yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
MASIH ingat dengan kuliner masa kecil Anda? Bagi yang rindu menikmatinya, Anda bisa menyambangi perhelatan Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) di LaPiazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Salah satunya adalah es roti bakar.
Ya, camilan satu ini memang mulai jarang dijumpai di Ibu Kota Jakarta. Semakin banyak makanan ringan asal mancanegara yang datang, es roti bakar seperti tersingkirkan.
"Es roti bakar selalu diburu. Saya berjualan di sini dalam sehari bisa menghabiskan 150 pack roti (1 pack berisi 10 roti-red) setiap harinya," kata Salim, penjaja es roti bakar, saat ditemui di LaPiazza, Jakarta, belum lama ini.
Sekilas, sajian es roti bakar terlihat sederhana. Es roti bakar hanya dibuat dari roti bulat dipanggang dengan mentega, kemudian diberi isian es krim.
Ide es roti bakar bermula dari es puter. Sang pemilik, Aning Wijaya Salim, mengaku ingin menyuguhkan sajian es krim dalam bentuk lain. Apalagi, selama ini es krim hanya disajikan di gelas.
Proses pembuatannya tidak lama. Aroma mentega segera tercium ketika bersentuhan dengan panasnya api, bikin tidak sabar ingin mencicipi. Sekira 15 menit menunggu, akhirnya es roti bakar isi durian dipadu stroberi dan cokelat pun selesai dibuat.
Bagian atas es krim diberikan meises warna-warni serta susu kental manis cokelat dan putih. Bentuknya mirip burger lantaran rotinya bulat. "Semua konsumen berhak meminta apa yang mereka inginkan," tutupnya.
Nah, bagi Anda yang masih penasaran dengan rasanya, sambangi stan saja es roti bakar di perhelatan JFFF. Harganya Rp11 ribu per porsi.