• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Eropa Dihebohkan "Riset Jagung Transgenik Picu Tumor"

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
PkOHa.jpg
Sebuah makalah riset mengenai jagung rekayasa genetika atau jamak disebut transgenik yang menyebabkan tumor pada tikus akhirnya ditarik dari sebuah jurnal. Penyelidikan selama setahun menemukan riset itu tidak memenuhi standar ilmiah.

Jurnal Reed Elsevier's Food and Chemical Toxicology yang mempublikasi riset peneliti Prancis, Gilles-Eric Seralini, itu pada September 2012 menyatakan penarikan itu karena ukuran sampel yang kecil tidak bisa menghasilkan sebuah kesimpulan yang definitif.

"Penarikan ini datang setelah analisis menyeluruh dan menghabiskan waktu atas artikel yang ditarik, bersamaan dengan penyelidikan atas kajian peer-review di balik artikel itu," pernyataan jurnal tersebut, Kamis 28 November 2013, seperti dilansir Reuters.

Saat riset itu terbit, ratusan ilmuwan dari seluruh dunia mempertanyakannya prosedur penelitian atas tikus-tikus yang diberi makan jagung transgenik produk Monsanto GM yang kemudian menderita tumor dan kegagalan organ. Badan Keamanan Makanan Eropa (EFSA) menyatakan dalam pernyataan November 2012, riset Seralini yang berasal dari Universitas Caen memiliki cacat metodologi dan desain sehingga tidak memenuhi syarat ilmiah.

Seminggu setelah riset itu terbit, lebih dari 700 ilmuwan menandatangani petisi meminta Seralini membuka semua data penelitiannya.

Ilmuwan-ilmuwan lain menyambut baik kebijakan jurnal itu meski menilainya terlambat. "Jenis tikus yang dipakai memang gampang kena tumor setelah 18 bulan dengan atau tanpa transgenik di diet mereka," kata Cathie Martin, seorang profesor di John Innes Centre.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.