Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Siapa sih yg tidak kenal dengan Spider-Man? Gan sist pasti kenal kan... Tokoh komik asal Amerika ini begitu terkenal karena sudah begitu sering diangkat di berbagai media hiburan. Mulai dari komik, kartun, game, hingga film live action. Di komiknya sendiri, Peter Parker selaku bukti diri asli Spider-Man diceritakan berhasil memperoleh kekuatan laba-laba setelah dirinya digigit oleh laba-laba yg mengalami mutasi.
Lain komik, lain pula realitanya gan... Jika seseorang benar-benar tergigit oleh laba-laba di dunia nyata, maka bukannya mendapatkan kekuatan super, orang tersebut justru malah akan mendapatkan aneka efek samping yg tidak diharapkan. Mulai dari yg cuma sebatas bekas luka, hingga yg menimbulkan bahaya amputasi. Berikut ini adalah 6 contoh efek samping aneh yg ditimbulkan oleh gigitan laba-laba:
1. Merangsang Gairah Seksual
Laba-laba pengelana Brazil adalah tipe laba-laba yg dapat menciptakan bulu kuduk anda berdiri. Panjang badannya memang cuma sekitar 5 cm, namun rentang kakinya dapat mencapai 15 cm. Namun bukan cuma gara-gara ukurannya, laba-laba ini lantas begitu ditakuti. Laba-laba ini merupakan salah satu tipe laba-laba yg paling beracun di dunia.
Akibat racunnya itu pula, laba-laba ini dalam klasifikasi ilmiah digolongkan dalam genus Phoneutria. Nama yg dalam bahasa Yunani berarti wanita pembunuh.Kenyataannya, racun laba-laba ini memang dapat menimbulkan akibat fatal bagi manusia. Namun untungnya, penawar racun laba-laba ini sudah ditemukan. Jadi mereka yg tergigit tetap dapat lolos dari maut.
Biarpun mematikan, namun racun laba-laba pengelana Brazil ternyata memiliki khasiat lain. Pada tahun 2007, ilmuwan menemukan kalau salah satu efek samping yg ditimbulkan oleh gigitan laba-laba pengelana Brazil pada pria adalah terus menegangnya alat kemaluan dalam kurun waktu yg lama.
Efek samping itu sendiri terjadi karena racun laba-laba yg bersangkutan meningkatkan kadar oksida nitrit, yg pada gilirannya meningkatkan laju aliran darah. Ilmuwan yg meneliti racun ini lantas menamai senyawanya dengan sebutan PnTx2-6. Gansist.. kalau penelitian ini berjalan sesuai harapan, mereka berharap kalau racun ini dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan orang-orang dengan gangguan seksual.
2. Membusuknya Anggota Badan
Nekrosis adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh seseorang mengalami pembusukan sehingga bagian yg membusuk harus diamputasi. Gigitan laba-laba diketahui dapat menyebabkan nekrosis pada anggota badan yg tergigit. Laba-laba dengan kemampuan menakutkan tersebut adalah laba-laba petapa dari famili Sicariidae.
Spoiler for Gigitan pertapa coklat biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi beberapa mungkin terasa seperti sengatan lebah ringan. Gejala gigitan serangga pertapa coklat termasuk rasa sakit parah di letak gigitan yg berkembang sekitar empat jam setelah gigitan.:
Contoh kasus nekrosis akibat gigitan laba-laba petapa cokelat pernah terjadi pada tahun 2013 di Italia. Saat itu, seorang wanita mendadak merasakan sakit pada telinganya saat ia baru bangun tidur. Dokter yg memeriksanya awalnya mengira kalau wanita tersebut cuma sedang menderita alergi & memberinya antihistamin.
Namun bukannya membaik, kondisi wanita tersebut justru semakin memburuk. Sekarang rasa sakitnya menjalar ke bagian wajah. Daun telinganya juga terlihat berubah warna jadi hitam. Pertanda kalau sel-sel di telinganya mengalami kematian. Barulah diketahui kalau wanita tersebut mengalami kondisi begitu akibat digigit oleh laba-laba pertapa. Supaya kondisinya tidak memburuk, dokter terpaksa mengangkat sel-sel mati di tulang rawan telinganya & menggantinya dengan tulang rawan dari rusuk.
Kendati gigitan laba-laba petapa memang dapat menimbulkan nekrosis, kasus tersebut sebenarnya tergolong amat langka. Menurut Scott Weinstein pakar racun dari rumah sakit di Adelaide, Australia kasus di mana gigitan laba-laba petapa menimbulkan nekrosis pada korbannya adalah 5.000 : 1.
