Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
How to Get There
Masih tentang wisata di Pulau Samosir nih guys. Beberapa waktu lalu, gue pergi keMuseum Huta Bolon Simanindo, Minggu lalu gue pergi ke Pulau Samosir lagi nih dengan agenda masih mengunjungi tempat bersejarahnya. Ngga ada bosennya sih gue buat explore wisata sejarah yg ada di pulau cantik ini, soalnya keren-keren sih. Nah, salah satunya adalah Desa Ambarita, Huta Raja Siallagan yg gue kunjungi kemaren. Konon, desa ini terkenal karena tradisi kanibalnya. Serem ya?
Menuju ke Desa Amarita, dari pusat kota Medan perjalanan dimulai menuju ke Parapat yg merupakan salah satu pintu gerbang Danau Toba. Sampai disana, perjalanan dilanjutkan dengan kapal boat menuju Desa Ambarita. Desa ini emang ngga seterkenal Desa Tomok yg jadi pusat wisata budaya & belanja di Pulau Samosir. Turun di Desa Tomok, perjalanan dilanjutkan dengan naik motor menuju Ambarita & butuh waktu sekitar 40-50 menit.
What to Do
Akhirnya sampe juga di Desa Ambarita. Perjalanan yg lumayan panjang tetapi cukup terbayarkan setelah sampe disana. Saat melewati gerbang Huta Siallagan, gue langsung disambut dengan pemandangan 8 rumah berjajar rapi, rumah-rumah ini disebut sebagai rumah Bolon. Kebetulan gue datengnya ngikut rombongan, jadinya kami disambut dengan tarian khas Batak, kami juga diajak menari bersama patung menari Si Gale-Gale. Tiga hingga empat tarian dimainkan dengan dipande oleh dua orang guide & satu pemain musik, suara khas gondang batak terdengar oelh seisi kampung Huta Siallagan hingga teriakan Horas tiga kali sebagai penanda berakhirnya tarian.
Selesai penyambutan, gue langsung menuju ke salah satu rumah di Huta Siallagan dimana didepannya terdapat batu berbentuk meja kursi yg disusun melingkar. Meja kursi tersebut adalah Batu Persidangan Huta Siallagan. Dari sini gue diajakin sama guidenya untuk menuju ke tempat duduk panjang yg dikhususkan untuk tamu yg harap tahu lebih banyak soal sejarah kampung ini. Gue langsung excited donk!
Seperti yg udah gue sebutin sebelumnya, Desa Ambarita Huta Siallagan ini terkenal dengan tradisi kanibalnya. Kalian pasti pernah denger soal ini ada salah satu suku batak yg suka memakan daging manusia, gue pun dengernya agak ngeri guys. Nah, sebagai warga batak, baiknya gue tahu bener sejarah tentang ini biar gue ngga dikira suka makan daging manusia juga. Hehehe..
Jadi, dulunya Raja & Masyarakat Huta Siallagan memang diketahui sebagai kanibal namun ngga semabrangan makan manusia kalo lagi lapar. Manusia yg dimakan pasti ada alasannya, yaitu terdapat hukum adat yg jatuh pada seseorang yg mengerjakan tindak kejahatan seperti pemerkosa, pengkhianat juga musuh. Nah, nasib terdakwa tadi akan didiskusikan di batu persidangan yg gue lewatin tadi. Setelah dipastikan bersalah, maka terdakwa akan dikenakan sanksi yg berupa hukum pancung atau hukum pasung.
Proses mengeksekusinya pun harus menunggu hari baik menurut kalender tradisional Batak. Setelah hari baiknya ditentukan, maka terdakwa tadi diharuskan menunggu sambil dipasung disalah satu rumah bolon hingga hari eksekusinya tiba.
Selanjutnya adalah proses eksekusinya. Nah, proses ini nih yg agak serem guys, soalnya terdakwa bakal disiksa terlebih dahulu dengan dipukul kepalanya & disayat kulitnya. Kalo ngga berdarah, maka terdakwa itu tadi punya ilmu. Ilmu ini harus dihilangkan dulu dengan mengpakai perasan jeruk nipis di kulitnya yg diiris tadi. Barulah kepalanya dipenggal. Nah bagian badannya ini nantinya akan dipotong jadi beberapa bagian & dimakan bersama-sama warga. Sementara kepalanya akan digantung didepan desa supaya warga atau musuh merasa takut.
Ngeri banget kan? Apalagi gue yg denger ceritanya langsung & ngerasa kasihan sama nasib terdakwa tadi. Tapi bagaimana pun dia juga bersalah meskipun harus berakhir tragis.
By the way, setelah bercerita tentang sejarah kanibalisme disini, guide tadi langsung mengantar kami menuju pintu keluar, sebelum keluar gue sempetin buat foto-foto lebih banyak lagi di sekitar kampung ini.
Overall, gue suka banget sama perjalanan wisata sejarah kali ini. Gue jadi tau cerita tentang sejarah suku kanibal di Batak ini. Gue saranin juga buat kalian yg suka wisata sejarah, dapat mampir ke Desa Ambarita.
