• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dua Buah Kutub

nawainruk

IndoForum Beginner C
No. Urut
13889
Sejak
8 Apr 2007
Pesan
712
Nilai reaksi
34
Poin
28
Saat kembali ke kota kelahiran, saya menyempatkan diri untuk berjumpa
dengan beberapa kawan lama diantaranya adalah dua bersaudara yang salah
satunya berada di panti rehabilitasi narkoba sedangkan saudara lainnya
adalah seorang pengusaha otomotif yang terbilang sukses. Diantara
kawan-kawan seumur, hal ini sering menjadi bahan pergunjingan mengapa dua
bersaudara yang berasal dari orang tua yang sama, dibesarkan dalam
lingkungan yang sama, dapat menjadi sangat berbeda.

Kunjungan saya ke panti rehabilitasi dimana kawan saya itu berada cukup
membuat dia terhibur. Dalam salah satu perbincangan dia menjawab
pertanyaan klise saya "Ya, semua ini gara-gara Ayah saya"


Dengan lirih dia meneruskan ucapannya "Ayah saya seorang pemabuk dan
penjudi, keluarga saya bangkrut dan berantakan, dia hanya memikirkan
dirinya sendiri, sama sekali tak pernah memikirkan saya"


Masih tertunduk lesu dan katanya lagi "Apa yang bisa diharapkan dari saya
hasil dari sebuah keluarga yang berantakan ini?"

Sehari sebelum kembali ke Jakarta, saya masih sempat menemui saudaranya
yang siang itu berada di show-room-nya yang cukup besar dengan aneka mobil
terpajang.

Ditengah kegembiraan karena lama tidak berjumpa, salah satu pembicaraan
kami adalah tentang saudaranya yang ada di panti rehabilitasi narkoba.


Pertanyaan spontan pun mengalir dari bibir saya "Apa yang membuat kamu
berbeda dengan saudaramu dan bisa sukses seperti sekarang ini?"


Nampak dia menghela nafas kemudian dia berkata "Sudah terlalu banyak
penderitaan dalam kehidupan saya dan keluarga kami, saya hanya bertekad
untuk mengakhirinya"


"Saya benar-benar tidak ingin bernasib seperti Ayah saya dan ingin
membahagiakan Ibuku, itulah tekad saya selama ini"

Keduanya mendapatkan kekuatan dan motivasi dari sumber yang sama, bedanya
adalah yang seorang memanfaatkannya secara positif, dan seorang lainnya
menggunakannya secara negatif.

"Mereka yang positif tak peduli segelap apapun keadaannya, kepalanya
selalu tegak serta menengadah melihat semua kemungkinan dan semua itu ada
dihadapannya."
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.