• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Eropa Krisis, Produsen CPO Keruk Untung

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
zDiW2.jpg

Krisis ekonomi yang melanda sejumlah negara di Uni Eropa akibat belum selesainya solusi Yunani, tak selamanya membawa kabar tak sedap bagi industri nasional. Para produsen minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) justru tengah berpesta.

"Kalau krisis tidak mungkin akan menyetop pangan, mereka akan switch yang lebih murah," kata Vice President Finance PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, Dicky Bayu Atmadja, ketika ditemui di Hotel Ritz Carlton, Pacific Palace, Kawasan SCBD, Jakarta, Senin 4 Juni 2012.

Menurut Dicky, CPO merupakan minyak nabati yang paling murah, sehingga dapat menjadi pilihan bagi perubahan pola konsumsi masyarakat Eropa. Untuk itu, Dicky optimistis, krisis yang terjadi di Eropa justru bisa menjadi peluang bagi perusahaannya.

"Itu sangat menguntungkan, ada peluang terhadap produk-produk CPO untuk meningkat," ungkapnya.
Saat ini, dengan total produksi CPO perseroan pada 2011 yang mencapai lebih dari 700 ribu ton, sebagian besar diperuntukkan bagi ekspor terutama ke India, China, dan Eropa.

Namun, dia mengakui, penjualan CPO dari perusahaan dilakukan tidak secara langsung ke negara-negara itu, tetapi melalui pialang (trader). Akibatnya, perusahaan tidak mengetahui berapa persentase peningkatan penjualan CPO ke Eropa itu.

"Mudah-mudahan meningkat, karena pola konsumsi masing-masing individu akan berubah, secara logika, ya akan naik," tegasnya.

Tak hanya faktor krisis keuangan Eropa, penjualan CPO dari produsen kelapa sawit Tanah Air juga diuntungkan dengan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Saat ini, sebanyak 83 persen produksi CPO Sinar Mas berorientasi ekspor dengan pembayaran menggunakan dolar AS. Sisanya sebesar 17 persen dialokasikan untuk kebutuhan pasar domestik. Namun, sebagian besar tetap ditransaksikan dalam dolar AS.

"Bagi kami, sebagian besar cost adalah rupiah, jadi perusahaan dalam posisi diuntungkan," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.