Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Rekaman nggak harus di studio loh. Kamu dapat rekaman di rumah.
Jika anda seorang vokalis, mikrofon adalah alat musikmu. Sama seperti gitaris yg memilih gitarnya, vokalis juga harus dapat milih mikrofon. Beberapa mikrofon akan melayani suara anda lebih dari yg lain. Dan dengan menambahkan efek seperti equalizer, compressor & modulasi, akan semakin menyempurnakan suaramu.
Untungnya, mikrofon sekarang punya kualitas yg sangat baik, jadi anda nggak perlu menghabiskan duit untuk mendapatkan suara yg bagus. Tapi, tetap penting untuk memilih mikrofon yg tepat & mengpakai teknik yg baik untuk mendapatkan hasil maksimal.
Kali ini, TS akan membahas dasar-dasar tipe mikrofon, pola pengambilan suara, & teknik mikrofon sehingga anda dapat memaksimalkan rekaman vokal di rumah kamu.
Tipe Mikrofon
Tiga teknologi mikrofon adalah Condenser, Dynamic, & Ribbon. Kamu nggak perlu tahu cara kerjanya untuk mendapatkan suara yg bagus, tetapi setiap tipe punya disparitas sonik, serta kelebihan & kekurangan.
Quote:
1. Condenser
Untuk merekam vokal di studio, mikrofon kondensor adalah tipe yg paling populer. Mereka unggul dalam menangkap transients (gelombang suara awal suatu suara), & punya tabiat suara yg cerah & terbuka. Mereka punya jangkauan respons frekuensi yg luas & menerjemahkan nuansa vokal dengan baik.
Ukuran diafragma atau elemen yg mendeteksi perubahan tekanan udara menentukan tabiat mikrofon. Kamu dapat menemukan mikrofon diafragma akbar & kecil. Secara umum, mikrofon diafragma akbar lebih sensitif daripada mikrofon diafragma kecil, tetapi karakternya agak kurang cerah. Narator sering kali memilih mikrofon dengan diafragma besar, sementara penyanyi terkadang lebih memilih mikrofon dengan diafragma kecil. Tapi, pada pilihannya tergantung pada suara & genre musiknya. Mikrofon Condeser jarang dipakai dalam eksibisi live karena rentan kepada kerusakan fisik & sensitifitas yg luas.
Quote:
2. Dynamic
Mikrofon Dynamic adalah opsi paling populer untuk aplikasi live. Mereka kasar, cenderung lebih murah, & tidak membutuhkan listrik. Namun, meskipun frekuensi tinggi & respons transien tidak sering setara dengan mikrofon Kondensor, karakteristik ini kurang penting dengan suara daripada beberapa instrumen lainnya. Michael Jackson, Chris Martin, Anthony Kiedis, James Hetfield, & lainnya sudah merekam lagu-lagu hits mengpakai mikrofon Dinamis.
Seperti Condenser, Dynamic juga menawarkan versi diafragma akbar & kecil dengan karakteristik yg sama. Sebagian akbar dirancang untuk digenggam, yg mungkin penting kalau anda lebih suka memegang mikrofon saat merekam suara.
Quote:
3. Ribbon
Mic Ribbon lebih spesifik & mahal, sehingga bukan opsi biasa untuk vokalis rumahan. Tapi, Ribbon memberikan suara yg alami & hangat. Mereka bekerja sangat baik dengan beberapa suara yg cerah & mendesis & sangat direkomendasikan untuk narasi.
Ribbon pernah punya reputasi yg buruk, tetapi mengalami kebangkitan karena teknik produksi yg ditingkatkan sehingga dapat menurunkan harganya.
Tetapi nggak juga harus memilih mic yg mahal. Equalizer & plugin dapat menciptakan tabiat mikrofon terlihat sama.
Ambil contoh, meskipun mikrofon Dynamic tidak secerah mikrofon Condenser, peningkatan frekuensi High dapat menambah artikulasi & presence.
Selalu ingat bahwa performa anda adalah yg paling penting. Karena ada banyak cara untuk memanimpulasi vokal, tetapi nggak ada cara untuk ngerubah suara aslinya.
Preamp & Phantom Power
To be continue...
Kalo banyak yg kepo ane lanjutin gaeess
Sumber
Windows Report
Audio Technica
Hari ini 17:25