ArRay
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 98490
- Sejak
- 1 Jun 2010
- Pesan
- 5.107
- Nilai reaksi
- 142
- Poin
- 63
Selasa, 17 Agustus 2010 | 22:07 WIB
TUBAN - Polres Tuban mengembangkan dua warga asal Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Tuban yang ditangkap tim Detasemen 88 di Jakarta, kemarin. Polisi tengah mempelajari latar belakang, apakah dua orang itu, Nukul Bin Munasir,20 tahun dan Wasit,21 tahun itu, ikut dalam jaringan teroris.
Kepala Polres Tuban, Ajun Komisaris Besar Polisi I Nyoman Lastika, mengatakan, dua warga KEcamatan Bancar itu memang sudah ditangkap anggota Detaseman Khusus 88 di Jakarta. Anggotanya, kini juga berpartisipasi membantu pengembangkan kasusnya di Tuban. “Masih kita kembangkan,” katanya pada Tempo lewat telepon, Selasa 17 Agustus 2010.
Lastika mengatakan, Nukul dan Wasit, yang merupakan saudara sepupu, sudah bekerja di Jakarta, satu tahun lalu. Kabarnya, dua orang itu kerja di sebuah hotel di Jakarta. Tetapi, justru polisi di Tuban menjadi kaget karena, tiba-tiba datang anggota Detasemen Khusus 88, koordinasi dan memberi tahu ada penangkapan warga Kecamatan Bancar. “Makanya, kita cukup kaget,” imbuhnya.
Dia menyebut, belum mengetahui gambaran terhadap dua orang itu. Apakah, masuk di jaringan Dul Matin atau dari jaringan Abdullah Sunata.
Beberapa jam setelah penangkapan terhadap Nukul dan Wasit, anggota Polisi Resor Tuban dan Tim Detasemen Khusus 88 datang ke rumah keluarganya di Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar. Isinya pemberitahuan, keduanya ditangkap polisi saat di Jakarta. Keluarganya, lanjut Lastika, juga mengaku kebingungan. Karena, dua orang itu, tiba-tiba ditngkap polisi dan dikait-kaitkan dengan jaringan teroris.
TUBAN - Polres Tuban mengembangkan dua warga asal Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Tuban yang ditangkap tim Detasemen 88 di Jakarta, kemarin. Polisi tengah mempelajari latar belakang, apakah dua orang itu, Nukul Bin Munasir,20 tahun dan Wasit,21 tahun itu, ikut dalam jaringan teroris.
Kepala Polres Tuban, Ajun Komisaris Besar Polisi I Nyoman Lastika, mengatakan, dua warga KEcamatan Bancar itu memang sudah ditangkap anggota Detaseman Khusus 88 di Jakarta. Anggotanya, kini juga berpartisipasi membantu pengembangkan kasusnya di Tuban. “Masih kita kembangkan,” katanya pada Tempo lewat telepon, Selasa 17 Agustus 2010.
Lastika mengatakan, Nukul dan Wasit, yang merupakan saudara sepupu, sudah bekerja di Jakarta, satu tahun lalu. Kabarnya, dua orang itu kerja di sebuah hotel di Jakarta. Tetapi, justru polisi di Tuban menjadi kaget karena, tiba-tiba datang anggota Detasemen Khusus 88, koordinasi dan memberi tahu ada penangkapan warga Kecamatan Bancar. “Makanya, kita cukup kaget,” imbuhnya.
Dia menyebut, belum mengetahui gambaran terhadap dua orang itu. Apakah, masuk di jaringan Dul Matin atau dari jaringan Abdullah Sunata.
Beberapa jam setelah penangkapan terhadap Nukul dan Wasit, anggota Polisi Resor Tuban dan Tim Detasemen Khusus 88 datang ke rumah keluarganya di Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar. Isinya pemberitahuan, keduanya ditangkap polisi saat di Jakarta. Keluarganya, lanjut Lastika, juga mengaku kebingungan. Karena, dua orang itu, tiba-tiba ditngkap polisi dan dikait-kaitkan dengan jaringan teroris.