• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Dua Wanita Jahit Mulut Kondisinya Kritis

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1122268p.gif


JAKARTA, KOMPAS.com — Dua wanita pengunjuk rasa pembangunan Apartemen Green Pramuka di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dibawa ke Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (20/2/2011) pukul 12.15, karena kondisi fisiknya kian melemah.

Keduanya adalah Eet (45) dan Lusi (53), eks warga RT 16 RW 09 Kelurahan Rawasari Selatan, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang lahannya digusur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Februari tahun 2008. Keduanya menjahit mulutnya sebagai upaya protes sejak sembilan hari lalu.

"Sesampainya di Ruang UGD (unit gawat darurat), keduanya ditangani dokter dan diberi infus karena selama sembilan hari Eet dan Lusi tidak makan,” kata Seno Budiarto selaku Humas eks warga RT 16 RW 09 Kelurahan Rawasari Selatan, kemarin.

Kejadian itu membuat para pengunjuk rasa lainnya, yang sebagian besar adalah kaum wanita, melampiaskan kemarahannya di depan kantor marketing Apartemen Green Pramuka.

Sebelumnya, Mak Buyung (56) dan Ny Kardinah (54), dua wanita pemrotes hal yang sama juga dilarikan ke RS UKI dengan kondisi kurang lebih sama, Jumat (18/2/2011). Hanya saja, Mak Buyung dan Ny Kardinah tidak menjahit mulutnya dalam unjuk rasa itu, tetapi menutup mulutnya dengan lakban.

Protes itu dilakukan karena mereka tahu adanya rencana pembangunan Apartemen Green Pramuka di lahan yang dulu ditempati mereka di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih. Lahan itu dulunya dikenal sebagai sentra keramik.

Saat digusur tiga tahun lalu, warga hanya tahu Pemprov DKI akan menjadikan lahan itu sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Hal itu lah yang membuat warga eks penghuni lahan itu menggelar unjuk rasa.

Mengadu ke SBY

Meski empat wanita pemrotes itu telah dirawat di RS UKI, aksi unjuk rasa tetap dilakukan. "Kami tetap menggelar aksi unjuk rasa, sampai tuntutan kami memperoleh uang ganti rugi sesuai NJOP (nilai jual obyek pajak) terealisasi. Pasalnya, kami telah mendiami areal ini lebih dari 30 tahun,” ujar Seno.

Warga berencana mengadukan masalah itu ke Sekretaris Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Setiyardi, Selasa (22/2/2011) agar mendapat jalan keluar.

Camat Cempaka Putih, Muhamad Anwar, mengatakan, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan para pengunjuk rasa. "Saya sudah diperintahkan oleh gubernur untuk menangani demo dengan cara persuasif. Kami juga siap membantu para pengunjuk rasa dengan menyediakan ambulans,” ujar Muhamad.

Muhamad mengatakan, pihaknya tidak mungkin mengabulkan permintaan para pengunjuk rasa. Pasalnya, pendirian apartemen itu sudah memiliki izin dalam bentuk Surat Izin Penunjukan dan Penggunaan Tanah (SIPPT) tertanggal 9 Februari 2010.

Lahan yang dipakai apartemen itu seluas 12,5 hektar milik Angkasa Pura I. Saat ini, baru dua tower dengan 100 unit per tower yang sudah dibangun, rencananya akan ada 10 tower di lahan itu.

"Jadi tidak benar jika lahan yang digunakan adalah areal ruang terbuka hijau (RTH),” ujar Muhamad.

Dia mengungkapkan, areal RTH tetap digunakan sebagai taman dan untuk jalan tembus sepanjang 100 meter dari Jalan Ahmad Yani ke Jalan Pramukasari RW 09, Cempaka Putih.

Muhammad menuturkan, unjuk rasa yang dilakukan itu sudah ditunggangi oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bendera. Jadi dia menganggap demo itu sudah tidak murni lagi. Bahkan, lanjutnya, pengunjuk rasa itu tidak diikuti oleh warga eks gusuran.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.