byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
Hobby berlomba-lomba plesiran keluar negeri dengan menggunakan uang rakyat juga melanda lembaga ekskutif pemerintah.
Dari hasil penelusuran pada DIPA, APBN 2010 pada 13 Kementerian, lembaga Kepresidenan memiliki Pagu Anggaran Kunjungan Luar Negeri tertinggi senilai Rp179 milyar.
"Mahalnya kunjungan Luar Negeri Presiden, dikarenakan setiap keberangkatan Presiden menggunakana pesawat Charter dan membawa rombongan besar," ujar Sekjen FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Yuna Farhan kepada INILAH.COM, Minggu (19/9).
Seharusnya menurut Yuna, sebagai Kepala Negara, Presiden harus memberikan contoh kepada Kementerian dan lembaga lain dengan berhemat menggunakan pesawat komersil seperti yang dilakukan beberapa Kepala Negara lain.
"Tidak mengherankan, himbauan Presiden untuk berhemat mengurangi biaya perjalanan, tidak akan pernah terwujud mengingat elit-elitnya Presiden dan DPR memiliki hobby plesiran yang sama," ujar Yuna.
Sebelumnya diberitakan, DPR memiliki anggaran studi banding keluar negeri sebesar Rp170 miliar per tahun. Ketertarikan DPR ke Luar Negeri juga menurutnya karena disuguhi uang harian yang sangat menggiurkan antara Rp20-30 Juta per anggota selama 7 hari, tergantung Negara yang dikunjungi
Dari hasil penelusuran pada DIPA, APBN 2010 pada 13 Kementerian, lembaga Kepresidenan memiliki Pagu Anggaran Kunjungan Luar Negeri tertinggi senilai Rp179 milyar.
"Mahalnya kunjungan Luar Negeri Presiden, dikarenakan setiap keberangkatan Presiden menggunakana pesawat Charter dan membawa rombongan besar," ujar Sekjen FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Yuna Farhan kepada INILAH.COM, Minggu (19/9).
Seharusnya menurut Yuna, sebagai Kepala Negara, Presiden harus memberikan contoh kepada Kementerian dan lembaga lain dengan berhemat menggunakan pesawat komersil seperti yang dilakukan beberapa Kepala Negara lain.
"Tidak mengherankan, himbauan Presiden untuk berhemat mengurangi biaya perjalanan, tidak akan pernah terwujud mengingat elit-elitnya Presiden dan DPR memiliki hobby plesiran yang sama," ujar Yuna.
Sebelumnya diberitakan, DPR memiliki anggaran studi banding keluar negeri sebesar Rp170 miliar per tahun. Ketertarikan DPR ke Luar Negeri juga menurutnya karena disuguhi uang harian yang sangat menggiurkan antara Rp20-30 Juta per anggota selama 7 hari, tergantung Negara yang dikunjungi