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.