AD5356QU
IndoForum Beginner C
- No. Urut
- 281096
- Sejak
- 27 Mei 2013
- Pesan
- 794
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
Ketua DPP Partai Hanura, Susaningtyias Kertopati, membantah selentingan bahwa partainya secara mendadak memasangkan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo sebagai calon presiden dan wakil presiden.
Menurut Nuning, deklarasi keduanya dilakukan melalui proses konsolidasi. Hanura sudah memikirkan sisi positif dan negatifnya serta untung-rugi karena memasangkan keduanya.
"Menurut saya duet ini bagus, meski semua tergantung pilihan masyarakat. Tapi bagaimana kemasannya sehingga jadi satu pilihan massif," kata Nuning di Gedung DPR, Rabu 3 Juli 2013.
Karena itu, Nuning menambahkan, deklarasi tidak diputuskan secara mendadak. Saat pembekalan caleg, banyak dorongan dari daerah agar keduanya dicalonkan sebagai pasangan capres-cawapres. Setelah itu diputuskan untuk deklarasi.
"Saya kenal pak Wiranto lebih 15 tahun, bila mengambil keputusan tidak grasak-grusuk. Saat jadi panglima dia dia tidak buru-buru menentukan pangdam," katanya.
Nuning tidak menyangkal, bila deklarasi capres dan cawapres Hanura menyalahi aturan AD/ART partai karena tidak melalui proses Rapimnas. Namun, dalam keadaan yang mendesak, keputusan itu bisa dilakukan.
"Kita melihat situasi dan kondisi sudah saatnya Pak Wiranto dan Hary Tanoe apabila sudah cocok jadi capres kemudian mereka deklarasi. Semoga ini naikkan elektabilitas," katanya.
Kondisi mendesak ini, karena sebentar lagi akan berlangsung pemilihan anggota legislatif dan pilkada. Sehingga, partai perlu ada pegangan. Meskipun, partai lain belum menentukan capres dan cawapresnya.
"Memang kalau kita pikir untuk ke pilpres tidak sebentar, satu tahun itu singkat," ujar dia.