• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Fakta dan Mitos Seputar Kesehatan Mata

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
125802p.jpg


Banyak mitos yang berkembang seputar kesehatan mata. Bagaimana kebenarannya? Inilah penjelasan Dr Ricky Roroh, SpM dari Klinik Mata Nusantara.

Mitos: Konsumsi wortel setiap hari akan membuat mata sehat, pandangan jernih, dan mencegah rabun jauh.

Fakta: Wortel mengandung karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Tapi sumber karoten tidak hanya wortel. Buah lain seperti pepaya dan mangga juga mengandung karoten yang tinggi, bahkan buah merah dari Papua yang sedang tren saat ini telah diteliti mengandung karoten yang jauh lebih tinggi dari buah-buah lainnya. Jadi, meski wortel bermanfaat untuk kesehatan mata, tidak perlu mengonsumsinya setiap hari. Sumber karoten bisa diselang-seling dengan buah-buah lainnya dalam jumlah secukupnya.

Orang pun menganggap sayuran yang mengandung vitamin A ini berperan besar dalam fungsi penglihatan manusia. Tapi sebenarnya vitamin A yang ada dalam wortel lebih banyak berperan pada metabolisme sel-sel saraf yang ada di retina. Jadi, banyak makan wortel pun tak dapat mencegah bertambahnya/mengurangi jumlah minus/plus/ silinder lensa kacamata anak. Maksudnya, kalau pangkal kesalahan terjadi pada sistem optik tentu vitamin A tidak bisa memperbaiki keadaan tersebut. Sama dengan kamera yang lensanya sudah tidak fokus. Film dengan merek apa pun yang dipakai tetap akan menghasilkan gambar buram.

Mitos: Membaca sambil tiduran menyebabkan rabun jauh.

Fakta: Mitos ini tidak benar. Seseorang yang sudah punya kecenderungan rabun jauh, misalnya dalam keluarga hampir semua menderita rabun jauh, meski tidak pernah membaca sambil tiduran, tetap saja berpotensi terkena rabun jauh. Yang menjadi masalah dalam aktivitas ini adalah apabila jarak baca terlalu dekat. Seperti diketahui membaca sambil tidur biasanya membuat jarak buku dengan mata makin lama makin dekat sehingga mata dipaksa untuk terus fokus dalam jarak yang tidak ideal. Tidak hanya sambil tiduran, membaca sambil duduk atau berdiri sekalipun kalau jaraknya kurang dari 12 inci (sekitar 30 cm) membuat mata cepat lelah sehingga dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan rabun jauh.

Mitos: Membaca dengan cahaya remang-remang menyebabkan rabun jauh.

Fakta: Membaca dalam ruang yang penerangannya kurang membuat mata cepat lelah. Seperti laiknya melihat dalam gelap, mata harus berakomodasi maksimal supaya obyek dapat terlihat. Saat membaca sebaiknya penerangan dalam ruangan tersebut cukup, lebih baik lagi kalau cahaya datang dari arah belakang anak. Tak hanya remang-remang, cahaya yang berlebihan pun sama tak layaknya untuk kesehatan mata.

Mitos: Melihat laut/pemandangan hijau dapat menyembuhkan rabun jauh.

Fakta: Seperti otot-otot lainnya, otot mata pun butuh relaksasi. Sebagai gambaran, seseorang yang duduk terlalu lama pinggangnya akan terasa pegal-pegal. Demikian halnya dengan mata. Kalau mata digunakan untuk melihat satu fokus yang sama dalam waktu lama, misalnya membaca buku yang tebal, akan terasa sangat lelah. Untuk itu disarankan melihat titik terjauh sebagai relaksasi otot mata. Tidak harus melihat laut/pemandangan hijau, yang penting melihat titik terjauh. Dan yang harus diingat, kegiatan ini bukan untuk menyembuhkan rabun jauh melainkan sekadar sebagai relaksasi otot mata.

Mitos: Kacamata harus dipakai terus-menerus supaya minus mata tidak bertambah.

Fakta: Mitos ini sama sekali tidak benar. Seorang dengan gangguan rabun jauh akan kesulitan melihat tanpa kacamata. Itulah sebabnya kacamata harus dipakai. Tapi tentu saja tidak di setiap kesempatan kacamata harus dipakai terus. Bertambahnya minus disebabkan jarak retina ke lensa makin panjang seiring bertambahnya usia dan bukan karena dipakai/tidaknya kacamata.

Ada juga anggapan kacamata jangan terus-terusan dipakai karena malah akan menambah minus. Ini juga tak masuk logika. Sama dengan anggapan kalau kacamata harus selalu dipakai agar kelainan refraksi tak tambah parah. Perkembangan ukuran bola mata sama seperti perkembangan tubuh manusia. Ukuran bola mata bayi akan lebih kecil ketimbang ukuran bola mata orang dewasa. Hal ini berarti dari masa bayi hingga masa dewasa sebetulnya terjadi perkembangan pada ukuran/dimensi bola mata. Pada 2 tahun pertama yang sangat berkembang adalah sistem optik di bagian depan mata (segmen depan), yaitu sebesar 60 %. Setelah usia 2 tahun segmen depan masih berkembang tapi sudah tidak begitu pesat.

