adrian_69
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 12544
- Sejak
- 11 Mar 2007
- Pesan
- 510
- Nilai reaksi
- 23
- Poin
- 18
Usman Santosoa adalah supir camat di Payakumbuh
Suatu hari dia minta berhenti bekerja pada Boss-nya yang juga Camat
Payakumbuh. Alasannya, dia akan mencoba mengadu nasib merantau ke Jakarta.
Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian, dia berhasil
memiliki kios kain di dalam pasar dan membangun rumah di Depok, di
lingkungan perumahan dosen.
Di Kompleks tersebut dia cukup terpandang karena rumahnya yang besar serta
banyak orang komplek menaruh perhatian pada dirinya.
Namun ada hal yang membuatnya agak canggung saat tingga di lingkungan
akademisi, macam-macam gelar mulai Drs, SH, Kom, PhD, Prof, dll.
Usman merasa malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti
tetangganya.
Maka dibuatlah papan nama dari perak, dipesan dari Koto Gadang, dengan nama
DR. Usman Santoso, MSc.
Suatu ketika ayahnya datang berkunjung ke rumahnya. Alangkah bangganya
melihat nama anaknya di papan nama depan rumah. Sang Ayah bertanya dengan
nada gembira dan bangga, karena ayahnya merasa hanya
menyekolahkan Usman di SMP dan setelah itu bekerja jadi sopir dan hanya
berdagang.
"Wah...wah.. Abah betul-betul bangga Usman, sampai terkejut dimana anak
ambil kuliah," tanya ayah Usman.
Dengan malu-malu Usman menjelaskan, "Ahh, Aba .....
*DR. Usman Santoso MSc* itu maksudnya... ...
*"Disini Rumahnya Usman Santoso Mantan Supir Camat."*
mudah2an ga repost...
Suatu hari dia minta berhenti bekerja pada Boss-nya yang juga Camat
Payakumbuh. Alasannya, dia akan mencoba mengadu nasib merantau ke Jakarta.
Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian, dia berhasil
memiliki kios kain di dalam pasar dan membangun rumah di Depok, di
lingkungan perumahan dosen.
Di Kompleks tersebut dia cukup terpandang karena rumahnya yang besar serta
banyak orang komplek menaruh perhatian pada dirinya.
Namun ada hal yang membuatnya agak canggung saat tingga di lingkungan
akademisi, macam-macam gelar mulai Drs, SH, Kom, PhD, Prof, dll.
Usman merasa malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti
tetangganya.
Maka dibuatlah papan nama dari perak, dipesan dari Koto Gadang, dengan nama
DR. Usman Santoso, MSc.
Suatu ketika ayahnya datang berkunjung ke rumahnya. Alangkah bangganya
melihat nama anaknya di papan nama depan rumah. Sang Ayah bertanya dengan
nada gembira dan bangga, karena ayahnya merasa hanya
menyekolahkan Usman di SMP dan setelah itu bekerja jadi sopir dan hanya
berdagang.
"Wah...wah.. Abah betul-betul bangga Usman, sampai terkejut dimana anak
ambil kuliah," tanya ayah Usman.
Dengan malu-malu Usman menjelaskan, "Ahh, Aba .....
*DR. Usman Santoso MSc* itu maksudnya... ...
*"Disini Rumahnya Usman Santoso Mantan Supir Camat."*
mudah2an ga repost...