3. Bisul yg Bertambah Banyak
Selain menimbulkan rasa sakit biasa, gigitan laba-laba juga dapat menimbulkan bisul aneh pada kulit korbannya. Di Perancis, seorang pria berusia 66 tahun menunjukkan gejala ruam yg aneh usai digigit oleh laba-laba. Awalnya bisul seukuran kepala paku muncul di lengan atasnya sebelum kemudian menyebar ke bagian lain tubuhnya.
Dokter yg memeriksa pria ini kemudian menyimpulkan kalau pria yg bersangkutan menderita suatu kondisi yg diketahui dengan istilah acute generalized exanthematous pustulosis (AGEP). Normalnya kasus AGEP cuma dijumpai pada orang-orang yg sedang mengkonsumsi antibiotik. Dokter kemudian memberikan obat kortikosteroid pada korban & sesudah lima hari, kondisinya sudah jauh membaik.
4. Gangguan Darah & Ginjal
Masih berkaitan dengan kasus pria yg tadi. Saat darahnya diperiksa, ternyata pria yg bersangkutan memiliki gejala penyakit darah yg bernama periarteritis nodosa (PAN). PAN sendiri adalah suatu gangguan di mana pembuluh arteri kecil mengalami penyumbatan & kemudian rusak.
Dokter memperkirakan kalau kasus PAN yg menimpa pria ini disebabkan oleh gigitan laba-laba petapa cokelat. Saat racunnya masuk ke dalam pembuluh darah, sel-sel darah merah yg terpapar oleh racun kemudian meledak sehingga muatannya tersebar ke dalam cairan plasma darah. Karena sel-sel darah merahnya berkurang, orang yg bersangkutan pun bakal menderita anemia hingga beberapa hari berikutnya.
Hancurnya sel-sel darah merah akibat racun laba-laba lantas menimbulkan efek samping pada organ tubuh yg lain contohnya Ginjal Gansist .. bahwa ginjal adalah organ yg memproses sisa-sisa metabolisme tubuh Karena zat-zat yg awalnya dikandung oleh sel darah merah menyebar dalam aliran darah, zat-zat tersebut akan menumpuk & keluar dari ginjal dalam wujud air seni yg berwarna gelap. Efek samping lain yg dapat timbul dari kasus ini adalah gangguan pada ginjal & berubahnya warna kulit penderita jadi kekuningan.
5. Keringat Berlebihan
Beberapa orang yg jadi korban gigitan laba-laba janda hitam Australia dilaporkan mengucurkan keringat yg begitu banyak, hingga-hingga keringatnya terlihat membentuk genangan air di lantai. Menurut Rick Vetter pakar laba-laba dari California, AS mengeluarkan keringat yg berlebih merupakan pertanda kalau racun laba-laba mempengaruhi kerja syaraf orang yg tergigit.
Saat racun laba-laba masuk ke dalam jaringan syaraf, racunnya menghalangi aliran sinyal menuju otot. Sebagai akibatnya, otot korban terus menerus menegang sehingga korban merasa lebih cepat lelah. Korban gigitan laba-laba janda hitam juga bakal menunjukkan gejala-gejala lain terkait sistem syaraf seperti rasa gelisah yg berlebihan, kejang-kejang pada wajah, & meningkatnya tekanan darah.
6. Tidak Bisa Kencing
Di Kanada, seorang pria berusia 50 tahun tanpa sengaja digigit oleh laba-laba janda hitam. Awalnya ia merasa cuek usai digigit karena ia mengira laba-laba yg menggigitnya hanyalah laba-laba hitam biasa. Normalnya, laba-laba janda hitam memang cuma dapat ditemukan di kawasan beriklim tropis. Namun meningkatnya suhu akibat pemanasan global diduga menciptakan persebaran laba-laba ini kian luas di Benua Amerika.
.
Keesokan paginya, barulah pria tersebut merasakan keanehan pada dirinya. Luka bekas gigitan di kakinya terasa kian sakit & perutnya terasa kram. Keesokan harinya, rasa sakit di perutnya kian menghebat. Ia bahkan tidak dapat lagi buang air kecil kendati kandung kemihnya berada dalam kondisi amat penuh.
Pria itu pun lantas dibawa ke unit gawat darurat. Saat diperiksa, pria tersebut dilaporkan memiliki tekanan darah yg amat tinggi. Kelopak mata & ginjalnya juga terlihat membengkak. Dokter lantas menduga kalau pria ini baru saja digigit oleh laba-laba janda hitam.
