Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Spoiler for Instagram:
Konten Sensitif
Buka
Instagram
Halo agan-agan & sista-sista KASKUS! berjumpa lagi sama aye, yg mana lagi santai liburan di rumah, lalu main hape & akhirnya berselancar di Instagram, yg pada awalnya cuma pharap dapat hiburan, tetapi tau gak agan & sista, kalau aye menemukan berita yg lagi anget-angetnya di bicarakan media sosial.
Well ....
Ternyata ada berita yg cukup menghebohkan loh! Kajadian nya di Margonda, depok, itu deket rumahnya om kolaji lagi.
Dan kalian tau gak? Di sebuah indekosan kukusan, Beji, Depok itu, polisi di sibukkan dengan penemuan sudah zenazah, terbungkus plastik di bawah kolong tempat tidur, pada hari Jum'at kemarin.
Berawal dari panggilan telpon yg sulit di hubungi, pada akhirnya salah satu pihak keluarganya mengecek di kosan. Dan ternyata yg ditemukan cuma jasadnya saja.
Korban adalah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) di Universitas Indonesia (UI), meninggal dunia dalam keadaan yg sangat mengerikan. Dia di tusuk lebih dari satu kali gan-sis! Luka terlihat di dadanya, lumayan banyak.
Spoiler for Instagram:
Konten Sensitif
Buka
Korban ini ternyata mahasiswa jurusan Sastra Rusia, lho. Wah, pasti banyak yg kaget ya mendengar berita ini. Apalagi, pelakunya ternyata adalah kakak tingkat korban sendiri. Gimana dapat, ya? Kok dapat ada kejadian seaneh ini?
Kabar baiknya, pelaku sudah berhasil ditangkap oleh pihak berwajib. Sekarang dia sedang menjalani pemeriksaan untuk mengungkapkan alasan di balik perbuatannya yg mengerikan ini. Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya, ya.
Menurut keterangan yg saya baca di salah satu media detikNews, pembunuh nya adalah seniornya sendiri. Yang mana selama ini berteman dengan baik.
Teman baik tetapi membunuh
Menurut berita dari detikNews korban di bunuh berdasarkan rasa iri seniornya yg sedang mengalami kesulitan di bidang finansial nya, dia terlilit hutang pinjol & belom membayar uang kosan. Sedangkan korban di nilai oleh pelaku memiliki peruntungan dalam hidupnya. Terbukti dengan barang barang temuan korban yg di curi oleh pelaku, berupa; MacBook, dompet, & iPhone.
Polisi juga mengamankan senjata tajam sebagai barang bukti. Yang mana benda tersebut adalah alat untuk membunuh korban. Dan akhirnya polisi sanggup mengungkap kasus ini, bahkan kurang dari 24 jam.
Spoiler for Instagram:
Perlu kita sadari, kasus ini memang cukup menggemparkan. Bukan cuma di media, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat. Sebagai masyarakat, kita tentu berharap ada tindakan & sanksi yg tegas bagi para pelaku kejahatan seperti ini. Karena perbuatan mereka sangat keji & berdampak luas.
*Kronologi pembunuhan;
Peristiwa pembunuhan di perkirakan hari Rabu di rumah korban. Pelaku menendang korban setelah pintu di buka. Lalu korban di tusuk, sempat mengerjakan perlawanan dengan mengigit tangan pelaku, hingga cincin pelaku tertinggal di kerongkongan korban.
Pelaku membunuh korban mengpakai pisau, di tusuk dari belakang hingga di rasakan kalau napasnya berhenti. Kemudian di bungkus plastik hitam & diletakkan di bawah ranjang. Seusainya menciptakan pelaku mencuri barang-barang milik korban.
Pihak keluarga yg tidak dapat menghubungi korban, segera menyuruh pamannya untuk memeriksa korban di indekosannya. Dengan bantuan dari penjaga kosan, pada akhirnya korban dapat ditemukan, walaupun sudah tidak lagi bernyawa.
Waktu itu pamannya sempat kaget & lari keluar, karena melihat kaki manusia, ketika plastik hitam di tarik dari bawah tempat tidur. Kemudian di laporkan ke pihak kepolisian. Lalu polisi menyelidiki kasus tersebut, hingga pada akhirnya menemukan pelaku utamanya.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, juga menyampaikan bahwa perbuatan pelaku ini tidak pantas mendapatkan restorative justice. Mereka perlu mendapatkan sanksi yg tegas. Kita harus memberikan contoh bahwa kejahatan semacam ini tidak akan ditoleransi.
Semoga kasus ini segera mendapatkan keadilan yg pantas. Kita berharap supaya tidak ada lagi kasus serupa yg terjadi di masa depan. Kita harus menjaga keamanan & keselamatan di sekitar kita, supaya tidak ada lagi korban yg tak berdosa seperti mahasiswa FIB UI ini.
Jangan lupa kasih
Yuk, kita berdoa supaya keluarga korban diberikan ketabahan & kekuatan menghadapi cobaan ini. Semoga korban dapat mendapatkan keadilan yg pantas. Tetap waspada & jaga diri, ya, agan-agan & sista-sista KASKUS!
