Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.054
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Facebook, Twitter bertekad perangi rasisme terhadap pemain Inggris.
Reaksi pemain Inggris Marcus Rashford setelah gagal mengeksekusi adu penalti dalam final UEFA Euro 2020 antara Italia & Inggris di Stadion Wembley di Lonfon 11 Juli 2021. Rashofd, Bukayo Saka, & Jadon Sancho jadi korban hinaan rasis setelah gagal jadi penendang penalti. ANTARA/AFP/FRANK AUGSTEIN
Jakarta (ANTARA) - Facebook & Twitter menyatakan akan berusaha keras menghapus komentar rasis yg ditujukan kepada anggota regu sepak bola Inggris menyusul kekalahan menyesakkan dalam final Euro 2020.
Dua raksasa media sosial AS itu berikrar menghapus konten rasis & kebencian yg sudah memicu kecaman dari para pemimpin politik Inggris.
Langkah itu muncul setelah ada rangkaian pesan kasar di Twitter & Instagram yg dimiliki Facebook yg ditujukan kepada Marcus Rashford, Jadon Sancho & Bukayo Saka, tiga pemain yg gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti melawan Italia tersebut.
"Pelecehan rasis menjijikkan yg diarahkan pada pemain Inggris tadi malam itu sama sekali tidak memiliki tempat di Twitter," mengatakan juru bicara layanin pesan singkat yg berbasis di San Francisco tersebut seperti dikutip AFP.
Baca juga: FA kecam aksi rasial kepada pemain Inggris usai kalah di final Euro
Baca juga: Southgate jijik kepada prilaku rasis kepada pemainnya
"Dalam 24 jam terakhir, lewat gabungan otomatisasi berbasis machine learning dan tinjauan oleh manusia, kami segera menghapus lebih dari 1.000 cuitan & secara permanen membekukan sejumlah akun karena melanggar aturan kami, beberapa akbar di antaranya kami deteksi sendiri secara proaktif dengan memanfaatkan teknologi."
Sebelumnya Facebook mengaku "seketika menghapus komentar & akun yg menyasar pelecehan kepada pemain sepak bola Inggris tadi malam & kami akan terus mengambil tindakan kepada mereka yg melanggar aturan kami".
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson & para pemimpin lainnya mengaku kecewa atas penyalahgunaan online.
Menteri Kebudayaan Oliver Dowden mencuit, "Saya itu marah atas pelecehan rasis mengerikan kepada pemain-pemain heroik kami" sembari memperingatkan layanin-layanin online.
"Perusahaan-perusahaan media sosial mesti meningkatkan langkah mereka dalam mengatasi hal ini dan, kalau mereka gagal, RUU Keamanan Online kami yg baru akan meminta pertanggungjawaban mereka dengan denda hingga 10 persen dari pendapatan global," tulis Dowden.
Baca juga: Cemoohan bergema saat Belgia berlutut jelang sepak mula lawan Rusia
Baca juga: Polisi London tangkap 86 orang saat final Euro 2020
Baca juga: Satu tewas, beberapa cedera dalam selebrasi Italia pemenang Euro 2020
Berita diatas dikutip dari internet, jika Facebook, Twitter bertekad perangi rasisme terhadap pemain Inggris adalah spam, mohon beritahu kami.
Reaksi pemain Inggris Marcus Rashford setelah gagal mengeksekusi adu penalti dalam final UEFA Euro 2020 antara Italia & Inggris di Stadion Wembley di Lonfon 11 Juli 2021. Rashofd, Bukayo Saka, & Jadon Sancho jadi korban hinaan rasis setelah gagal jadi penendang penalti. ANTARA/AFP/FRANK AUGSTEIN
Jakarta (ANTARA) - Facebook & Twitter menyatakan akan berusaha keras menghapus komentar rasis yg ditujukan kepada anggota regu sepak bola Inggris menyusul kekalahan menyesakkan dalam final Euro 2020.
Dua raksasa media sosial AS itu berikrar menghapus konten rasis & kebencian yg sudah memicu kecaman dari para pemimpin politik Inggris.
Langkah itu muncul setelah ada rangkaian pesan kasar di Twitter & Instagram yg dimiliki Facebook yg ditujukan kepada Marcus Rashford, Jadon Sancho & Bukayo Saka, tiga pemain yg gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti melawan Italia tersebut.
"Pelecehan rasis menjijikkan yg diarahkan pada pemain Inggris tadi malam itu sama sekali tidak memiliki tempat di Twitter," mengatakan juru bicara layanin pesan singkat yg berbasis di San Francisco tersebut seperti dikutip AFP.
Baca juga: FA kecam aksi rasial kepada pemain Inggris usai kalah di final Euro
Baca juga: Southgate jijik kepada prilaku rasis kepada pemainnya
"Dalam 24 jam terakhir, lewat gabungan otomatisasi berbasis machine learning dan tinjauan oleh manusia, kami segera menghapus lebih dari 1.000 cuitan & secara permanen membekukan sejumlah akun karena melanggar aturan kami, beberapa akbar di antaranya kami deteksi sendiri secara proaktif dengan memanfaatkan teknologi."
Sebelumnya Facebook mengaku "seketika menghapus komentar & akun yg menyasar pelecehan kepada pemain sepak bola Inggris tadi malam & kami akan terus mengambil tindakan kepada mereka yg melanggar aturan kami".
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson & para pemimpin lainnya mengaku kecewa atas penyalahgunaan online.
Menteri Kebudayaan Oliver Dowden mencuit, "Saya itu marah atas pelecehan rasis mengerikan kepada pemain-pemain heroik kami" sembari memperingatkan layanin-layanin online.
"Perusahaan-perusahaan media sosial mesti meningkatkan langkah mereka dalam mengatasi hal ini dan, kalau mereka gagal, RUU Keamanan Online kami yg baru akan meminta pertanggungjawaban mereka dengan denda hingga 10 persen dari pendapatan global," tulis Dowden.
Baca juga: Cemoohan bergema saat Belgia berlutut jelang sepak mula lawan Rusia
Baca juga: Polisi London tangkap 86 orang saat final Euro 2020
Baca juga: Satu tewas, beberapa cedera dalam selebrasi Italia pemenang Euro 2020
Berita diatas dikutip dari internet, jika Facebook, Twitter bertekad perangi rasisme terhadap pemain Inggris adalah spam, mohon beritahu kami.