• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

DOOM in Doomscrolling: Kiamat Berpikir?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Konten Sensitif
Buka
DOOM in Doomscrolling: Kiamat Berpikir?



Kita hidup di era yg serba cepat, serba digital. Pengalaman gue anak sekarang dapat duduk 3 jam mantengin TikTok, YouTube, atau reels, atau main FF/ML tetapi disuruh baca buku 10 menit aja udah gelisah, terus ditinggalin. Jujur prihatin gan
emoticon-Frown


Banyak penelitian menyebut ini doomscrolling: kebiasaan membunuh waktu dengan terus menerus menyerap informasi negatif atau tidak produktif di media sosial. Awalnya terlihat seperti hiburan, tetapi lama-lama jadi candu yg nampol otak & emosi.
Kalo dipikir-pikir, doomscrolling bukan sekadar gabungan mengatakan doom (kiamat) & scrolling (menggulir layar), tetapi juga mencerminkan keadaan yg lebih dalam: kiamat berpikir. Ketika kita (dan anak-anak kita) tenggelam dalam arus informasi yg tiada henti, otak jadi terbiasa menerima potongan-potongan kecil yg cepat, tetapi kehilangan kemampuan untuk mencerna, menyusun, & memahami secara mendalam. Dalam jangka panjang, ini bukan cuma soal kecanduan layar, tetapi juga ancaman kepada kemampuan berpikir panjang, tenang, & kritis. Mungkin bukan dunia yg kiamat tetapi cara kita memahami dunia yg mulai runtuh.

Studi oleh Salisbury (2023) menunjukkan bahwa banyak orang (termasuk dewasa) merasa nggak dapat baca, bukan karena nggak sempat, tetapi karena otaknya udah terlatih buat menyerap informasi pendek-pendek & impulsif (ya karena kebiasaan nonton konten digital yg 30 detik itu). Baca buku jadi kayak lari maraton setelah biasa sprint.

Memang sih sekaraang informasi ada dimana-mana, youtube, tiktok, dll. TAPI, MENURUT GW MEMBACA ITU TETAP PENTING. Buku tetap masih jadi sumber ilmu pengetahuan paling mantep.

Anak gw sih gw tarik ya HP nya pada jam-jam tertentu gw paksa kasih buku. Biarlah, meski kepaksa tetep mulai kenal & suka buku.

Tapi jujur gw penasaran sih. Ini cuman anggapan gua aja apa banyak yg mikir sama ya.. Bener ga sih anak jaman sekarang lebih milih doomscrolling ketimbang buku? Penting ga menurut agan2 sekalian untuk jaman sekarang tetap baca buku? Dan adakah yg udah nemuin cara khususnya buat anak2 biar lebih tertarik baca buku?

Ditunggu sharingnya, juragan.. thanks
emoticon-Cendol (S)
emoticon-I Love Indonesia (S)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.