• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Dokter Mengiyakan Supiati Terkena Santet

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ZqToC.jpg
BANTUL - Pasien Rumah Sakit Nur Hidayah, Bantul, Yogyakarta, Supiati (25) asal Argomulyo, Oku Timur, Sumatra Selatan masih terbaring lemah. Kuat dugaan perempuan itu terkena santet.

Sebab, kemunculan benda asing seperti jarum dan paku yang ada di tubuhnya itu tidak bisa dipahami dari mana asalnya secara medis.

Tim dokter yang menangani Supiati, dr Sagiran menyampaikan, secara medis dalam ilmu kedokteran tidak mengenal namanya santet. Tetapi, beradaan santet itu nyata dalam kehidupan. Ia mengibaratkan adanya santet itu seperti listrik.
"Ilmu sihir itu ada. Saya sebagai seorang muslim percaya pada gaib. Kalau boleh saya gambarkan gaib itu seperti listrik, walaupun tidak tampak tetapi ada. Kalau dipegang, ya tersengat," jelasnya, Sabtu (29/9/2012).

Secara medis, lanjutnya, benda asing yang masuk ke tubuh tidak berbahaya selama benda tersebut terpasang pada posisi yang benar. Salah satu contohnya pemasangan platina dalam tubuh manusia karena pemasangan itu secara medis memungkinkan.
Tetapi, pada pasien Supiati, benda asing yang berada ditubuhnya tidak diinginkan pasien.

Bahkan, benda asing seperti jarum, paku, dan kawat yang bersarang ditubuh Supiati sangat menganggu kesehatan. Jalan operasi ditempuh agar benda asing yang 'menggangu' hilang dan pasien kembali sehat.

"Secara medis, benda asing yang masuk ke tubuh pasien harus dikeluarkan dengan jalan operasi. Untuk menyembuhkan satu milli sayatan membutuhkan waktu pulih dua minggu," jelasnya.

Lalu, saat dipertegas apakah pasiennya terkena Santet, dr Sagiran beberapa kali menghela nafas sambil tersenyum. "Secara pribadi, kapasitas saya bukan sebagai dokter tapi seorang muslim, saya kira seperti itu (terkena santet)," jelasnya.

Sebagai seorang dokter, dia memiliki kewajiban untuk memberi pertolongan kepada pasiennya. Metode penyebuhan di rumah sakit tempatnya mengabdi adalah melalui medis dan non medis.

"Kebetulan, pasien kita ini terkena penyakit yang penangananya mengunakan metode medis dan non medis. Metode non medis mengacu pada prinsip religius," jelasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.