• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Dow Jones "Dobrak" Wall Street

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Indeks Dow Jones Industrial Average memecahkan pelemahan yang terjadi selama enam hari berturut-turut. Keuntungan kecil ini terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) merilis angka pengangguran yang tercatat lebih baik.

Dilansir dari Associated Press, Jumat (11/5/2012), indeks Dow Jones naik 19,98 poin menjadi 12.855,04, setelah naik hampir 100 poin pada hari sebelumnya. Sementara indeks Standard & Poor 500 naik 3,41 poin menjadi 1.357,99.

Awalnya, investor khawatir pertumbuhan pekerjaan akan memudar. Namun, ternyata didorong oleh laporan dari Departemen Tenaga Kerja bahwa angka pengangguran turun 1.000 menjadi 367 ribu dalam pekan yang berakhir 5 Mei. Para ekonom memantau angka ini mendekati 379 ribu, atau dekat dengan angka terendah yakni 375 ribu yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan cukup kuat untuk mengurangi tingkat pengangguran.

Adapun delapan dari 10 kelompok industri di S & P 500 terpantau naik. Namun saham teknologi menurun. Sektor utilitas menjadi top gainers terbesar, yakni naik 0,9 persen, diikuti oleh perawatan kesehatan dan kebutuhan pokok konsumen.

Kendati demkian, saham teknologi ditutup turun 0,8 persen, dan indeks Nasdaq jatuh tipis 1,07 poin menjadi 2,933.64. Saham jaringan peralatan pembuat Cisco Systems jatuh 10,5 persen setelah diperingatkan bahwa pengeluaran teknologi tampaknya akan melambat dan penghasilannya akan meningkat jauh lebih sedikit dari perkiraan analis kuartal ini.

Di sisi lain, saham-saham juga diuntungkan dari berita Spanyol akan mengambil alih Bankia SA, bunk terbesar keempat di negara itu yang memiliki eksposur tinggi untuk kredit properti yang buruk. Pemerintah pun berharap dapat meyakinkan investor bila Spanyol tidak perlu bailout.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.