• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Erik ten Hag wajib menang di Brentford

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.411
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Erik ten Hag wajib menang di Brentford.

Erik ten Hag wajib menang di Brentford


Manajer Manchester United Erik ten Hag ketika dalam pertandingan persahabatan melawan Atletico Madrid di Stadion Ullevaal, Olso, Norwegia, 30 Juli 2022. (AFP/STIAN LYSBERG SOLUM)

Jakarta (ANTARA) - Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur & Chelsea sudah mengawali musim baru Liga Inggris dengan baik. Demikian pula Liverpool. Sebaliknya Manchester United mengawalinya dengan buruk.

Kalau musim lalu mereka mencukur Leeds United 5-1 di Old Trafford, maka di tempat yg sama pekan lalu malah menyerah 1-2 kepada Brighton.

Ekspektasi yg akbar kepada pelatih Erik ten Hag, apalagi setelah melewati tur pramusim yg menawan yg salah satunya dengan mengalahkan Liverpool 4-0 di Thailand sebulan lalu, menciptakan pendukung Setan Merah mengira Brighton akan bertekuk lutut.

Baca juga: Erik ten Hag akui kecewa telan kekalahan perdana di Liga Inggris

Tak banyak yg menyalahkan pemain & apalagi ten Hag yg dinilai sudah menghadirkan pola bermain yg jelas dalam skuad Setan Merah.

Kritik justru dialamatkan kepada keluarga Glazer yg memiliki klub ini. Keluarga ini kembali jadi target murka pendukung Setan Merah, khususnya akibat gerak lamban manajemen dalam mendukung ten Hag menghadirkan skuad tangguh di Old Trafford.

Keluarga ini dinilai tak serius merombak skuad ketika tim-tim enam akbar Liga Inggris lainnya agresif berbelanja.

Arsenal sudah membeli lima pemain baru, termasuk Gabriel Jesus & Oleksandr Zinchenko dari Manchester City, serta Marquinos dari Sao Paulo.

Chelsea mendatangkan enam muka baru, termasuk Marc Cucurella dari Brighton, Raheem Sterling dari Manchester City, & Kalidou Koulibaly dari Napoli.

Tottenham juga memperkuat diri dengan menghadirkan enam paras baru, termasuk Ivan Perisic dari Inter Milan, Richarlison dari Everton, & Clemenet Lenglet dari Barcelona.

Pun begitu dengan dua penguasa liga musim lalu; Liverpool & Manchester City.

Liverpool mendapatkan Calvin Ramsay dari Aberdeen, Darwin Nunes dari Benfica & Fabio Carvalho dari Fulham, sedangkan City sudah diperkuat Erling Haaland dari Borussia Dortmund, Stefan Ortega dari Arminia Bielefeld, & Kalvin Phillips dari Leeds United.

Manchester United juga sudah mendapatkan tiga pemain; Christian Eriksen, Tyrlell Malacia, & Lisandro Martinez. Tetapi ini tak cukup. Jangan bandingkan dengan Liverpool & City.

Baca juga: Manchester United bersiap untuk temui Adrien Rabiot

Dua klub teratas Liga Inggris itu tak memiliki masalah seberat yg menimpa United. Keduanya memiliki regu yg merata kekuatannya yg dapat saling melapis sehingga regu tetap mengerikan dalam kondisi apa pun.

Liverpool & Manchester City tak memerlukan bedah luar dalam seperti semestinya ditempuh United.

Adalah mantan pelatih Setan Merah, Ralf Rangnick, yg merekomendasikan reformasi mendasar di Old Trafford supaya dapat mengalami lagi masa jaya seperti era Alex Ferguson.

Tapi manajemen United tak terlihat mengerahkan segalanya & menciptakan terobosan dalam upaya mendapatkan target-target utama, khususnya Frenkie de Jong.

Memang dengan cuma memiliki tiket Liga Europa, United tak menarik bagi pemain-pemain bintang seperti de Jong. Cristiano Ronaldo saja harap meninggalkan United karena alasan ini.

Tetapi banyak kalangan menilai gerakan manajemen Setan Merah kalah ambisius dibandingkan Erik ten Hag.

Sehari sebelum bertandang ke kandang Brentford Sabtu malam ini, Ten Hag ditanyai wartawan 'berapa lama mengembalikan kejayaan di Old Trafford?'.