Pria tersebut terpaksa menjalani rawat inap selama dua hari. Selama dirawat, dokter mengpakai bantuan kateter supaya air seninya dapat dikeluarkan. Ketika pria tersebut selesai menjalani rawat inap, kondisinya sudah jauh membaik & ia sudah dapat kembali buang air seni secara normal.
Sumber :
Quote:
en.m.wikipedia.org
Hari ini 03:15
Lain komik, lain pula realitanya gan... Jika seseorang benar-benar tergigit oleh laba-laba di dunia nyata, maka bukannya mendapatkan kekuatan super, orang tersebut justru malah akan mendapatkan aneka efek samping yg tidak diharapkan. Mulai dari yg cuma sebatas bekas luka, hingga yg menimbulkan bahaya amputasi. Berikut ini adalah 6 contoh efek samping aneh yg ditimbulkan oleh gigitan laba-laba:
1. Merangsang Gairah Seksual
Laba-laba pengelana Brazil adalah tipe laba-laba yg dapat menciptakan bulu kuduk anda berdiri. Panjang badannya memang cuma sekitar 5 cm, namun rentang kakinya dapat mencapai 15 cm. Namun bukan cuma gara-gara ukurannya, laba-laba ini lantas begitu ditakuti. Laba-laba ini merupakan salah satu tipe laba-laba yg paling beracun di dunia.
Akibat racunnya itu pula, laba-laba ini dalam klasifikasi ilmiah digolongkan dalam genus Phoneutria. Nama yg dalam bahasa Yunani berarti wanita pembunuh.Kenyataannya, racun laba-laba ini memang dapat menimbulkan akibat fatal bagi manusia. Namun untungnya, penawar racun laba-laba ini sudah ditemukan. Jadi mereka yg tergigit tetap dapat lolos dari maut.
Biarpun mematikan, namun racun laba-laba pengelana Brazil ternyata memiliki khasiat lain. Pada tahun 2007, ilmuwan menemukan kalau salah satu efek samping yg ditimbulkan oleh gigitan laba-laba pengelana Brazil pada pria adalah terus menegangnya alat kemaluan dalam kurun waktu yg lama.
Efek samping itu sendiri terjadi karena racun laba-laba yg bersangkutan meningkatkan kadar oksida nitrit, yg pada gilirannya meningkatkan laju aliran darah. Ilmuwan yg meneliti racun ini lantas menamai senyawanya dengan sebutan PnTx2-6. Gansist.. kalau penelitian ini berjalan sesuai harapan, mereka berharap kalau racun ini dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan orang-orang dengan gangguan seksual.
2. Membusuknya Anggota Badan
Nekrosis adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh seseorang mengalami pembusukan sehingga bagian yg membusuk harus diamputasi. Gigitan laba-laba diketahui dapat menyebabkan nekrosis pada anggota badan yg tergigit. Laba-laba dengan kemampuan menakutkan tersebut adalah laba-laba petapa dari famili Sicariidae.
Spoiler for Gigitan pertapa coklat biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi beberapa mungkin terasa seperti sengatan lebah ringan. Gejala gigitan serangga pertapa coklat termasuk rasa sakit parah di letak gigitan yg berkembang sekitar empat jam setelah gigitan.:
Contoh kasus nekrosis akibat gigitan laba-laba petapa cokelat pernah terjadi pada tahun 2013 di Italia. Saat itu, seorang wanita mendadak merasakan sakit pada telinganya saat ia baru bangun tidur. Dokter yg memeriksanya awalnya mengira kalau wanita tersebut cuma sedang menderita alergi & memberinya antihistamin.
Namun bukannya membaik, kondisi wanita tersebut justru semakin memburuk. Sekarang rasa sakitnya menjalar ke bagian wajah. Daun telinganya juga terlihat berubah warna jadi hitam. Pertanda kalau sel-sel di telinganya mengalami kematian. Barulah diketahui kalau wanita tersebut mengalami kondisi begitu akibat digigit oleh laba-laba pertapa. Supaya kondisinya tidak memburuk, dokter terpaksa mengangkat sel-sel mati di tulang rawan telinganya & menggantinya dengan tulang rawan dari rusuk.
Kendati gigitan laba-laba petapa memang dapat menimbulkan nekrosis, kasus tersebut sebenarnya tergolong amat langka. Menurut Scott Weinstein pakar racun dari rumah sakit di Adelaide, Australia kasus di mana gigitan laba-laba petapa menimbulkan nekrosis pada korbannya adalah 5.000 : 1.
3. Bisul yg Bertambah Banyak
Selain menimbulkan rasa sakit biasa, gigitan laba-laba juga dapat menimbulkan bisul aneh pada kulit korbannya. Di Perancis, seorang pria berusia 66 tahun menunjukkan gejala ruam yg aneh usai digigit oleh laba-laba. Awalnya bisul seukuran kepala paku muncul di lengan atasnya sebelum kemudian menyebar ke bagian lain tubuhnya.
