jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Bagi ibu menyusui, memiliki fleksibilitas untuk berganti dari memberi ASI secara langsung dan memberi anak susu lewat botol dot bayi baru lahir dapat menjadi suatu hal yang diidam-idamkan. Hal ini dapat membuat banyak aktivitas menjadi lebih mudah untuk dilakukan, seperti bekerja, bepergian ke luar, atau hanya beristirahat dari hingar bingar pekerjaan yang melelahkan. Namun, jika Anda bermimpi untuk memiliki kemampuan tersebut, di saat yang sama Anda mungkin juga akan memiliki kekhawatiran tersendiri.
Bagaimana apabila bayi kesulitan untuk minum dari botol dot bayi baru lahir? Bagaimana apabila bayi tiba-tiba menolak untuk menyusu langsung? Dan bagaimana apabila bayi mengalami nipple confusion atau bingung puting? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menghantui para ibu saat mempertimbangkan pemberian minum lewat botol dot bayi baru lahir. Untungnya, Anda tidak perlu khawatir. Kebanyakan bayi tidak memiliki masalah saat berganti dari menyusu lewat payudara langsung dan ke botol atau sebaliknya. Namun, selalu ingat bahwa menyusui adalah perilaku yang perlu dipelajari. Cobalah untuk menghindari pemberian susu lewat botol dot bayi baru lahir hingga Anda benar-benar telah percaya diri memiliki kemampuan dan ketrampilan menyusui.
Apa itu bingung puting?
Nipple confusion atau bingung puting adalah istilah yang cukup luas. Hal ini dapat mengacu pada bayi yang menolak untuk minum dari botol, atau mencoba untuk minum ASI langsung dari payudara namun dengan cara layaknya ia sedang minum dari botol. Untuk bayi, tindakan menyusu melibatkan gerakan terkoordinasi antara mulut dan rahang. Faktanya, gerakan tersebut merupakan sebuah tindakan menyusu yang unik. Untuk sesuatu yang terlihat mudah dilakukan oleh bayi, ada banyak hal yang terjadi pada saat proses menyusu. Minum dari botol dot bayi baru lahir tidak membutuhkan teknik yang sama layaknya menyusu payudara. Susu akan mengalir tidak peduli apa yang bayi lakukan karena adanya faktor gravitasi yang berperan. Ketika bayi menyusu dari botol, makai a akan:
- Bayi tidak perlu membuka mulut lebar atau menciptakan segel yang ketat menggunakan bibir
- Bayi tidak perlu memasukkan dot bayi baru lahir jauh ke dalam mulut, dan tidak perlu ada gerakan maju mundur lidah
- Bayi dapat mengisap hanya menggunakan bibir atau gusi pada dot bayi baru lahir
- Apabila susu mengalir dengan terlalu cepat, bayi dapat menghentikannya menggunakan lidah
- Mendorong lidah ke atas saat mengisap, yang mana dapat mendorong puting keluar dari mulut bayi
- Gagal membuat mulut dengan lebar pada saat mengaitkan mulut dengan puting (dalam kasus ini, anak tidak mendapatkan ASI dengan cukup, dan puting ibu dapat terasa nyeri)
- Menjadi frustasi dan rewel karena ASI tidak dengan mudah langsung tersedia (membutuhkan satu atau dua menit mengisap untuk menstimulasi refleks bayi