Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bintaro adalah nama dari sebuah daerah di Jakarta Selatan. Jika mendengar nama Bintaro, maka orang-orang akan langsung membayangkan hal-hal yg menyeramkan. Pasalnya di daerah itulah, pernah terjadi kecelakaan kereta api yg menewaskan ratusan orang pada tahun 1987. Namun cerita angker seputar kecelakaan Bintaro belum berhenti hingga & sana. Berikut ini adalah 4 fakta mencengangkan seputar Tragedi Bintaro.
Kecelakaan Kereta Api Paling Berdarah di Indonesia
Spoiler for peristiwa Tragedi kereta Bintaro :
Walaupun peristiwanya sudah terjadi lebih dari 30 tahun yg lalu, peristiwa Tragedi Bintaro masih banyak diingat hingga sekarang. Pasalnya dalam sejarah panjang perkereta apian Indonesia, tidak ada tragedi kecelakaan kereta api merenggut korban jiwa lebih banyak selain tragedi di Bintaro pada tahun 1987. Sebanyak 139 orang diketahui jadi korban tewas dalam insiden naas ini.
Insiden ini bermula ketika pada hari naas tersebut, kereta 220 berangkat meninggalkan Stasiun Kebayoran. Padahal semestinya kereta tersebut menunggu terlebih dahulu hingga kereta 225 tiba di Stasiun Kebayoran. Namun karena kereta 225 terlambat tiba di Stasiun Sudimara, kereta 220 pun kemudian tetap diberangkatkan.
Sementara itu di Stasiun Sudimara, begitu menerima informasi kalau kereta 220 sudah pergi meninggalkan Stasiun Kebayoran, kepala stasiun lantas meminta kepada juru langsir untuk memberitahukan masinis atau pengemudi kereta 225 sudah dirinya berangkat di jalur yg berbeda.
Namun sebelum juru langsir sempat memberikan aba-aba, kereta 225 keburu berangkat lebih dulu sesuai dengan jadwal awal. Terlebih lagi kondisi kereta saat itu sudah semakin penuh & penumpang sudah ada yg meluber hingga ke atap serta lokomotif kereta.
Juru langsir Stasiun Sudimara yg melihat hal tersebut jelas merasa kaget bukan kepalang. Dengan susah payah, ia pun turun berlari ke atas rel sambil mencoba menghentikan kereta, namun usahanya sia-sia karena terlalu banyaknya penumpang menyebabkan masinis tidak dapat melihat keberadaan juru langsir.
Di tengah-tengah perjalanan itulah, kereta 225 berpapasan dengan kereta 220 yg melaju kencang dari arah berlawanan. Masinis kereta 225 mencoba menghentikan kereta dengan memakai rem darurat.
Namun karena masing-masing kereta sudah berjarak terlalu dekat, kereta tidak sempat berhenti & terjadilah tabrakan yg amat dahsyat. Saking kerasnya tabrakan tersebut, gerbong-gerbong kereta hingga terguling hingga keluar rel.
Nasib Masinis Kereta 225
Spoiler for pengemudi kereta 225 adalah Slamet Suradio:
Saat kecelakaan ini terjadi, yg jadi masinis atau pengemudi kereta 225 adalah Slamet Suradio. Salah satu koran lokal sempat mengabarkan kalau Slamet mencoba kabur seusai tabrakan terjadi, namun ia membantahnya & menyatakan kalau ia mengalami pincang akibat tabrakan ini.
Karena tubuhnya terjepit oleh badan lokomotif yg penyok, Slamet terpaksa merangkak keluar lokomotif melalui jendela dalam kondisi bersimbah darah. Namun derita Slamet yg sebenarnya baru dimulai.
Slamet dianggap bersalah karena membawa kereta melaju meninggalkan Stasiun Sudimara tanpa izin. Namun Slamet balik membela diri dengan menyatakan bahwa ia tidak mengerjakan kesalahan karena ia sudah mengantongi izin pemindahan tempat persilangan. Ia balik menyalahkan pihak Stasiun Kebayoran yg memberikan izin kepada kereta 220 untuk berangkat.
Meskipun Slamet bersikeras kalau dirinya tidak bersalah, ia tetap dinyatakan bersalah atas insiden ini. Slamet pun kemudian dijatuhi sanksi penjara 4 tahun. Sudah jatuh tertimpa tangga, saat Slamet tengah menjalani sanksi penjara, istrinya kemudian malah menikah dengan pria lain.
Saat Slamet sudah selesai menjalani masa hukumannya, Slamet kemudian dipecat dari lembaga kereta api tempatnya bekerja. Akibatnya, Slamet pun tidak berhak menerima uang pensiun & harus terlunta-lunta di sisa hidupnya. Sekarang Slamet bekerja sebagai penjual rokok di stasiun kereta Purworejo yg juga merupakan kampung halamannya dengan pendapatan seadanya.
