• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Emang Masih Zaman Mengerjakan Silent Treatment?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Quote:
Emang Masih Zaman Melakukan Silent Treatment?


Foto oleh Polina Zimmerman


Hai GanSis semua, pernah dengar sama istilah silent treatment? Apakah ini sama dengan Silet Investigasi? Haha bukan ya


Ringkasnya, silent treatment ini tuh tindakan atau aksi diam yg dilakukan oleh seseorang dgn tujuan & penyebab tertentu. Kayak istri/suami yg lagi marahan atau ngambek sama pasangannya. Alih-alih dikomunikasikan bareng, malah milih mendiamkan. Akibatnya suatu masalah yg sebenarnya dapat diselesaikan dengan ngobrol bareng, malah jadi ruwet.


Silent treatment ini dapat disebut juga sebagai sanksi bagi pasangannya. Sungguh menyakitkan memang didiamkan seperti itu, apalagi dari orang terdekat. Bisa disebut juga sebagai kekerasan verbal, meskipun tanpa kata-kata.


Sementara, POV dari orang yg mengerjakan silent treatment itu sendiri, berkeyakinan bahwa aksi diamnya ini merupakan langkah yg tepat. Sebab dengan diamnya, dianggap dapat meredam emosi & menghindari keributan. Pembelaannya begitu.


Tapi apakah silent treatment ini dapat dibenarkan & dinormalisasikan dalam peradaban kita sekarang? Wah wah wah entahlah GanSis. Mungkin benar ada kalanya kita mesti diam dulu supaya meredam emosi. Tapi itu ada rentang waktunya untuk kemudian bicara.


Satu hal yg ada dipikiranku, yakni emang masih jaman silent treatment?



Sebelumnya maaf nih bagi yg merasa tersinggung. Saya paham, ada kasus silent treatment itu karena trauma masa lalu. Akibat ucapannya tidak dianggap penting. Sehingga jadi malas buat bicara, karena merasa ucapannya percuma.


Saya menghargai sebab-sebab dari silent treatment ini. Tapi pernah gak sih kita mikir kenapa ucapan atau pendapat kita gak dianggap oleh orang lain?.


Bisa jadi memang pendapat kita yg salah, gak berbobot, salah cara penyampaiannya, salah tempat, salah waktu & salah-salah lainnya.


Atau pendapat kita nih uda benar, namun kitanya yg kurang power. Tau kan maksudku apa.


Karena sebagus apapun perkataan atau pendapat kita, biasanya akan diremehkan karena latar belakang kita yg bukan siapa-siapa. Mungkin Dimata orang kita tuh cuma dapat ngomong tanpa realisasi. Lantas apakah kita jadi menyalahkan orang lain soal ini?


Gak gais, gak. Jangan buru-buru nyalahkan orang lain. Mungkin memang ada betulnya kalo orang yg gak punya power itu pendapatnya gak akan didengar.


Kesannya ini agak menyebalkan. Dunia memang tidak adil. Nyaris tidak ada ruang buat rasa sakit hati karena perbuatan orang lain. Langkah logisnya yakni kita sendiri yg harus upgrade diri.


Kita perbanyak ilmu, duit, koneksi & pengaruh. Power kita meningkat. Dengan begitu orang-orang bakal dengerin kita.


Tapi kalau memang anda memang maunya silent treatment aja. Maka jangan emosi kalo orang lain gak dapat memahami isi hatimu. Silahkan diam aja terus sampe kiamat.



Ketika kita gak dapat menjelaskan secara gamblang isi hati kita dengan baik. Maka jangan paksa orang lain untuk paham dengan sendirinya. Lantas apa solusinya? kita dapat mulai belajar cara komunikasi yg baik supaya orang lain mengerti apa yg kita maksud. Itu tadi termasuk upgrade diri. Bukan malah menutup diri dengan silent treatment.


Menurut saya silent treatment ini tindakan yg gak dewasa. Mungkin kekanak-kanakan.


Diam itu emas. Tapi gak semua masalah selesai cuma dengan diam. Silent treatment bukan solusi yg bagus.


Tidak semua orang layak dihukum dengan silent treatment.


Jika memang orang tersebut tidak dapat diajak bicara baik-baik. Maka silahkan saja diamkan dia. Bila perlu cut off.


Namun kalau orang tersebut masih dapat diajak bicara. Maka salah langkah bila mendiamkannya.


Analoginya itu seperti 2 sepeda motor, yg satu mogok karena minta ganti busi.


Sementara sepeda motor lainnya tidak dapat jalan karena uda jim, hampir seluruh sparepart rusak parah. Diperbaiki juga seperti beli baru lagi.


Kedua motor tersebut sama mogok, tetapi yg satu masih dapat diperbaiki & satunya tidak tertolong lagi.


Namun anda sebagai pemilik sepeda motor tersebut terbawa emosi karena motormu mogok, memilih membuangnya kedua motormu ke jurang.


Rugi banget kan


Maka itu bagiku silent treatment itu praktek yg sudah kuno. Ditengah tantangan zaman yg semakin sulit sekarang ini. Orang lain juga akan muak menghadapi hal menye-menye yg begitu. Waktu & emosi terbuang percuma. Lama-lama mereka juga akan pergi & gak pedulikanmu lagi.


Udalah kita realistis saja. Gak usah terlalu sensitif. Jagalah hubungan baik dengan sebanyak mungkin orang. Terserah bila orang gak suka denganmu. Yang penting anda sudah baik. Karena kita tidak tahu dari mana saja kebahagiaan & rejeki kita mengalir. Kita manfaatkan saja peluang yg ada.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.