• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Drama Sekolah : Enak Luring atau Daring?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Drama Sekolah : Enak Luring atau Daring?


Sudah lebih dari sebulan pemerintah memutuskan untuk memperbolehkan pembelajaran tatap muka di beberapa daerah.

Hal ini dilakukan sejak menurunnya jumlah kasus positif covid di berbagai daerah & efektifnya pemberlakuan PPKM.

Sebelum adanya kegiatan tatap muka di berbagai daerah, pihak sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh atau via daring. Hal ini sangat dikeluhkan oleh beberapa akbar orang tua.


Drama Sekolah : Enak Luring atau Daring?

sumber foto​


Banyak yg mengeluh, pembelajaran daring sangat tidak efektif karena materi tidak sepenuhnya terhinggakan oleh guru pengampu. Guru lebih banyak memberikan penjelasan yg dikirimkan lewat grup chat dengan penjelasan dari video.

Tapi, tahukah para orang tua. Hal yg sama juga dikeluhkan oleh para guru lho. Mereka pun juga tidak sepenuhnya enjoy dengan kegiatan memberi pelajaran lewat grup chat.

Sensasi berjumpa dengan murid adalah salah satu yg diidamkan oleh para guru. Terlebih ketika awal tahun pelajaran, murid perdana kali masuk. Hal yg harap diketahui oleh para guru adalah bagaimana tingkah laku murid pertamanya, mengenal kepribadiannya, kemudian guru akan sangat tau bagaimana cara menghandle murid baru nya nanti.

Topik ini memang emak angkat dari pengalaman pribadi. Pengalaman pribadi emak sebagai wali murid & juga pengalaman pribadi emak yg pernah jadi pengajar.


Lha kan emak ngajarnya bukan pas jaman corona?​


Iya. Memang. Tapi beberapa dari teman sejawat emak diluar sana juga mengeluhkan hal yg sama kok.


Mereka juga butuh pembelajaran tatap muka (PTM).


Drama Sekolah : Enak Luring atau Daring?

sumber foto​


Disini memang emak sebagai orang tua juga merasakan bagaimana susahnya mengajarkan kepada anak tugas-tugas mereka, sementara materi tidak terjabarkan dengan langsung.

Sungguh sangat menciptakan emak naik darah. Para emak diluar sana juga begitu kah?

Kalau iya, berarti kita senada seirama mak.

Mungkin perdebatan antara orang tua & anak tidak akan terjadi kalau orang tua berinisiatif untuk memberikan les tambahan. Mendatangkan guru privat yg lebih mengerti & yg sesuai dengan jenjang pendidikan si anak.

Tentunya, itu membutuhkan biaya tambahan yg sudah diatur sedemikian rupa sebelumnya.

Lalu, bagaimana dengan orang tua yg belum sanggup memberikan les tambahan?

Solusinya bagaimana dong mak?

Saran emak sih, deketin gurunya. Banyak bertanya tentang perkembangan si anak. Dan jangan malu bertanya mak.

Guru akan menolong orang tua yg anaknya lemah dalam pembelajaran dikala daring. Mereka akan memberikan solusi kalau orang tua mau sharing dengan guru. Bagaimana semestinya yg dilakukan kepada anaknya.

Hal yg begitu itu juga disukai guru lho mak, jangan salah. Guru jadi lebih tau kalau orang tua juga pengen memajukan sang anak bareng-bareng. Dan orang tua juga tidak lagi merasa guru lepas tanggung jawab. Karena keduanya bekerja bersama-sama. Sama-sama harap mencerdaskan generasi bangsa.


Kenapa emak berkata demikian?​


Ya, karena mungkin ada beberapa orang tua diluar sana yg masih berfikiran

"Kan itu udah jadi tanggung jawabnya guru. Guru dibayar ya untuk mendidik"​


Memang betul, tugas guru mendidik. Tapi beban & tanggung jawab mereka sangat berat. Beban untuk mengajarkan materi secara maksimal tidak dapat dilakukan sepenuhnya karena terkendala pandemi. Sementara tanggung jawab mereka juga sama beratnya. Ada laporan-laporan yg harus mereka hinggakan disetiap bulannya kepada kepala sekolah. Perkembangan murid-murid mereka. Belum lagi lampiran berkas-berkas yg harus disetorkan kepada pengawas sebagai persyaratan untuk dapat merasakan tunjangan yg dinanti-nanti ditiap tiga bulan sekali atau bahkan enam bulan sekali.

Menurut emak, tugas guru & orang tua disini sama beratnya.

Daring maupun luring pun sama susahnya.​


Tinggal kita sebagai orang tua harus dapat bijak mengatasi kesulitan pembelajaran putra putri kita dengan cara masing-masing. Sharing dengan wali kelas/guru, mendatangkan guru les privat, atau mengajarkan sendiri dengan ilmu yg pernah kita tempuh semasa sekolah dulu.

Akan sering ada hikmahnya disituasi seperti ini. Kita dapat lebih sering bersama keluarga & tau bagaimana perkembangan pendidikan putra putri kita. Kita lebih menghargai orang lain. Menghargai guru, & bagaimana mereka berusaha keras untuk menjadikan putra putri kita berpendidikan & beragama dengan baik.

Demikian thread yg sedikit curhatan dari emak. Yuk kita lewati ini semua dengan sabar & ikhlas. Semoga pandemi segera berlalu, sehingga kita dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Stay safe and healthy ya buat AganSist sekaskus raya diluar sana.

Jangan lupa klik juga thread yg masih nyambung sama thread emak yg ini

Berbagi Kebaikan Tak Melulu Soal Materi

Selamat Bekerja Pak, Jangan Lupakan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Malang, Awal Oktober 2021

Salam Hangat
Emak Berdaster Hari ini 12:41
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.