Segmen belakang akan tumbuh pesat saat usia anak berkisar 4 sampai 15 tahun yang kemudian menjadi lambat perkembangannya dan berhenti di sekitar usia 18 tahun. Artinya, bagian belakang bola mata di mana retina berada makin lama makin panjang sesuai dengan pertambahan usia. Jadi kalau pada usia 6 tahun mata anak sudah mencapai minus dua, itu karena jarak retina ke lensa makin panjang sehingga minusnya pun akan bertambah besar. Dengan kata lain, penambahan minus pada usia pertumbuhan bisa dikatakan alamiah.
 
OOOooooooooooooo.............. baru tau .....ni......

Kalo silindris sebabnya oleh apa ya????? .......tolong dong TS..
 
Nice.... /heh

/no1

Great Post nie.... /heh
 
OOOooooooooooooo.............. baru tau .....ni......

Kalo silindris sebabnya oleh apa ya????? .......tolong dong TS..

mata silindris (mata astigmat) disebabkan karena kelaianan yang terjadi pada kornea, sehingga kornea permukaannya menjadi tidak rata. ketika cahaya masuk ke mata, lewatin kornea, harusnya dia di arahkan kornea ke pusat mata, tapi karena korneannya permukaannya ga rata, akibatnya arah cahaya yang diteruskannya jadi berantakan.

bisa dilihat digambar dibawah ini: (yg bulet2 lonjong itu korneanya) :D
mata.gif


apa yang menyebabkan kelainan pada kornea ini? biasanya karena genetik (bawaan) atau ada sebuah sumber yang mengatakan, kita semua sudah punya "kemampuan" untuk menjadi silindris. tapi penyebab pastinya belom bisa diketahui :)
 
Udah dijawab dengan baik.... makasih yah.... hehehehe
 
gw sih minus udah lama, sejak smp... sempat normal sebentar (paling 3 bulan) sekarang balik legi ke 125 kiri, dan 175 kanan....
 
wow berhubung punya kekuarangan fungsi mata, artikel ini jadi sangat berguna untuk saya :D

tapi untuk rabun jauh sekarang udah banyak alternatif untuk sembuh loh :D
 
Wah bagus nih.

manfaat buat aku yang pengguna kaca mata, aku g suka wortel, tapi bnr kan bs d ganti pke buah yang laen ^^.

Yup betul mang baca sambil tdr g ngaruh cm jaraknya aj yang salah.
 
Wah,info bgs nih,thanks yah. Mata wa mang dah mulai bermasalah nih. :D
 
Wah, klo main game buat minus udah bukan mitos lagi ya...
Thx for the info...
 
Makanan untuk Perlindungan Mata


Mata merupakan indera yang sangat kita butuhkan. Tanpa mata, kita tidak dapat melakukan pekerjaan dan berbagai kegiatan secara maksimal. Untuk itu, upaya maksimal dalam menjaga mata perlu kita lakukan. Diantaranya adalah dengan mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin A.

Selama ini, wortel terkenal sebagai sayuran berhasiat untuk melindungi penglihatan. Padahal dalam banyak studi diketahui bahwa untuk melindungi mata diperlukan berbagai jenis nutrien. Ada berbagai bahan makanan sebagai sumber vitamin A yaitu daun katuk, wortel rebus, Andaliman, Lamtoro Gung, Tempe lamtoro Gung, daun singkong rebus, tepung ikan, ikan belida, telur, tepung teri, belut dan jagung.

Berikut ini, contoh makanan buah yang mengandung tiga nutrien utama untuk melindungi penglihatan:

Telur
Kuning telur kaya akan lutein, yaitu suatu zat antioksidan yang dapat mengurangi risiko berkembangnya katarak. Sumber makanan lain yang juga kaya lutein antara lain brokoli, brussels sprout dan buah kiwi.

Jagung
Jagung mengandung berbagai macam zat-zat terbaik, seperti zeaxanthin yaitu zat yang dapat membantu mencegah terjadinya age-related macular degeneration (masalah penglihatan yang terjadi berkaitan dengan usia menua, yaitu kehilangan penglihatan pada orang-orang lanjut usia). Antioksidan ini juga ditemukan dalam buah jeruk.

Mangga
Mangga diketahui mengandung beta karoten yang oleh tubuh kita diubah menjadi vitamin A seperti yang dibutuhkan. Vitamin A membantu mencegah rabun senja. Paprika merah juga banyak mengandung karotenoid yang sehat.
 
hmm... Gw pernah baca di website kesehatan kalau wortel yang dimasak lebih baik dibandingkan yang mentah karena kadar antioksidan pada wortel yang dimasak terutama bersama sejumlah kecil lemak/minyak lebih mudah diserap tubuh~
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.