zonanetral
IndoForum Newbie F
- No. Urut
- 52833
- Sejak
- 16 Sep 2008
- Pesan
- 28
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 1
“Saya yakin bahwa semua yang terjadi ada alasan dan situasinya, bahkan yang buruk sekalipun, membuat Anda lebih tegar.” — Mya Harrison, penyanyi, usia 18 tahun
EKONOMI Amerika guncang. Kongres Amerika pun menyetujui paket bailout senilai US$700 miliar atau setara Rp 6.300 triliun untuk menyelamatkannya di awal Oktober ini. Walau demikian, pelaku pasar melihat skeptis terhadap keampuhan paket tersebut. Kekhawatiran beberapa pihak terutama investor, muncul berbarengan dengan pengumuman Departemen Tenaga Kerja Amerika, bahwa terjadi 195.000 pemutusan hubungan kerja sepanjang September 2008. Jumlah itu terbanyak dalam lima tahun terakhir, sekaligus menegaskan betapa buruknya perekonomian. Krisis di negeri Paman Sam tersebut akhirnya merembet ke daratan Eropa. Dikabarkan, lebih dari 500 bankir di
Inggris mencari kerja di lembaga-lembaga amal akibat terkena PHK. Itu baru bankir, belum yang lain. bunk terbesar Swiss, yakni UBS, juga mengurangi 2.000 tenaga kerjanya.
Lantas, apa hubungannya dengan Indonesia? Tak dapat dipungkiri, bila ekonomi Amerika batuk saja, seluruh dunia akan terkena flu. Pakar ekonomi bahkan mengatakan, saat ini ekonomi Amerika bukan batuk lagi, tapi disertai meriang dan panas dingin. Dipastikan cepat atau lambat, Indonesia akan terkena imbasnya. Beberapa ekonom masih tetap optimis bahwa krisis ekonomi yang melanda Indonesia nantinya tak separah di tahun 1997 lalu. Walau begitu, tetap saja dua hal yang diperkirakan akan berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia akibat krisis yang dihadapi Amerika. Pertama, terganggunya arus ekspor. Dan kedua, terbatasnya kredit dari luar negeri yang bias didapatkan.
baca lanjutannya di http://paranormal.web.id/umum/ekonomi-amerika-guncang-phk-meningkat-dratis.html
EKONOMI Amerika guncang. Kongres Amerika pun menyetujui paket bailout senilai US$700 miliar atau setara Rp 6.300 triliun untuk menyelamatkannya di awal Oktober ini. Walau demikian, pelaku pasar melihat skeptis terhadap keampuhan paket tersebut. Kekhawatiran beberapa pihak terutama investor, muncul berbarengan dengan pengumuman Departemen Tenaga Kerja Amerika, bahwa terjadi 195.000 pemutusan hubungan kerja sepanjang September 2008. Jumlah itu terbanyak dalam lima tahun terakhir, sekaligus menegaskan betapa buruknya perekonomian. Krisis di negeri Paman Sam tersebut akhirnya merembet ke daratan Eropa. Dikabarkan, lebih dari 500 bankir di
Inggris mencari kerja di lembaga-lembaga amal akibat terkena PHK. Itu baru bankir, belum yang lain. bunk terbesar Swiss, yakni UBS, juga mengurangi 2.000 tenaga kerjanya.
Lantas, apa hubungannya dengan Indonesia? Tak dapat dipungkiri, bila ekonomi Amerika batuk saja, seluruh dunia akan terkena flu. Pakar ekonomi bahkan mengatakan, saat ini ekonomi Amerika bukan batuk lagi, tapi disertai meriang dan panas dingin. Dipastikan cepat atau lambat, Indonesia akan terkena imbasnya. Beberapa ekonom masih tetap optimis bahwa krisis ekonomi yang melanda Indonesia nantinya tak separah di tahun 1997 lalu. Walau begitu, tetap saja dua hal yang diperkirakan akan berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia akibat krisis yang dihadapi Amerika. Pertama, terganggunya arus ekspor. Dan kedua, terbatasnya kredit dari luar negeri yang bias didapatkan.
baca lanjutannya di http://paranormal.web.id/umum/ekonomi-amerika-guncang-phk-meningkat-dratis.html



