Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kesulitan tubuh dalam mencerna (memproses) suatu tipe makanan atau bahan tertentuyang dikonsumsi. Inibukanlah reaksi alergikarena tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh (sistem imun).
Alergi Makanan:Seperti sistem alarm tubuh yg keliru. Tubuh mengira bahan makanan yg tidak berbahaya (seperti kacang) sebagai ancaman, lalu memicu reaksi berlebihan & berpotensi mengancam jiwa.
Intoleransi Makanan:Seperti mesin pencernaan yg "kewalahan" atau tidak memiliki alat yg tepat untuk memecah suatu makanan. Reaksinya umumnya terlokalisir di sistem pencernaan & tidak mengancam jiwa, meski dapat sangat tidak nyaman.
Intoleransi makanan dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
Kekurangan Enzim Pencernaan
Ini adalah penyebab paling umum. Tubuh memproduksi enzim yg tidak cukup untuk memecah komponen makanan tertentu.
Contoh Terkenal: Intoleransi Laktosa.Tubuh kekurangan enzimlaktaseyang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (gula dalam susu). Akibatnya, laktosa tidak tercerna dengan baik di usus halus & menimbulkan gejala.
Reaksi Terhadap Bahan Kimia Alami dalam Makanan
Beberapa makanan secara alami mengandung zat kimia yg dapat mengiritasi sistem pencernaan pada beberapa orang.
Contoh:
Salicylates:Terdapat dalam buah, sayuran, teh, kopi, rempah-rempah.
Histamin
itemukan dalam makanan yg difermentasi, keju, ikan kaleng, alkohol.
Kafein
ada kopi, teh, cokelat.
Sensitivitas Terhadap Aditif Makanan
Beberapa orang bereaksi kepada bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, atau pemanis buatan.
Contoh: Sulfit(pengawet dalam wine, buah kering),MSG(penyedap rasa), danpemanis buatantertentu (seperti sorbitol & manitol).
Kondisi Kesehatan Tertentu
Penyakit tertentu dapat menyebabkan atau memperburuk intoleransi makanan.
Contoh:Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit Celiac (meski melibatkan sistem imun, gejalanya mirip intoleransi & berbeda dari alergi), & penyakit radang usus.
Gejala Intoleransi Makanan
Gejala biasanya muncul secarabertahap, beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan pemicu, & berlangsung dalam waktu yg lama. Gejala utamanya berkaitan dengan sistem pencernaan:
Kembung, begah, & banyak gas (flatulen)
Sakit perut atau kram
Diare
Konstipasi (sembelit)
Mual
Mulas
Sakit kepala atau migrain
Perasaan tidak enak badan secara umum
Makanan yg Sering Menjadi Pemicu :
Produk Susu:Karena laktosa.
Gluten
rotein dalam gandum, jelai, & gandum hitam (perhatikan: ini berbeda dengan penyakit Celiac).
Kacang-kacangan.
Makanan yg Mengandung FODMAP tinggi:FODMAP adalah karbohidrat rantai pendek yg sulit diserap usus. Banyak ditemukan dalam bawang bombay, bawang putih, beberapa buah, & kacang-kacangan. Ini sering jadi pemicu bagi penderita IBS.
Telur.
Aditif Makanan:Seperti MSG & sulfit.
Diagnosis & Penanganan
Jika Anda menduga memiliki intoleransi makanan, langkah-langkah berikut dapat membantu:
Konsultasi dengan Dokter:Sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lain yg lebih serius, seperti alergi makanan atau penyakit Celiac.
Buat Buku Harian Makanan:Catat semua yg Anda makan & minum, serta gejala yg muncul. Ini dapat menolong mengidentifikasi pola & makanan pemicu.
Diet Eliminasi
i bawah supervisi dokter atau pakar gizi, Anda akan menghilangkan makanan yg dicurigai dari diet selama beberapa minggu. Kemudian, makanan tersebut diperkenalkan kembali satu per satu sambil memantau reaksi tubuh. Ini adalah cara paling seksama untuk mengidentifikasi pemicu.
Tes Pernapasan Hidrogen:Tes spesifik untuk mendiagnosis intoleransi laktosa.
Penanganan utama untuk intoleransi makanan adalah:
Menghindari atau Membatasimakanan pemicu.
Mengonsumsi Makanan Pengganti(misalnya, susu bebas laktosa untuk intoleransi laktosa).
Membaca Label Makanandengan cermat.
Mengpakai Suplemen Enzim:Seperti tablet laktase yg dapat dikonsumsi sebelum makan produk susu.
Intoleransi makanan adalah masalah pencernaan yg biasa & dapat dikelola dengan baik melalui modifikasi diet & pola makan. Jika gejalanya sangat mengganggu, sering konsultasikan dengan tenaga medis untuk diagnosis & penanganan yg tepat.
