yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Rudi Rubiandini menegaskan para ahli energi negara Eropa tidak menyangka jika Indonesia berani memberikan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang Rp 300 triliun. Indonesia dipandang hanya memiliki produksi minyak nasional yang sangat sedikit.
"Para ahli-ahli dan ilmuwan energi di Eropa itu masih geleng-geleng lihat besarnya subsidi energi termasuk BBM. Karena mereka tahu Indonesia minyaknya sedikit, tidak juga negara kaya, tapi beri subsidi minyak besar sekali," kata Rudi di kantornya, Jakarta, Rabu (5/9).
Dia mencontohkan di antara sekian banyak negara Eropa, Norwegia tidak pernah memberikan subsidi BBM kepada masyarakat untuk BBM. Paling tidak, di negara tersebut, harga per liter minyak jika dirupiahkan menjadi Rp 24.000 per liternya. "Sebenarnya harga aslinya Rp 16.000 per liter, tetapi ditambah pajak sebesar Rp 8.000. Jadi tidak ada subsidi sepeser pun dari negara dari tiap liternya," ungkapnya.
Di dalam negeri, saat ini harga keekonomian premium berkisar Rp 9.000-10.000 per liter. Tetapi, pemerintah masih berani menjual BBM sebesar Rp 4.500 sehingga pemerintah memberi subsidi BBM sekitar Rp 4.500 per liter. "danang Rp 300 triliun terlalu besar, mending bangun dan kembangkan energi baru dan terbarukan," katanya.