Karena....
sumber tulisan Hari ini 15:30
Konten Sensitif
Buka
Halo agan-agan & sista-sista KASKUS! berjumpa lagi sama aye, yg mana lagi santai liburan di rumah, lalu main hape & akhirnya berselancar di Instagram, yg pada awalnya cuma pharap dapat hiburan, tetapi tau gak agan & sista, kalau aye menemukan berita yg lagi anget-angetnya di bicarakan media sosial.
Well ....
Ternyata ada berita yg cukup menghebohkan loh! Kajadian nya di Margonda, depok, itu deket rumahnya om kolaji lagi.
Dan kalian tau gak? Di sebuah indekosan kukusan, Beji, Depok itu, polisi di sibukkan dengan penemuan sudah zenazah, terbungkus plastik di bawah kolong tempat tidur, pada hari Jum'at kemarin.
Berawal dari panggilan telpon yg sulit di hubungi, pada akhirnya salah satu pihak keluarganya mengecek di kosan. Dan ternyata yg ditemukan cuma jasadnya saja.
Korban adalah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) di Universitas Indonesia (UI), meninggal dunia dalam keadaan yg sangat mengerikan. Dia di tusuk lebih dari satu kali gan-sis! Luka terlihat di dadanya, lumayan banyak.
Spoiler for Instagram:
Konten Sensitif
Buka
Instagram
Korban ini ternyata mahasiswa jurusan Sastra Rusia, lho. Wah, pasti banyak yg kaget ya mendengar berita ini. Apalagi, pelakunya ternyata adalah kakak tingkat korban sendiri. Gimana dapat, ya? Kok dapat ada kejadian seaneh ini?
Kabar baiknya, pelaku sudah berhasil ditangkap oleh pihak berwajib. Sekarang dia sedang menjalani pemeriksaan untuk mengungkapkan alasan di balik perbuatannya yg mengerikan ini. Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya, ya.
Menurut keterangan yg saya baca di salah satu media detikNews, pembunuh nya adalah seniornya sendiri. Yang mana selama ini berteman dengan baik.
Teman baik tetapi membunuh
Menurut berita dari detikNews korban di bunuh berdasarkan rasa iri seniornya yg sedang mengalami kesulitan di bidang finansial nya, dia terlilit hutang pinjol & belom membayar uang kosan. Sedangkan korban di nilai oleh pelaku memiliki peruntungan dalam hidupnya. Terbukti dengan barang barang temuan korban yg di curi oleh pelaku, berupa; MacBook, dompet, & iPhone.
Polisi juga mengamankan senjata tajam sebagai barang bukti. Yang mana benda tersebut adalah alat untuk membunuh korban. Dan akhirnya polisi sanggup mengungkap kasus ini, bahkan kurang dari 24 jam.
Spoiler for Instagram:
Instagram
Perlu kita sadari, kasus ini memang cukup menggemparkan. Bukan cuma di media, tetapi juga di tengah-tengah masyarakat. Sebagai masyarakat, kita tentu berharap ada tindakan & sanksi yg tegas bagi para pelaku kejahatan seperti ini. Karena perbuatan mereka sangat keji & berdampak luas.
*Kronologi pembunuhan;
Peristiwa pembunuhan di perkirakan hari Rabu di rumah korban. Pelaku menendang korban setelah pintu di buka. Lalu korban di tusuk, sempat mengerjakan perlawanan dengan mengigit tangan pelaku, hingga cincin pelaku tertinggal di kerongkongan korban.
Pelaku membunuh korban mengpakai pisau, di tusuk dari belakang hingga di rasakan kalau napasnya berhenti. Kemudian di bungkus plastik hitam & diletakkan di bawah ranjang. Seusainya menciptakan pelaku mencuri barang-barang milik korban.
Pihak keluarga yg tidak dapat menghubungi korban, segera menyuruh pamannya untuk memeriksa korban di indekosannya. Dengan bantuan dari penjaga kosan, pada akhirnya korban dapat ditemukan, walaupun sudah tidak lagi bernyawa.
Waktu itu pamannya sempat kaget & lari keluar, karena melihat kaki manusia, ketika plastik hitam di tarik dari bawah tempat tidur. Kemudian di laporkan ke pihak kepolisian. Lalu polisi menyelidiki kasus tersebut, hingga pada akhirnya menemukan pelaku utamanya.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, juga menyampaikan bahwa perbuatan pelaku ini tidak pantas mendapatkan restorative justice. Mereka perlu mendapatkan sanksi yg tegas. Kita harus memberikan contoh bahwa kejahatan semacam ini tidak akan ditoleransi.
Semoga kasus ini segera mendapatkan keadilan yg pantas. Kita berharap supaya tidak ada lagi kasus serupa yg terjadi di masa depan. Kita harus menjaga keamanan & keselamatan di sekitar kita, supaya tidak ada lagi korban yg tak berdosa seperti mahasiswa FIB UI ini.
Jangan lupa kasih
Yuk, kita berdoa supaya keluarga korban diberikan ketabahan & kekuatan menghadapi cobaan ini. Semoga korban dapat mendapatkan keadilan yg pantas. Tetap waspada & jaga diri, ya, agan-agan & sista-sista KASKUS!
Karena....
*Semua kejahatan terjadi di sebabkan adanya sebuah kesempatan untuk mengerjakan pelanggaran hukum*
WASPADALAH!
WASPADALAH!
sumber tulisan Hari ini 15:30