yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Jon Koplo adalah mahasiswa tingkat akhir di universitas kondang di Kota Bengawan. Semua mata kuliah sudah ia tuntaskan, tinggal nggarap skripsi.
Jadi kalau dolan ke kampus Koplo paling hanya mau konsultasi atau sekadar hotspotan gratis, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pukul 09.30 WIB Jon Koplo sudah nongkrong di kampus dengan laptopnya. Sesuai janji lewat SMS, Koplo akan konsultasi dengan sang dosen pembimbing pukul 10.00 WIB. Tetapi karena mungkin dosennya masih ada urusan lain atau bagaimana, hingga pukul 11.00 WIB Pak Dosen belum nongol juga.
Waktu terus berjalan. Ketika jarum jam menunjuk angka 12, kesabaran Koplo mulai habis. Sebenarnya ia ingin kirim SMS ke Pak Dosen, tapi pekewuh, takut mengganggu aktivitas beliau. Untuk melampiaskan kekesalannya, Koplo berniat ngirim SMS ke sahabatnya, Tom Gembus, untuk sekadar curhat.
“Dosenku ki ncen nganyelke tenan-ok! Lha piye ta, janjian jam 10 kok jam 12 durung teka…” bagitulah SMS yang niatnya dikirim ke Tom Gembus.
Tapi beberapa saat kemudian, handphone Koplo bergetar. Dilihatnya ada SMS dari Pak Dosen yang ia tunggu. Jawabnya gini “Sabar ta Mas…”
Mak gragap, Jon Koplo kaget. Dilihatnya pesan terkirim di HP. Lhadalah… Ternyata SMS tadi justru terkirim ke nomor dosennya!
Koplo panik. Mau membalas SMS, bingung mau nulis apa. Mau nelpon apalagi, dia juga bingung mau ngomong apa. Akhirnya dengan perasaan tak karuan Koplo tetap menunggu sang dosen yang akhirnya tidak jadi datang ke kampus.
solopos
Tri Lugianto, Pendidikan Teknik Mesin UNS
Jadi kalau dolan ke kampus Koplo paling hanya mau konsultasi atau sekadar hotspotan gratis, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pukul 09.30 WIB Jon Koplo sudah nongkrong di kampus dengan laptopnya. Sesuai janji lewat SMS, Koplo akan konsultasi dengan sang dosen pembimbing pukul 10.00 WIB. Tetapi karena mungkin dosennya masih ada urusan lain atau bagaimana, hingga pukul 11.00 WIB Pak Dosen belum nongol juga.
Waktu terus berjalan. Ketika jarum jam menunjuk angka 12, kesabaran Koplo mulai habis. Sebenarnya ia ingin kirim SMS ke Pak Dosen, tapi pekewuh, takut mengganggu aktivitas beliau. Untuk melampiaskan kekesalannya, Koplo berniat ngirim SMS ke sahabatnya, Tom Gembus, untuk sekadar curhat.
“Dosenku ki ncen nganyelke tenan-ok! Lha piye ta, janjian jam 10 kok jam 12 durung teka…” bagitulah SMS yang niatnya dikirim ke Tom Gembus.
Tapi beberapa saat kemudian, handphone Koplo bergetar. Dilihatnya ada SMS dari Pak Dosen yang ia tunggu. Jawabnya gini “Sabar ta Mas…”
Mak gragap, Jon Koplo kaget. Dilihatnya pesan terkirim di HP. Lhadalah… Ternyata SMS tadi justru terkirim ke nomor dosennya!
Koplo panik. Mau membalas SMS, bingung mau nulis apa. Mau nelpon apalagi, dia juga bingung mau ngomong apa. Akhirnya dengan perasaan tak karuan Koplo tetap menunggu sang dosen yang akhirnya tidak jadi datang ke kampus.
solopos
Tri Lugianto, Pendidikan Teknik Mesin UNS

