• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Dulu, Ruhut Pembela Anas Nomor Satu

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
jUmbA.jpg

Ruhut Sitompul menjadi sosok yang paling ramai dibicarakan dalam media massa selama sepekan lalu. Hal ini menyusul politisi dan juga aktor film itu didepak oleh Partai Demokrat dari kepengurusan DPP.

Dulu, Ruhut menjabat sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat hingga akhirnya diganti oleh Nurul Qomar. Ruhut memang terbilang nyentrik, seorang politisi yang lain daripada yang lain.

Hal ini pula yang disadari oleh sahabat dan rekan Ruhut di Komisi III DPR, Martin Hutabarat dari Fraksi Partai Gerindra. Pencopotan Ruhut pun mengundang simpati dari Martin. Menurut Martin, sosok Ruhut yang ceplas-ceplos sebenarnya tidak terlalu cocok dengan sistem politik yang ada.

"Saya kenal Ruhut hampir 35 tahun, sejak sama-sama aktif di KNPI dulu. Dia orangnya ramah dan mudah bergaul. Dia sebenarnya lebih cocok menjadi publik figur atau tokoh utama dalam film daripada seorang politisi," ujar Martin, Selasa (18/12 /2012), di Jakarta.

Ia memaparkan, menjadi politisi di Indonesia sangat berbeda dengan politisi-politisi di Barat. Di Indonesia, apa yang dikatakan seorang politisi belum tentu itu yang dipikirkannya.

"Kalau Ruhut, apa yang diucapkannya, itulah yang di hatinya. Selalu blak-blakan kalau bicara. Kadang-kadang seperti tidak tahu tempat dan waktu," imbuh Martin.

Ia menceritakan, Ruhut pada awalnya sangat mengidolakan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai pemimpin muda yang cemerlang. Ruhut bahkan kampanye habis-habisan untuk menjadikan Anas sebagai Ketum Partai Demokrat.

"Bahkan terhadap kita pun yang bukan Demokrat, dia ngotot meyakinkan agar tidak mengkritik Anas, jangan menyebut-nyebut kekurangannya, terutama menjelang pemilihan Ketua Demokrat waktu itu," cerita Martin.

Selama ini, lanjut Martin, Ruhut adalah lingkaran satu dari Tim Pemenangan Anas dalam Pemilihan Ketum Partai Demokrat sekitar 2,5 tahun lalu. Martin pun prihatin dengan sahabatnya itu yang dicopot dari DPP Partai Demokrat lantaran berlawanan dengan Anas.

"Sebab, Anas itu adalah orang yang sangat diidolakannya dulu. Ruhut kan kita tahu kalau sudah membela seseorang yang dianggapnya panutan, bukan main beraninya. Presiden SBY juga dalam kasus bunk Century maupun kasus-kasus lainnya dibelanya tanpa kenal malu meskipun membuatnya semakin tidak disukai lawan politik SBY dari partai lain, termasuk lawan politik SBY di Partai Demokrat sendiri," kata Martin.

Ia juga melihat setiap kali SBY berbicara soal Demokrat, Ruhut menjadi orang paling depan yang membela. Meskipun kadang-kadang dianggap orang caranya tidak selalu pas.

"Di Komisi III, Ruhut adalah salah seorang dari sedikit anggota DPR yang membela KPK. Dia selalu berusaha ikut memperjuangkan pemberantasan korupsi di rapat-rapat Komisi III, meskipun harus berbeda dengan teman-temannya," imbuh Martin.

Ia menuturkan, banyak orang mengharapkan SBY akan membela Ruhut melihat bagaimana kegigihan dan kefanatikan Ruhut selama ini dalam membela SBY. Dia pun tidak pernah marah atau ambil pusing kalau dicap orang sebagai "herder"-nya SBY.

"Terlepas dari kasusnya di internal Partai Demokrat, saya berharap Ruhut dapat belajar dari kejadian ini. Ruhut perlu menjadikannya pembelajaran. Ruhut perlu mengevaluasi diri, apakah menjadi politisi itu adalah sesuai dengan bakat dan panggilannya?" kata Martin lagi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.