Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Manusia secara alami diciptakan dengansatu mulutdandua telinga. Ini adalah metafora kuat bahwa kita semestinyamendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.
Ini menekankan keseimbangan. Bukan berarti kita tidak boleh berbicara sama sekali, tetapi bahwa berbicara harus didahului & diimbangi dengan pendengaran yg lebih banyak.
Anda tidak dapat belajar hal baru saat Anda sendiri yg berbicara. Dengan mendengarkan, Anda menyerap informasi, perspektif, & pengetahuan dari orang lain. Seperti pepatah kuno,"Diam adalah emas"karena dalam diamlah kita menemukan hikmah.
Dengan banyak mendengar, kita memahami dunia dengan lebih utuh sebelum mengambil keputusan.
Ketika Anda sungguh-sungguh mendengarkan seseorang, Anda secara tidak langsung mengatakan, "Aku peduli padamu, pendapatmu penting bagiku." Ini membangun rasa percaya & kedekatan emosional.
Konsep dari Stephen Covey ini sangat relevan. Sebelum kita meminta orang lain memahami posisi kita, kewajiban kitalah untuk memahami terlebih dahulu perasaan & kebutuhan mereka. Itu cuma dapat dicapai dengan mendengarkan.
Semakin banyak kita berbicara tanpa pertimbangan, semakin tinggi kemungkinan kita mengatakan sesuatu yg salah, menyakiti perasaan orang lain, atau menciptakan janji yg tidak dapat kita tepati.
Dengan mendengarkan hingga selesai, kita menangkap konteks & maksud sepenuhnya, sehingga tidak mudah tersinggung atau salah menafsirkan.
Pemimpin yg hebat bukanlah yg paling banyak memberikan perintah, tetapi yg paling paham keadaan timnya. Pemahaman itu datang dari mendengarkan.
(yang didapat dari mendengarkan berbagai pihak) akan jauh lebih berkualitas & tepat sasaran.
Bahaya dari "Lebih Banyak Bicara daripada Mendengar"
Dianggap sombong & tahu segalanya.
Hubungan jadi dangkalkarena orang lain merasa tidak dihargai.
Kesempatan belajar tertutupkarena kita sibuk dengan pendapat sendiri.
Sering terlibat dalam konflikyang tidak perlu.
Intinya adalah tentangkerendahan hati & kebijaksanaan. Ini adalah pengakuan bahwa kita bukan pusat alam semesta & bahwa ada begitu banyak hal yg dapat kita pelajari dari orang lain & dunia di sekitar kita kalau kita mau menutup mulut & membuka telinga serta hati.
Kita diberi dua telinga & satu mulut supaya kita dapat mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.
Ini menekankan keseimbangan. Bukan berarti kita tidak boleh berbicara sama sekali, tetapi bahwa berbicara harus didahului & diimbangi dengan pendengaran yg lebih banyak.
Anda tidak dapat belajar hal baru saat Anda sendiri yg berbicara. Dengan mendengarkan, Anda menyerap informasi, perspektif, & pengetahuan dari orang lain. Seperti pepatah kuno,"Diam adalah emas"karena dalam diamlah kita menemukan hikmah.
Dengan banyak mendengar, kita memahami dunia dengan lebih utuh sebelum mengambil keputusan.
Ketika Anda sungguh-sungguh mendengarkan seseorang, Anda secara tidak langsung mengatakan, "Aku peduli padamu, pendapatmu penting bagiku." Ini membangun rasa percaya & kedekatan emosional.
Konsep dari Stephen Covey ini sangat relevan. Sebelum kita meminta orang lain memahami posisi kita, kewajiban kitalah untuk memahami terlebih dahulu perasaan & kebutuhan mereka. Itu cuma dapat dicapai dengan mendengarkan.
Semakin banyak kita berbicara tanpa pertimbangan, semakin tinggi kemungkinan kita mengatakan sesuatu yg salah, menyakiti perasaan orang lain, atau menciptakan janji yg tidak dapat kita tepati.
Dengan mendengarkan hingga selesai, kita menangkap konteks & maksud sepenuhnya, sehingga tidak mudah tersinggung atau salah menafsirkan.
Pemimpin yg hebat bukanlah yg paling banyak memberikan perintah, tetapi yg paling paham keadaan timnya. Pemahaman itu datang dari mendengarkan.
(yang didapat dari mendengarkan berbagai pihak) akan jauh lebih berkualitas & tepat sasaran.
Bahaya dari "Lebih Banyak Bicara daripada Mendengar"
Dianggap sombong & tahu segalanya.
Hubungan jadi dangkalkarena orang lain merasa tidak dihargai.
Kesempatan belajar tertutupkarena kita sibuk dengan pendapat sendiri.
Sering terlibat dalam konflikyang tidak perlu.
Intinya adalah tentangkerendahan hati & kebijaksanaan. Ini adalah pengakuan bahwa kita bukan pusat alam semesta & bahwa ada begitu banyak hal yg dapat kita pelajari dari orang lain & dunia di sekitar kita kalau kita mau menutup mulut & membuka telinga serta hati.
Kita diberi dua telinga & satu mulut supaya kita dapat mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.