Ten Hag yg mempersembahkan tiga trofi pemenang Liga Belanda kepada Ajax Amsterdam, tak memberikan kerangka waktu, namun secara implisit dia harap secepatnya mengubah United seperti regu yg didambakan suporternya.

Baca juga: Cody Gakpo jadi target buruan terbaru Manchester United


Ingin regu juara

Ten Hag berkata, "saya tak dapat meminta penggemar bersabar karena mereka harap menyaksikan sebuah regu juara. Dan itulah alasannya saya ada di sini, saya harus menciptakan regu juara."

Terlihat sudah, ten Hag memang ambisius, terlihat pula dari cara dia mengubah United belakangan ini jadi regu yg memiliki pakem yg jelas.

Sekalipun kalah dari Atletico Madrid dalam laga persahabatan bulan lalu & dibungkam Brighton pekan lalu, tak dapat dipungkiri Ten Hag sudah mengubah Manchester United jadi regu yg lebih terencana & terstruktur saat memainkan bola & menyerang, bahkan perlahan tengah jadi pola baku & pakem.

Sayangnya United masih terlalu mengandalkan formasi regu yg musim lalu menciptakan mereka finis urutan keenam, termasuk mereka yg mengisi bagian vital dalam sepak bola modern; lapangan tengah.

Sektor inilah yg sering dibedah banyak orang. United dianggap tak memiliki jenderal lapangan tengah. United tak memiliki poros sekaliber Frenkie de Jong yg mati-matian berusaha didatangkan Erik ten Hag dari Barcelona.

Faktor akbar di balik kekalahan United dari Birghton & Atletico pun karena ketiadaan dirigen lapangan tengah ini. Mereka tak mendapatkan fungsi ini dari Scott McTominay & Fred.

Kedua pemain ini sering tampil cemerlang. Tapi mereka juga kadang bermain di bawah standard.

Padahal dalam liga sekompetitif Liga Inggris, pemain yg konsisten bermain cemerlang di lapangan tengah adalah vital bagi tim.

Mantan jenderal lapangan tengah United, Roy Keane, hingga mengatakan sepanjang lapangan tengah diisi McTominay & Freed, United tak akan pernah menjuarai apa-apa.

Brighton mungkin tahu soal ini, termasuk dengan belajar dari bagaimana Atletico mengalahkan United bulan lalu itu.

Baca juga: Manchester United telan kekalahan 1-2 saat jamu Brighton & Hove Albion

Sabtu malam nanti giliran Brentford yg mungkin mempelajari cara Brighton & Altetico mengalahkan Manchester United.

Brentford sendiri sulit ditaklukkan di kandangnya. Musim lalu, mereka menjebol gawang Liverpool tiga kali untuk memaksa seri 3-3. Mereka juga memaksa City & Chelsea menang 1-0 dengan susah payah.

Intinya, Brentford yg sejauh ini sudah membeli delapan pemain baru termasuk Mikkel Damsgaard dari Sampdoria, tak akan lebih mudah dari Brighton.

Meski begitu, opsi Ten Hag di Stadion Gtech Community di Brentford nanti cuma satu, yakni menang.

Menang akan menciptakan tekanan mengendur kepada pemilik, walau tak akan menciptakan Ten Hag puas. Sebaliknya, kalah akan lebih buruk bagi citra keluarga Glazer.

Pendukung garis keras Setan Merah hingga bersumpah akan mengosongkan Old Trafford kala menjamu Liverpool pekan depan kalau performa semakin buruk & kalau gerak di bursa transfer tetap selamban sekarang.

Saat bersamaan, usahawan kaya raya Inggris yg hampir mengakuisisi MU pada 1989, Michael Knighton, menyatakan akan menggandeng sebuah konsorsium untuk mengenyahkan keluarga Glazer dari Old Trafford.

Dinamika-dinamika seperti ini menciptakan pertandingan melawan Brentford menyajikan pertaruhan akbar di dalam & di luar stadion, khususnya bagi pemilik United.

Ini sudah seperti laga final, terlebih bagi keluarga Glazer. Bagi ten Hag sendiri, laga ini dapat jadi pengukuh formulanya.

Dengan atmosfer semenuntut ini, pertandingan Sabtu malam nanti itu akan berlangsung sengit, sejak menit pertama.

Baca juga: Sempat unggul dua gol, Leicester City ditahan imbang Brenford

Berita diatas dikutip dari internet, jika Erik ten Hag wajib menang di Brentford adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.