Alergi Makanan:Seperti sistem alarm tubuh yg keliru. Tubuh mengira bahan makanan yg tidak berbahaya (seperti kacang) sebagai ancaman, lalu memicu reaksi berlebihan & berpotensi mengancam jiwa.
Intoleransi Makanan:Seperti mesin pencernaan yg "kewalahan" atau tidak memiliki alat yg tepat untuk memecah suatu makanan. Reaksinya umumnya terlokalisir di sistem pencernaan & tidak mengancam jiwa, meski dapat sangat tidak nyaman.
Intoleransi makanan dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
Kekurangan Enzim Pencernaan
Ini adalah penyebab paling umum. Tubuh memproduksi enzim yg tidak cukup untuk memecah komponen makanan tertentu.
Contoh Terkenal: Intoleransi Laktosa.Tubuh kekurangan enzimlaktaseyang dibutuhkan untuk mencerna laktosa (gula dalam susu). Akibatnya, laktosa tidak tercerna dengan baik di usus halus & menimbulkan gejala.
Reaksi Terhadap Bahan Kimia Alami dalam Makanan
Beberapa makanan secara alami mengandung zat kimia yg dapat mengiritasi sistem pencernaan pada beberapa orang.
Contoh:
Salicylates:Terdapat dalam buah, sayuran, teh, kopi, rempah-rempah.
Histamin
itemukan dalam makanan yg difermentasi, keju, ikan kaleng, alkohol.Kafein
ada kopi, teh, cokelat.Sensitivitas Terhadap Aditif Makanan
Beberapa orang bereaksi kepada bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, atau pemanis buatan.
Contoh: Sulfit(pengawet dalam wine, buah kering),MSG(penyedap rasa), danpemanis buatantertentu (seperti sorbitol & manitol).
Kondisi Kesehatan Tertentu
Penyakit tertentu dapat menyebabkan atau memperburuk intoleransi makanan.
Contoh:Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit Celiac (meski melibatkan sistem imun, gejalanya mirip intoleransi & berbeda dari alergi), & penyakit radang usus.
Gejala Intoleransi Makanan
Gejala biasanya muncul secarabertahap, beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan pemicu, & berlangsung dalam waktu yg lama. Gejala utamanya berkaitan dengan sistem pencernaan:
Kembung, begah, & banyak gas (flatulen)
Sakit perut atau kram
Diare
Konstipasi (sembelit)
Mual
Mulas
Sakit kepala atau migrain
Perasaan tidak enak badan secara umum
Makanan yg Sering Menjadi Pemicu :
Produk Susu:Karena laktosa.
Gluten
rotein dalam gandum, jelai, & gandum hitam (perhatikan: ini berbeda dengan penyakit Celiac).Kacang-kacangan.
Makanan yg Mengandung FODMAP tinggi:FODMAP adalah karbohidrat rantai pendek yg sulit diserap usus. Banyak ditemukan dalam bawang bombay, bawang putih, beberapa buah, & kacang-kacangan. Ini sering jadi pemicu bagi penderita IBS.
Telur.
Aditif Makanan:Seperti MSG & sulfit.
Diagnosis & Penanganan
Jika Anda menduga memiliki intoleransi makanan, langkah-langkah berikut dapat membantu:
Konsultasi dengan Dokter:Sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lain yg lebih serius, seperti alergi makanan atau penyakit Celiac.
Buat Buku Harian Makanan:Catat semua yg Anda makan & minum, serta gejala yg muncul. Ini dapat menolong mengidentifikasi pola & makanan pemicu.
Diet Eliminasi
i bawah supervisi dokter atau pakar gizi, Anda akan menghilangkan makanan yg dicurigai dari diet selama beberapa minggu. Kemudian, makanan tersebut diperkenalkan kembali satu per satu sambil memantau reaksi tubuh. Ini adalah cara paling seksama untuk mengidentifikasi pemicu.Tes Pernapasan Hidrogen:Tes spesifik untuk mendiagnosis intoleransi laktosa.
Penanganan utama untuk intoleransi makanan adalah:
Menghindari atau Membatasimakanan pemicu.
Mengonsumsi Makanan Pengganti(misalnya, susu bebas laktosa untuk intoleransi laktosa).
Membaca Label Makanandengan cermat.
Mengpakai Suplemen Enzim:Seperti tablet laktase yg dapat dikonsumsi sebelum makan produk susu.
Intoleransi makanan adalah masalah pencernaan yg biasa & dapat dikelola dengan baik melalui modifikasi diet & pola makan. Jika gejalanya sangat mengganggu, sering konsultasikan dengan tenaga medis untuk diagnosis & penanganan yg tepat.