Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
EVOLUSI HATI
Tolong jangan berpikir bahwa saya sudah berubah jadi Vicky Prasetyo dengan pasang judul di atas. Mencoba menggabungkan kata-kata yg gak nyambung & gak bermakna. Sejak kapan saya bikin tulisan gak bermakna? Sering lah! Heuheuheu
Okay, let's get serious!
Evolusi adalah perubahan secara perlahan. Kebalikan dari revolusi yg berubah dengan cepat. Evolusi sejalan dengan kehidupan manusia yg butuh pembiasaan diri untuk sebuah perubahan. Butuh adaptasi untuk sesuatu yg baru. Terlalu cepat, terlalu banyak, & masih banyak terlalu yg lain, seringkali rawan penolakan. Hal ini dikarenakan manusia tak sanggup beradaptasi dengan sesuatu yg prosesnya tak sejalan dengan proses hidup manusia yg butuh waktu untuk mencerna beberapa saat sebelum akhirnya terbiasa.
Sekarang soal hati. Hati yg sudah terevolusi adalah hati yg sudah melalui cukup banyak proses & tahapan. Bisa jadi, proses & tahapan tersebut menciptakan hati ini terbanting-banting. Patah beberapa kali. Akan tetapi, hebatnya hati, dia takkan benar-benar hancur. Dia akan semakin tahan banting. Dia akan selektif menyeleksi siapa yg layak menerimanya apa adanya. Gak pakai drama. Gak pakai kekerasan.
Pada dasarnya setiap hantaman sekeras apapun itu tidak akan jadi sebuah masalah yg berarti kalau hati sudah melalui proses evolusi yg panjang. Ujian & cobaan yg luar biasa lewat patah & tumang bertubi-tubi itulah yg senantiasa saban hari memapahnya. Menjadikannya bertumbuh & terus menguat. Tak peduli sesering apapun ujian itu, hati akan sering berdiri kokoh tanpa sedikitpun mengendur daya tahannya.
So, apapun yg terjadi dengan hati kita. Terima saja. Latih dia untuk semakin kuat. Latih dia untuk semakin waspada. Latih dia untuk semakin selektif. Latih dia untuk semakin dapat memilah & memilih setiap orang yg hendak memasukinya, jangan biarkan tamu yg tak pantas lalu mencoba bercokol di dalamnya. Hingga akhirnya, dia dapat nyaman di hati seseorang yg dapat menghargai & mensayanginya.
Hari ini 03:40
Tolong jangan berpikir bahwa saya sudah berubah jadi Vicky Prasetyo dengan pasang judul di atas. Mencoba menggabungkan kata-kata yg gak nyambung & gak bermakna. Sejak kapan saya bikin tulisan gak bermakna? Sering lah! Heuheuheu
Okay, let's get serious!
Evolusi adalah perubahan secara perlahan. Kebalikan dari revolusi yg berubah dengan cepat. Evolusi sejalan dengan kehidupan manusia yg butuh pembiasaan diri untuk sebuah perubahan. Butuh adaptasi untuk sesuatu yg baru. Terlalu cepat, terlalu banyak, & masih banyak terlalu yg lain, seringkali rawan penolakan. Hal ini dikarenakan manusia tak sanggup beradaptasi dengan sesuatu yg prosesnya tak sejalan dengan proses hidup manusia yg butuh waktu untuk mencerna beberapa saat sebelum akhirnya terbiasa.
Sekarang soal hati. Hati yg sudah terevolusi adalah hati yg sudah melalui cukup banyak proses & tahapan. Bisa jadi, proses & tahapan tersebut menciptakan hati ini terbanting-banting. Patah beberapa kali. Akan tetapi, hebatnya hati, dia takkan benar-benar hancur. Dia akan semakin tahan banting. Dia akan selektif menyeleksi siapa yg layak menerimanya apa adanya. Gak pakai drama. Gak pakai kekerasan.
Pada dasarnya setiap hantaman sekeras apapun itu tidak akan jadi sebuah masalah yg berarti kalau hati sudah melalui proses evolusi yg panjang. Ujian & cobaan yg luar biasa lewat patah & tumang bertubi-tubi itulah yg senantiasa saban hari memapahnya. Menjadikannya bertumbuh & terus menguat. Tak peduli sesering apapun ujian itu, hati akan sering berdiri kokoh tanpa sedikitpun mengendur daya tahannya.
So, apapun yg terjadi dengan hati kita. Terima saja. Latih dia untuk semakin kuat. Latih dia untuk semakin waspada. Latih dia untuk semakin selektif. Latih dia untuk semakin dapat memilah & memilih setiap orang yg hendak memasukinya, jangan biarkan tamu yg tak pantas lalu mencoba bercokol di dalamnya. Hingga akhirnya, dia dapat nyaman di hati seseorang yg dapat menghargai & mensayanginya.
Hari ini 03:40