Dokter yg memeriksa pria ini kemudian menyimpulkan kalau pria yg bersangkutan menderita suatu kondisi yg diketahui dengan istilah acute generalized exanthematous pustulosis (AGEP). Normalnya kasus AGEP cuma dijumpai pada orang-orang yg sedang mengkonsumsi antibiotik. Dokter kemudian memberikan obat kortikosteroid pada korban & sesudah lima hari, kondisinya sudah jauh membaik.
4. Gangguan Darah & Ginjal
Masih berkaitan dengan kasus pria yg tadi. Saat darahnya diperiksa, ternyata pria yg bersangkutan memiliki gejala penyakit darah yg bernama periarteritis nodosa (PAN). PAN sendiri adalah suatu gangguan di mana pembuluh arteri kecil mengalami penyumbatan & kemudian rusak.
Dokter memperkirakan kalau kasus PAN yg menimpa pria ini disebabkan oleh gigitan laba-laba petapa cokelat. Saat racunnya masuk ke dalam pembuluh darah, sel-sel darah merah yg terpapar oleh racun kemudian meledak sehingga muatannya tersebar ke dalam cairan plasma darah. Karena sel-sel darah merahnya berkurang, orang yg bersangkutan pun bakal menderita anemia hingga beberapa hari berikutnya.
Hancurnya sel-sel darah merah akibat racun laba-laba lantas menimbulkan efek samping pada organ tubuh yg lain contohnya Ginjal Gansist .. bahwa ginjal adalah organ yg memproses sisa-sisa metabolisme tubuh Karena zat-zat yg awalnya dikandung oleh sel darah merah menyebar dalam aliran darah, zat-zat tersebut akan menumpuk & keluar dari ginjal dalam wujud air seni yg berwarna gelap. Efek samping lain yg dapat timbul dari kasus ini adalah gangguan pada ginjal & berubahnya warna kulit penderita jadi kekuningan.
5. Keringat Berlebihan
Beberapa orang yg jadi korban gigitan laba-laba janda hitam Australia dilaporkan mengucurkan keringat yg begitu banyak, hingga-hingga keringatnya terlihat membentuk genangan air di lantai. Menurut Rick Vetter pakar laba-laba dari California, AS mengeluarkan keringat yg berlebih merupakan pertanda kalau racun laba-laba mempengaruhi kerja syaraf orang yg tergigit.
Saat racun laba-laba masuk ke dalam jaringan syaraf, racunnya menghalangi aliran sinyal menuju otot. Sebagai akibatnya, otot korban terus menerus menegang sehingga korban merasa lebih cepat lelah. Korban gigitan laba-laba janda hitam juga bakal menunjukkan gejala-gejala lain terkait sistem syaraf seperti rasa gelisah yg berlebihan, kejang-kejang pada wajah, & meningkatnya tekanan darah.
6. Tidak Bisa Kencing
Di Kanada, seorang pria berusia 50 tahun tanpa sengaja digigit oleh laba-laba janda hitam. Awalnya ia merasa cuek usai digigit karena ia mengira laba-laba yg menggigitnya hanyalah laba-laba hitam biasa. Normalnya, laba-laba janda hitam memang cuma dapat ditemukan di kawasan beriklim tropis. Namun meningkatnya suhu akibat pemanasan global diduga menciptakan persebaran laba-laba ini kian luas di Benua Amerika.
Keesokan paginya, barulah pria tersebut merasakan keanehan pada dirinya. Luka bekas gigitan di kakinya terasa kian sakit & perutnya terasa kram. Keesokan harinya, rasa sakit di perutnya kian menghebat. Ia bahkan tidak dapat lagi buang air kecil kendati kandung kemihnya berada dalam kondisi amat penuh.
Pria itu pun lantas dibawa ke unit gawat darurat. Saat diperiksa, pria tersebut dilaporkan memiliki tekanan darah yg amat tinggi. Kelopak mata & ginjalnya juga terlihat membengkak. Dokter lantas menduga kalau pria ini baru saja digigit oleh laba-laba janda hitam.
Pria tersebut terpaksa menjalani rawat inap selama dua hari. Selama dirawat, dokter mengpakai bantuan kateter supaya air seninya dapat dikeluarkan. Ketika pria tersebut selesai menjalani rawat inap, kondisinya sudah jauh membaik & ia sudah dapat kembali buang air seni secara normal.
Sumber :
Quote:
Phoneutria - Wikipedia
Hari ini 03:15