Review ini dibuat oleh luna di gotravelly.com . untuk tips and trick ketempat wisata ini kalian dapat kunjungi link dibawah ini:
https://www.gotravelly.com/review/de..._pulau_samosir
Untuk informasi review tempat wisata & masakan lainnya klik link dibawah
tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSubdHCL/
instagram: https://instagram.com/gotravelly?igs...d=padpjle154n4
website: http://www.gotravelly.com
Hari ini 14:14
Masih tentang wisata di Pulau Samosir nih guys. Beberapa waktu lalu, gue pergi keMuseum Huta Bolon Simanindo, Minggu lalu gue pergi ke Pulau Samosir lagi nih dengan agenda masih mengunjungi tempat bersejarahnya. Ngga ada bosennya sih gue buat explore wisata sejarah yg ada di pulau cantik ini, soalnya keren-keren sih. Nah, salah satunya adalah Desa Ambarita, Huta Raja Siallagan yg gue kunjungi kemaren. Konon, desa ini terkenal karena tradisi kanibalnya. Serem ya?
Menuju ke Desa Amarita, dari pusat kota Medan perjalanan dimulai menuju ke Parapat yg merupakan salah satu pintu gerbang Danau Toba. Sampai disana, perjalanan dilanjutkan dengan kapal boat menuju Desa Ambarita. Desa ini emang ngga seterkenal Desa Tomok yg jadi pusat wisata budaya & belanja di Pulau Samosir. Turun di Desa Tomok, perjalanan dilanjutkan dengan naik motor menuju Ambarita & butuh waktu sekitar 40-50 menit.
What to Do
Akhirnya sampe juga di Desa Ambarita. Perjalanan yg lumayan panjang tetapi cukup terbayarkan setelah sampe disana. Saat melewati gerbang Huta Siallagan, gue langsung disambut dengan pemandangan 8 rumah berjajar rapi, rumah-rumah ini disebut sebagai rumah Bolon. Kebetulan gue datengnya ngikut rombongan, jadinya kami disambut dengan tarian khas Batak, kami juga diajak menari bersama patung menari Si Gale-Gale. Tiga hingga empat tarian dimainkan dengan dipande oleh dua orang guide & satu pemain musik, suara khas gondang batak terdengar oelh seisi kampung Huta Siallagan hingga teriakan Horas tiga kali sebagai penanda berakhirnya tarian.
Selesai penyambutan, gue langsung menuju ke salah satu rumah di Huta Siallagan dimana didepannya terdapat batu berbentuk meja kursi yg disusun melingkar. Meja kursi tersebut adalah Batu Persidangan Huta Siallagan. Dari sini gue diajakin sama guidenya untuk menuju ke tempat duduk panjang yg dikhususkan untuk tamu yg harap tahu lebih banyak soal sejarah kampung ini. Gue langsung excited donk!
Seperti yg udah gue sebutin sebelumnya, Desa Ambarita Huta Siallagan ini terkenal dengan tradisi kanibalnya. Kalian pasti pernah denger soal ini ada salah satu suku batak yg suka memakan daging manusia, gue pun dengernya agak ngeri guys. Nah, sebagai warga batak, baiknya gue tahu bener sejarah tentang ini biar gue ngga dikira suka makan daging manusia juga. Hehehe..
Jadi, dulunya Raja & Masyarakat Huta Siallagan memang diketahui sebagai kanibal namun ngga semabrangan makan manusia kalo lagi lapar. Manusia yg dimakan pasti ada alasannya, yaitu terdapat hukum adat yg jatuh pada seseorang yg mengerjakan tindak kejahatan seperti pemerkosa, pengkhianat juga musuh. Nah, nasib terdakwa tadi akan didiskusikan di batu persidangan yg gue lewatin tadi. Setelah dipastikan bersalah, maka terdakwa akan dikenakan sanksi yg berupa hukum pancung atau hukum pasung.
Proses mengeksekusinya pun harus menunggu hari baik menurut kalender tradisional Batak. Setelah hari baiknya ditentukan, maka terdakwa tadi diharuskan menunggu sambil dipasung disalah satu rumah bolon hingga hari eksekusinya tiba.
Selanjutnya adalah proses eksekusinya. Nah, proses ini nih yg agak serem guys, soalnya terdakwa bakal disiksa terlebih dahulu dengan dipukul kepalanya & disayat kulitnya. Kalo ngga berdarah, maka terdakwa itu tadi punya ilmu. Ilmu ini harus dihilangkan dulu dengan mengpakai perasan jeruk nipis di kulitnya yg diiris tadi. Barulah kepalanya dipenggal. Nah bagian badannya ini nantinya akan dipotong jadi beberapa bagian & dimakan bersama-sama warga. Sementara kepalanya akan digantung didepan desa supaya warga atau musuh merasa takut.
Ngeri banget kan? Apalagi gue yg denger ceritanya langsung & ngerasa kasihan sama nasib terdakwa tadi. Tapi bagaimana pun dia juga bersalah meskipun harus berakhir tragis.
By the way, setelah bercerita tentang sejarah kanibalisme disini, guide tadi langsung mengantar kami menuju pintu keluar, sebelum keluar gue sempetin buat foto-foto lebih banyak lagi di sekitar kampung ini.
Overall, gue suka banget sama perjalanan wisata sejarah kali ini. Gue jadi tau cerita tentang sejarah suku kanibal di Batak ini. Gue saranin juga buat kalian yg suka wisata sejarah, dapat mampir ke Desa Ambarita.
Review ini dibuat oleh luna di gotravelly.com . untuk tips and trick ketempat wisata ini kalian dapat kunjungi link dibawah ini:
https://www.gotravelly.com/review/de..._pulau_samosir
Untuk informasi review tempat wisata & masakan lainnya klik link dibawah
tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSubdHCL/
instagram: https://instagram.com/gotravelly?igs...d=padpjle154n4
website: http://www.gotravelly.com
Hari ini 14:14