• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

DPR Setuju Subsidi Listrik 2014 Rp 103,8 Triliun

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati besaran subsidi listrik pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)-Perubahan mencapai Rp 103,8 triliun pada tahun 2014.

Besaran itu lebih rendah dibandingkan usulan pemerintah sebesar Rp 107,14 triliun. Dalam APBN 2014, alokasi anggaran untuk subsidi listrik mencapai Rp 71,4 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan sebelumnya DPR menghendaki subsidi listrik dalam RAPBN-P 2014 hanya Rp 91,7 triliun.

"Awalnya subsidi (listrik) yang diajukan di RAPBN-P 2014 sebesar Rp 107 triliun, agar dihemat Rp 10 triliun menjadi Rp 97 triliun. Tetapi, karena PLN membutuhkan rasio kemampuan membayar utang, akhirnya menjadi Rp 103 triliun," kata Bambang di Gedung DPR, Jumat (13/6/2014).

Bambang menjelaskan, kenaikan anggaran subsidi listrik menjadi Rp 103,8 triliun tersebut telah memperhitungkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah. Dalam APBN 2014 nilai tukar rupiah ditetapkan Rp10.500 per dollar AS, kemudian menjadi Rp 11.600 per dollar AS dalam RAPBN-P 2014.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada RAPBN-P diusulkan Rp11.700 dollar AS kemudian direvisi ke angka yang lebih optimis. "Selain itu, kenaikan juga sudah memperhitungkan penghematan kenaikan tarif tenaga listrik," kata Bambang.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.