Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pada suatu hari, sekawanan udang sedang berenang di kedalaman laut yg luas. Secara kebetulan mereka mendengar pembicaraan dua ekor ikan tuna yg tidak mengetahui kedatangan mereka.
"Teman, tahukah engkau siapa hewan yg paling pandir di seluruh samudera? Dia adalah udang!"
Demi mendengar perkataan tersebut, udang-udang itu segera mengadu kepada Hiu, sang raja samudera. Laporan itu ditindaklanjuti dengan menggelar sebuah persidangan yg menghadirkan para ikan tuna itu & para udang.
"Sebagai raja samudera, saya putuskan menciptakan tantangan kepada kalian berdua, untuk membuktikan kebenaran ucapan si tuna!" Hiu mulai memberi keputusan.
"Saya tugaskan kepada kalian berdua untuk berburu mencari sebutir mutiara! Siapa yg mendapatkan benda tersebut paling lambat, berarti dia yg paling pandir!"
Begitu titah sang raja keluar, kedua kelompok tersebut segera berenang dengan cepat berburu mutiara. Para tuna mengambil arah barat & mereka dengan sigap mencari-cari di antara terumbu karang.
Adapun para udang mengambil arah timur & mengerjakan hal yg sama pula mencari-cari di antara rumput-rumput laut. Namun baru mencari lima menit, seekor udang memberi saran,
"Teman-teman, supaya kita lebih semangat mencari mutiara, bagaimana kalau kita makan dulu. Kalau badan kita kuat, pasti dapat lebih mudah berenang kesana-kemari!"
"Setuju. Ayo kita makan dulu!"
Mereka pun sepakat dengan alasan tersebut lalu bersama-sama menyiapkan makanan & menyantapnya dengan lahap. Kini mereka sudah bugar & segera melangkah mencari mutiara. Baru saja tiga menit, udang yg lain memberi saran lagi.
"Teman-teman, mencari mutiara itu tidak mudah. Kalau nanti kita menghabiskan waktu hingga malam bagaimana? Sebaiknya sekarang kita mencari dulu makan malam kita, jadi setelah mendapat mutiara dapat langsung makan!"
"Ide yg bagus, ayo kita persiapkan makan malam dulu!"
Lagi-lagi kawanan udang itu berputar balik & sibuk dengan pekerjaan mereka yg tidak ada hubungannya dengan mutiara. Setelah bahan makanan itu dipersiapkan, maka mereka kembali menuju rerumputan laut untuk melanjutkan tugas mereka. Satu menit kemudian udang yg lain lagi menyela.
"Teman-teman, mutiara itu ada berbagai macam ukuran. Ada yg besar, kecil, & sedang. Kita semestinya membawa seluruh peralatan kita, karena kita tidak tahu mutiara seperti apa yg kita temukan nanti."
"Betul sekali. Ayo kita kembali ke rumah lagi untuk mengambil peralatan!"
Tentu saja mereka semua sepakat dengan usul tersebut & bersama-sama meninggalkan tugas mereka yg memang belum sedikitpun dikerjakan. Setelah semua persiapan lengkap & mereka sudah berkumpul kembali, seekor udang kembali mengajukan saran.
"Teman-teman, sebelum mencari mutiara sebaiknya kita musyawarah dulu membentuk panitia. Jadi gerakan kita dapat disesuaikan dengan tugas masing-masing & hasilnya pasti lebih cepat!"
"Tepat sekali! Ayo kita rundingkan untuk membentuk kepanitiaan!"
Demikianlah seterusnya, di sisi lain sang raja samudera sudah jenuh menunggu di ruang persidangan. Apalagi kawanan ikan tuna juga sudah tiba sejak tadi, dengan sebuah mutiara yg mereka temukan.
Sejak saat itu para penghuni lautan mempunyai istilah baru, yaitu "otak udang" yg ditujukan bagi para udang yg cara berpikirnya seperti demikian. Terlalu banyak persiapan hingga menghabiskan waktu & melupakan tugas utama.
