steven yan
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 208832
- Sejak
- 2 Jan 2013
- Pesan
- 1.870
- Nilai reaksi
- 23
- Poin
- 38
Pekerjaan yang menumpuk di kantor, sering kali menyebabkan stres bagi sebagian orang. Menurut David Posen, penulis buku "Is Work Killing You", ada tiga penyebab stres di tempat kerja. Yakni, volume, kecepatan, dan penyalahgunaan.
Sebagian besar karena rasa tertekan akan volume pekerjaan yang menuntut waktu kerja lebih panjang. Sementara itu, kecepatan kerja didorong oleh teknologi dan permintaan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Penyalahgunaan terkait dengan politik kantor, entah itu pelecehan atau intimidasi.
Tiga hal di atas membuat karyawan merasa tidak nyaman dan malah mengendurkan kinerja. Jika Anda mengalami hal serupa, lakukan cara ini untuk meminimalkan stres akibat pekerjaan.
Seimbangkan kemampuan dan beban kerja
Jika rasa tertekan sudah terlalu jauh, sudah waktunya Anda mengurangi tugas. Ajukan keringanan pada atasan. Atau selesaikan pekerjaan sedikit-demi sedikit berdasarkan prioritas kepentingan.
Jam kerja sesuai kebutuhan
Koordinasikan waktu kerja dengan kebutuhan, sehingga Anda bisa menyesuaikan jam kerja dengan ritme tubuh dan siklus energi masing-masing. Yakinkan atasan bahwa dengan cara ini Anda bisa bekerja jauh lebih produktif.
Jinakkan teknologi
Terlalu sering menggunakan email, SMS, BBM, dan IM membuat banyak orang tenggelam dalam lautan pesan elektronik dan technostress. Dan, kebijakan untuk membatasi jam penggunaan sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan.
Hindari menerima telepon, email, dan SMS hanya dalam beberapa menit dalam waktu yang berdekatan. Selain itu, jangan menggunakan email untuk masalah kompleks atau emosional yang membutuhkan suasana lebih halus dan pembicaraan dari hati ke hati.
Hindari menerima telepon, email, dan SMS hanya dalam beberapa menit dalam waktu yang berdekatan. Selain itu, jangan menggunakan email untuk masalah kompleks atau emosional yang membutuhkan suasana lebih halus dan pembicaraan dari hati ke hati.
Hindari bekerja terlalu lama
Penelitian menunjukkan bahwa produktivitas menurun setelah bekerja sekitar 40 jam dalam seminggu. Orang-orang yang bekerja berjam-jam tidak akan lebih produktif, melainkan mengurangi produktivitas karena jam tidurnya berkurang.
Secara kronis, mereka akan merasa lelah dan kurang efisien. Kondisi yang memaksa mereka bekerja berjam-jam tidak akan menyelesaikan masalah. David menyebutnya dengan "The Inefisiensi Cycle," lingkaran setan kegagalan dan pengabaian diri.
Menurut David, penyebab stres di tempat kerja harus diselesaikan oleh karyawan dan pengusaha. Karena, masalah tersebut memengaruhi perusahaan secara keseluruhan. Bukan hanya masalah individu, tetapi juga kinerja atau produktivitas bagi pengusaha.