yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Mata uang dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama seiring dengan pernyataan bunk Sentral AS bahwa ekonomi AS berekpansi secara perlahan. Hal itu mengikis spekulasi bahwa bunk sentral akan melakukan quantitative easing tahap ketiga.
Dollar AS menguat 0,3 persen menjadi 1,2530 dollar AS per euro pada Rabu (29/8/2012) pukul 5 PM waktu New York. Greenback pun menguat 0,3 persen menjadi 78,71 yen. Sedangkan euro hanya berubah sedikit yakni menjadi 98,62 yen.
Laporan Pemerintah AS menunjukkan, produk domestik bruto tumbuh lebih dari yang diprediksi sebelumnya pada kuartal kedua. Penjualan rumah yang tertunda pada bulan Juli pun melebih perkiraan. Padahal bunk Sentral AS dalan survei bisnis Beige Book-nya mengatakan, peningkatan dalam penjualan rumah dan ritel pada bulan Juli dan awal Agustus akan kian memberatkan kondisi manufaktur yang melemah.
"Ketika ekonomi tidak pulih dalam sebuah kecepatan di mana setiap orang seharusnya puas, ini menunjukkan bahwa mungkin kita belum sampai pada sebuah titik untuk QE3," sebut Omer Esiner, Chief Market Analyst Commonwealth Foreign Exchange Inc., di Washington.
Dollar AS menguat 0,3 persen menjadi 1,2530 dollar AS per euro pada Rabu (29/8/2012) pukul 5 PM waktu New York. Greenback pun menguat 0,3 persen menjadi 78,71 yen. Sedangkan euro hanya berubah sedikit yakni menjadi 98,62 yen.
Laporan Pemerintah AS menunjukkan, produk domestik bruto tumbuh lebih dari yang diprediksi sebelumnya pada kuartal kedua. Penjualan rumah yang tertunda pada bulan Juli pun melebih perkiraan. Padahal bunk Sentral AS dalan survei bisnis Beige Book-nya mengatakan, peningkatan dalam penjualan rumah dan ritel pada bulan Juli dan awal Agustus akan kian memberatkan kondisi manufaktur yang melemah.
"Ketika ekonomi tidak pulih dalam sebuah kecepatan di mana setiap orang seharusnya puas, ini menunjukkan bahwa mungkin kita belum sampai pada sebuah titik untuk QE3," sebut Omer Esiner, Chief Market Analyst Commonwealth Foreign Exchange Inc., di Washington.