Ada Tragedi Kereta Lain yg Pernah Terjadi di Bintaro
Spoiler for Tragedi Kereta Pernah Terjadi di Bintaro Pada tahun 2013 :
Kecelakaan kereta api yg terjadi pada tahun 1987 merupakan peristiwa yg paling diingat kalau seseorang diminta menyebutkan tragedi kereta api yg pernah terjadi di Bintaro. Namun peristiwa tersebut ternyata bukanlah satu-satunya peristiwa di Bintaro yg melibatkan kereta api & merenggut korban jiwa.
Pada tahun 2013, peristiwa kecelakaan fatal yg melibatkan kereta api juga pernah terjadi di Bintaro. Kecelakaan ini terjadi ketika kereta penumpang bertabrakan dengan truk tangki yg sedang berada di tengah-tengah rel. Akibat kecelakaan ini, sebanyak 4 orang dilaporkan jadi korban tewas.
Kecelakaan ini semestinya dapat dihindari kalau truk pembawa muatan BBM tersebut tidak nekat menerobos palang rel kereta yg sudah tertutup. Padahal dari arah lain, ada kereta yg sedang melaju kencang dengan laju 70 km/jam. Tabrakan maut antara kereta dengan truk tangki pun tak terhindarkan.
Karena truk tersebut mengangkut muatan BBM sebanyak ribuan liter yg notabene mudah terbakar, tabrakan ini kemudian diikuti dengan munculnya ledakan akbar sebanyak 3 kali. Selain kereta & truk tangki, sejumlah motor & warung nasi Padang yg berada tepat di dekat rel juga ikut terbakar.
Jika kita mundur lagi ke belakang, ternyata pada tahun 1948 juga pernah ada peristiwa berdarah yg mengambil tempat di Bintaro. Tepatnya saat Indonesia masih dilanda konflik antara tentara kemerdekaan Indonesia melawan punggawa Belanda.
Menurut salah seorang warga setempat yg bernama Mahfud kepada wartawan suatu media lokal, peristiwa tersebut terjadi ketika kereta yg dinaiki para tentara Indonesia bertolak dari arah Banten menuju Kebayoran Lama. Saat itu, Kobayoran Lama masih jadi letak markas Belanda.
Saat di tengah perjalanan, para tentara Indonesia tadi ternyata malah ditembaki oleh tentara Belanda. Akibatnya, sejumlah tentara Indonesia harus kehilangan nyawanya. Karena kondisi pada masa itu yg masih belum kondusif, mayat-mayat mereka pada waktu itu tidak langsung dimakamkan & sempat dibiarkan tergeletak di sepanjang rel.
Banyak Kasus Penampakan di Sekitar Rel Bintaro
Spoiler for Banyak Kasus Penampakan di Sekitar Rel Bintaro via magazine.job-like.com:
Meskipun Tragedi Bintaro 1987 sudah lama berlalu, reputasi angker yg membayangi bekas letak kecelakaan masih tetap terasa hingga sekarang. Warga setempat mengaku kalau saat hari sudah gelap, mereka kerap mendengar suara tangisan anak-anak di dekat bekas letak kecelakaan.
Padahal saat itu tidak anak-anak yg sedang berada di lokasi. Bahkan ada yg mengaku pernah melihat sosok anak-anak dalam kondisi bersimbah darah & anggota badannya sudah tidak utuh.
Cerita mistis seputar bekas letak Tragedi Bintaro masih belum berhenti hingga di sana. Menurut saksi mata lain, sering ada hantu tanpa kepala yg menampakkan diri di dekat rel. Selain menampakkan diri, hantu tersebut konon juga kerap mengusik pengemudi kendaraan bermotor di sekitar letak sehingga daerah sekitar Bintaro kerap jadi letak kecelakaan lalu lintas.
Dalam cerita lain, ada fenomena aneh yg kerap diketahui sebagai Kereta Hantu Bintaro. Menurut pengakuan sejumlah korban yg pernah mengalami sendiri peristiwa ini, pada awalnya mereka menaiki kereta dari Tanah Abang. Namun saat sudah menaiki kereta, ternyata kereta yg mereka naiki tidak pernah hingga ke tujuan.
Saat berada di jalur tempat terjadinya Tragedi Bintaro, kereta tersebut kemudian berhenti supaya penumpang turun. Padahal di letak tersebut, tidak ada tempat pemberhentian kereta. Yang lebih membingungkannya lagi adalah saat penumpang benar-benar turun di Bintaro, warga setempat mengaku tidak melihat ada kereta yg berhenti cuma di sana. Mereka justru berkat kalau penumpang yg mengaku naik kereta sebenarnya sedang berjalan kaki sambil melamun di atas rel.