Jual Buku Pengembangan Diri
campsite.bio
Bisa Cek-cek dulu, barangkali ada diantara Anda sukai
Hari ini 09:06
"Teman, tahukah engkau siapa hewan yg paling pandir di seluruh samudera? Dia adalah udang!"
Demi mendengar perkataan tersebut, udang-udang itu segera mengadu kepada Hiu, sang raja samudera. Laporan itu ditindaklanjuti dengan menggelar sebuah persidangan yg menghadirkan para ikan tuna itu & para udang.
"Sebagai raja samudera, saya putuskan menciptakan tantangan kepada kalian berdua, untuk membuktikan kebenaran ucapan si tuna!" Hiu mulai memberi keputusan.
"Saya tugaskan kepada kalian berdua untuk berburu mencari sebutir mutiara! Siapa yg mendapatkan benda tersebut paling lambat, berarti dia yg paling pandir!"
Begitu titah sang raja keluar, kedua kelompok tersebut segera berenang dengan cepat berburu mutiara. Para tuna mengambil arah barat & mereka dengan sigap mencari-cari di antara terumbu karang.
Adapun para udang mengambil arah timur & mengerjakan hal yg sama pula mencari-cari di antara rumput-rumput laut. Namun baru mencari lima menit, seekor udang memberi saran,
"Teman-teman, supaya kita lebih semangat mencari mutiara, bagaimana kalau kita makan dulu. Kalau badan kita kuat, pasti dapat lebih mudah berenang kesana-kemari!"
"Setuju. Ayo kita makan dulu!"
Mereka pun sepakat dengan alasan tersebut lalu bersama-sama menyiapkan makanan & menyantapnya dengan lahap. Kini mereka sudah bugar & segera melangkah mencari mutiara. Baru saja tiga menit, udang yg lain memberi saran lagi.
"Teman-teman, mencari mutiara itu tidak mudah. Kalau nanti kita menghabiskan waktu hingga malam bagaimana? Sebaiknya sekarang kita mencari dulu makan malam kita, jadi setelah mendapat mutiara dapat langsung makan!"
"Ide yg bagus, ayo kita persiapkan makan malam dulu!"
Lagi-lagi kawanan udang itu berputar balik & sibuk dengan pekerjaan mereka yg tidak ada hubungannya dengan mutiara. Setelah bahan makanan itu dipersiapkan, maka mereka kembali menuju rerumputan laut untuk melanjutkan tugas mereka. Satu menit kemudian udang yg lain lagi menyela.
"Teman-teman, mutiara itu ada berbagai macam ukuran. Ada yg besar, kecil, & sedang. Kita semestinya membawa seluruh peralatan kita, karena kita tidak tahu mutiara seperti apa yg kita temukan nanti."
"Betul sekali. Ayo kita kembali ke rumah lagi untuk mengambil peralatan!"
Tentu saja mereka semua sepakat dengan usul tersebut & bersama-sama meninggalkan tugas mereka yg memang belum sedikitpun dikerjakan. Setelah semua persiapan lengkap & mereka sudah berkumpul kembali, seekor udang kembali mengajukan saran.
"Teman-teman, sebelum mencari mutiara sebaiknya kita musyawarah dulu membentuk panitia. Jadi gerakan kita dapat disesuaikan dengan tugas masing-masing & hasilnya pasti lebih cepat!"
"Tepat sekali! Ayo kita rundingkan untuk membentuk kepanitiaan!"
Demikianlah seterusnya, di sisi lain sang raja samudera sudah jenuh menunggu di ruang persidangan. Apalagi kawanan ikan tuna juga sudah tiba sejak tadi, dengan sebuah mutiara yg mereka temukan.
Sejak saat itu para penghuni lautan mempunyai istilah baru, yaitu "otak udang" yg ditujukan bagi para udang yg cara berpikirnya seperti demikian. Terlalu banyak persiapan hingga menghabiskan waktu & melupakan tugas utama.
Jual Buku Pengembangan Diri
selfdevelopment's Campsite.bio
selfdevelopment's Campsite.bio profile. Create your own bio link for free today.