akatsukigold
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 52840
- Sejak
- 16 Sep 2008
- Pesan
- 2.000
- Nilai reaksi
- 47
- Poin
- 48
Dua dari tiga ekor orang utan yang dikarantina di Kantor Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sejak beberapa bulan lalu dilaporkan kini terancam mati.
"Kondisi kesehatan kedua satwa liar dilindungi asal Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tenggara itu cukup memprihatinkan, selain badannya semakin kurus karena malas makan juga salah satu di antaranya luka di punggung," kata beberapa karyawan kantor BKSDA
Kurang terawatnya ketiga ekor orang utan itu disebutkan karena kantor BKSDA NAD kesulitan danang dalam mengurus dan merawat satwa liar dilindungi ini sedangkan keinginan untuk dikirim ke pusat rehabilitasi di luar Aceh tidak disetuji Pemerintah Aceh. "Ketimbang konflik dengan Pemerintah Aceh, biarlah sementara ini kedua kedua ekor orang utan itu tetap berada di sini," kata karyawan BKSDA yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Kepala BKSDA NAD Andi Barul yang dihubungi di kantornya untuk konfirmasi terkait nasib kedua orang utan tersebut diperoleh informasi dari stafnya tidak berada ditempat sementara saluran telepon genggamnya tidak aktif. Informasi lain menyebutkan, Pemerintah Aceh melalui sebuah lembaga penyelamat dan penyayang satwa langka di Banda Aceh telah menyetujui kedua orang utan itu dikirim ke pusat rehabilitasi di luar Aceh namun pihak BKSDA yang kurang merespon.
"Kondisi kesehatan kedua satwa liar dilindungi asal Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Tenggara itu cukup memprihatinkan, selain badannya semakin kurus karena malas makan juga salah satu di antaranya luka di punggung," kata beberapa karyawan kantor BKSDA
Kurang terawatnya ketiga ekor orang utan itu disebutkan karena kantor BKSDA NAD kesulitan danang dalam mengurus dan merawat satwa liar dilindungi ini sedangkan keinginan untuk dikirim ke pusat rehabilitasi di luar Aceh tidak disetuji Pemerintah Aceh. "Ketimbang konflik dengan Pemerintah Aceh, biarlah sementara ini kedua kedua ekor orang utan itu tetap berada di sini," kata karyawan BKSDA yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Kepala BKSDA NAD Andi Barul yang dihubungi di kantornya untuk konfirmasi terkait nasib kedua orang utan tersebut diperoleh informasi dari stafnya tidak berada ditempat sementara saluran telepon genggamnya tidak aktif. Informasi lain menyebutkan, Pemerintah Aceh melalui sebuah lembaga penyelamat dan penyayang satwa langka di Banda Aceh telah menyetujui kedua orang utan itu dikirim ke pusat rehabilitasi di luar Aceh namun pihak BKSDA yang kurang merespon.