Sumber :
Quote:
Hari ini 04:32
Kecelakaan Kereta Api Paling Berdarah di Indonesia
Spoiler for peristiwa Tragedi kereta Bintaro :
Walaupun peristiwanya sudah terjadi lebih dari 30 tahun yg lalu, peristiwa Tragedi Bintaro masih banyak diingat hingga sekarang. Pasalnya dalam sejarah panjang perkereta apian Indonesia, tidak ada tragedi kecelakaan kereta api merenggut korban jiwa lebih banyak selain tragedi di Bintaro pada tahun 1987. Sebanyak 139 orang diketahui jadi korban tewas dalam insiden naas ini.
Insiden ini bermula ketika pada hari naas tersebut, kereta 220 berangkat meninggalkan Stasiun Kebayoran. Padahal semestinya kereta tersebut menunggu terlebih dahulu hingga kereta 225 tiba di Stasiun Kebayoran. Namun karena kereta 225 terlambat tiba di Stasiun Sudimara, kereta 220 pun kemudian tetap diberangkatkan.
Sementara itu di Stasiun Sudimara, begitu menerima informasi kalau kereta 220 sudah pergi meninggalkan Stasiun Kebayoran, kepala stasiun lantas meminta kepada juru langsir untuk memberitahukan masinis atau pengemudi kereta 225 sudah dirinya berangkat di jalur yg berbeda.
Namun sebelum juru langsir sempat memberikan aba-aba, kereta 225 keburu berangkat lebih dulu sesuai dengan jadwal awal. Terlebih lagi kondisi kereta saat itu sudah semakin penuh & penumpang sudah ada yg meluber hingga ke atap serta lokomotif kereta.
Juru langsir Stasiun Sudimara yg melihat hal tersebut jelas merasa kaget bukan kepalang. Dengan susah payah, ia pun turun berlari ke atas rel sambil mencoba menghentikan kereta, namun usahanya sia-sia karena terlalu banyaknya penumpang menyebabkan masinis tidak dapat melihat keberadaan juru langsir.
Di tengah-tengah perjalanan itulah, kereta 225 berpapasan dengan kereta 220 yg melaju kencang dari arah berlawanan. Masinis kereta 225 mencoba menghentikan kereta dengan memakai rem darurat.
Namun karena masing-masing kereta sudah berjarak terlalu dekat, kereta tidak sempat berhenti & terjadilah tabrakan yg amat dahsyat. Saking kerasnya tabrakan tersebut, gerbong-gerbong kereta hingga terguling hingga keluar rel.
Nasib Masinis Kereta 225
Spoiler for pengemudi kereta 225 adalah Slamet Suradio:
Saat kecelakaan ini terjadi, yg jadi masinis atau pengemudi kereta 225 adalah Slamet Suradio. Salah satu koran lokal sempat mengabarkan kalau Slamet mencoba kabur seusai tabrakan terjadi, namun ia membantahnya & menyatakan kalau ia mengalami pincang akibat tabrakan ini.
Karena tubuhnya terjepit oleh badan lokomotif yg penyok, Slamet terpaksa merangkak keluar lokomotif melalui jendela dalam kondisi bersimbah darah. Namun derita Slamet yg sebenarnya baru dimulai.
Slamet dianggap bersalah karena membawa kereta melaju meninggalkan Stasiun Sudimara tanpa izin. Namun Slamet balik membela diri dengan menyatakan bahwa ia tidak mengerjakan kesalahan karena ia sudah mengantongi izin pemindahan tempat persilangan. Ia balik menyalahkan pihak Stasiun Kebayoran yg memberikan izin kepada kereta 220 untuk berangkat.
Meskipun Slamet bersikeras kalau dirinya tidak bersalah, ia tetap dinyatakan bersalah atas insiden ini. Slamet pun kemudian dijatuhi sanksi penjara 4 tahun. Sudah jatuh tertimpa tangga, saat Slamet tengah menjalani sanksi penjara, istrinya kemudian malah menikah dengan pria lain.
Saat Slamet sudah selesai menjalani masa hukumannya, Slamet kemudian dipecat dari lembaga kereta api tempatnya bekerja. Akibatnya, Slamet pun tidak berhak menerima uang pensiun & harus terlunta-lunta di sisa hidupnya. Sekarang Slamet bekerja sebagai penjual rokok di stasiun kereta Purworejo yg juga merupakan kampung halamannya dengan pendapatan seadanya.
