Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
wakinglifemovie.net
Bulan Ramadhan sering digambarkan sebagai momen di mana setan dibelenggu. Tentu kita semua paham bahwa kalimat tersebut merupakan kiasan yg perlu dimaknai lebih lanjut.
Saat setan dibelenggu, praktis tidak ada yg dapat menggoda manusia untuk mengerjakan perbuatan tercela. Tapi nyatanya kita masih dapat bebas berbuat dosa.
Ibadah puasa dapat dimaknai sebagai momen untuk membersihkan diri dari sifat-sifat tercela. Caranya, yaitu dengan melawan keharapan buruk yg muncul berdasar keharapan kita sendiri. Dengan mengatakan lain, musuh kita sebenarnya bukan setan, melainkan diri kita sendiri.
* * * * *
Sifat Rakus
twitter.com/JampangSunda
Sadarkah bahwa beberapa dari kita berpuasa bukan untuk menahan nafsu. Melainkan cuma menjadikannya momen untuk menjadwal ulang waktu makan saja.
Saat puasa kita mengerjakan sarapan di waktu dini hari (sahur). Lalu makan siang digabung dengan makan sore selepas waktu maghrib (buka). Kemudian saat malam, sebelum tidur, tidak sedikit dari kita yg masih merasa lapar & memilih untuk makan lagi. Walau sebenarnya kita dapat memilih untuk tidak makan.
Esensi puasa, dari segi kesehatan, adalah untuk mengistirahatkan pencernaan. Jika pola makan kita tidak berubah & cuma menjadwal ulang waktu makan saja, kita tidak akan mendapat manfaat kesehatan dari puasa itu sendiri. Melainkan, justru memaksa organ pencernaan kita bekerja dua kali lebih berat saat hari gelap.
Belum lagi dengan nafsu makan tak terkendali yg sering kita jumpai saat berbuka. Di mana makan tidak ubahnya seperti pelampiasan dendam dari rasa lapar selama seharian. Bukankah sifat rakus & segala sesuatu yg berlebihan itu tidak dianjurkan di semua agama?
* * * * *
Rasa Malas
islami.co
Kala bersantap sahur/buka puasa, tidak jarang beberapa dari kita memilih makan gorengan, makanan manis, atau menu bersantan. Semestinya energi dari makanan-makanan berkalori tinggi tersebut dihabiskan untuk beraktivitas. Sebab kalori yg tidak dikonversi jadi energi, & cuma ditimbun di dalam tubuh, akan berpotensi merusak tubuh itu sendiri.
Namun, pada kenyataannya, sering kita temui orang-orang yg mengpakai puasa sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas normal mereka di siang hari. Padahal kita semua tahu bahwa rebahan & malas bergerak sama sekali bukan pola hidup yg sehat ataupun keren.
Puasa pun tidak semestinya dijadikan pembenaran untuk bermalas-malasan. Bukankah tidak ada satu agama pun di dunia ini yg mengajarkan kita untuk mendahulukan rasa malas?
* * * * *
Percayalah, bahwa dalam ajaran agama manapun, menahan nafsu & bekerja keras akan menciptakan agan lebih baik di mata Tuhan maupun masyarakat.
Puasa selama sebulan penuh bertujuan untuk melatih pengendalian nafsu, serta menghilangkan sifat rakus & rasa malas dalam diri kita sehari-hari, bukan malah sebaliknya.
* * * * *
Sekian dari ane Bre & Sis.
Semoga puasa kita benar-benar bermanfaat
Salam & hingga jumpa di thread Cipt. Papa.T.Bob selanjutnya.
Spoiler for SOP:
Hari ini 01:26