Ada Tragedi Kereta Lain yg Pernah Terjadi di Bintaro
Spoiler for Tragedi Kereta Pernah Terjadi di Bintaro Pada tahun 2013 :
Kecelakaan kereta api yg terjadi pada tahun 1987 merupakan peristiwa yg paling diingat kalau seseorang diminta menyebutkan tragedi kereta api yg pernah terjadi di Bintaro. Namun peristiwa tersebut ternyata bukanlah satu-satunya peristiwa di Bintaro yg melibatkan kereta api & merenggut korban jiwa.
Pada tahun 2013, peristiwa kecelakaan fatal yg melibatkan kereta api juga pernah terjadi di Bintaro. Kecelakaan ini terjadi ketika kereta penumpang bertabrakan dengan truk tangki yg sedang berada di tengah-tengah rel. Akibat kecelakaan ini, sebanyak 4 orang dilaporkan jadi korban tewas.
Kecelakaan ini semestinya dapat dihindari kalau truk pembawa muatan BBM tersebut tidak nekat menerobos palang rel kereta yg sudah tertutup. Padahal dari arah lain, ada kereta yg sedang melaju kencang dengan laju 70 km/jam. Tabrakan maut antara kereta dengan truk tangki pun tak terhindarkan.
Karena truk tersebut mengangkut muatan BBM sebanyak ribuan liter yg notabene mudah terbakar, tabrakan ini kemudian diikuti dengan munculnya ledakan akbar sebanyak 3 kali. Selain kereta & truk tangki, sejumlah motor & warung nasi Padang yg berada tepat di dekat rel juga ikut terbakar.
Jika kita mundur lagi ke belakang, ternyata pada tahun 1948 juga pernah ada peristiwa berdarah yg mengambil tempat di Bintaro. Tepatnya saat Indonesia masih dilanda konflik antara tentara kemerdekaan Indonesia melawan punggawa Belanda.
Menurut salah seorang warga setempat yg bernama Mahfud kepada wartawan suatu media lokal, peristiwa tersebut terjadi ketika kereta yg dinaiki para tentara Indonesia bertolak dari arah Banten menuju Kebayoran Lama. Saat itu, Kobayoran Lama masih jadi letak markas Belanda.
Saat di tengah perjalanan, para tentara Indonesia tadi ternyata malah ditembaki oleh tentara Belanda. Akibatnya, sejumlah tentara Indonesia harus kehilangan nyawanya. Karena kondisi pada masa itu yg masih belum kondusif, mayat-mayat mereka pada waktu itu tidak langsung dimakamkan & sempat dibiarkan tergeletak di sepanjang rel.
Banyak Kasus Penampakan di Sekitar Rel Bintaro
Spoiler for Banyak Kasus Penampakan di Sekitar Rel Bintaro via magazine.job-like.com:
Meskipun Tragedi Bintaro 1987 sudah lama berlalu, reputasi angker yg membayangi bekas letak kecelakaan masih tetap terasa hingga sekarang. Warga setempat mengaku kalau saat hari sudah gelap, mereka kerap mendengar suara tangisan anak-anak di dekat bekas letak kecelakaan.
Padahal saat itu tidak anak-anak yg sedang berada di lokasi. Bahkan ada yg mengaku pernah melihat sosok anak-anak dalam kondisi bersimbah darah & anggota badannya sudah tidak utuh.
Cerita mistis seputar bekas letak Tragedi Bintaro masih belum berhenti hingga di sana. Menurut saksi mata lain, sering ada hantu tanpa kepala yg menampakkan diri di dekat rel. Selain menampakkan diri, hantu tersebut konon juga kerap mengusik pengemudi kendaraan bermotor di sekitar letak sehingga daerah sekitar Bintaro kerap jadi letak kecelakaan lalu lintas.
Dalam cerita lain, ada fenomena aneh yg kerap diketahui sebagai Kereta Hantu Bintaro. Menurut pengakuan sejumlah korban yg pernah mengalami sendiri peristiwa ini, pada awalnya mereka menaiki kereta dari Tanah Abang. Namun saat sudah menaiki kereta, ternyata kereta yg mereka naiki tidak pernah hingga ke tujuan.
Saat berada di jalur tempat terjadinya Tragedi Bintaro, kereta tersebut kemudian berhenti supaya penumpang turun. Padahal di letak tersebut, tidak ada tempat pemberhentian kereta. Yang lebih membingungkannya lagi adalah saat penumpang benar-benar turun di Bintaro, warga setempat mengaku tidak melihat ada kereta yg berhenti cuma di sana. Mereka justru berkat kalau penumpang yg mengaku naik kereta sebenarnya sedang berjalan kaki sambil melamun di atas rel.
Sumber :
Quote:
Hari ini 04:32