Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.300
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Dokter Maradona hadapi dakwaan pembunuhan berencana.
Mendiang Diego Maradona saat jadi pelatih Argentina sebelum pertandingan Argentina vs Nigeria di FIFA World Cup, Afrika Selatan pada 12 Juni 2010. (REUTERS)
Setelah begitu banyak ketidakadilan, kasus ini jadi jelasJakarta (ANTARA) - Tujuh orang yg sedang diselidiki atas kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona pada November 2020 menghadapi dakwaan pembunuhan berencana.
Tujuh terdakwa -- termasuk pakar bedah saraf Maradona, Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov & psikolog Carlos Diaz -- menghadapi sanksi delapan hingga 25 tahun penjara kalau terbukti bersalah.
Kantor Kejaksaan Agung San Isidro, yg memimpin penyelidikan, dikutip dari AFP, Kamis, mengatakan dakwaan tersebut didasarkan pada temuan dewan pakar atas kematian Maradona akibat serangan jantung tahun lalu.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa ikon sepak bola itu menerima perawatan medis yg tidak memadai & dibiarkan untuk "periode yg menyakitkan & berkepanjangan" sebelum kematiannya, yg terjadi cuma beberapa pekan setelah menjalani operasi otak pada pembekuan darah.
Baca juga: Ahli mulai perdebatkan penyebab kematian Maradona
"Setelah begitu banyak ketidakadilan, kasus ini jadi jelas," mengatakan sumber tersebut kepada AFP.
Terdakwa dilarang meninggalkan negara itu & harus hadir sebelum penyelidikan antara 31 Mei-14 Juni.
Proses hukum tersebut diawali oleh pengakuan yg diajukan oleh dua dari lima putri Maradona kepada Luque, yg mereka salahkan atas kondisi ayah mereka yg memburuk setelah operasi otak.
Jaksa yakin kematian Maradona bukanlah akibat malpraktek atau kelalaian dokternya, tetapi mereka tahu mantan bintang sepak bola itu akan mati & tidak mengerjakan apa pun untuk mencegahnya.
Baca juga: Warga Argentina akan unjuk rasa tuntut keadilan atas kematian Maradona
Selanjutnya jaksa ...
Berita diatas dikutip dari internet, jika Dokter Maradona hadapi dakwaan pembunuhan berencana adalah spam, mohon beritahu kami.
Mendiang Diego Maradona saat jadi pelatih Argentina sebelum pertandingan Argentina vs Nigeria di FIFA World Cup, Afrika Selatan pada 12 Juni 2010. (REUTERS)
Setelah begitu banyak ketidakadilan, kasus ini jadi jelasJakarta (ANTARA) - Tujuh orang yg sedang diselidiki atas kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona pada November 2020 menghadapi dakwaan pembunuhan berencana.
Tujuh terdakwa -- termasuk pakar bedah saraf Maradona, Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov & psikolog Carlos Diaz -- menghadapi sanksi delapan hingga 25 tahun penjara kalau terbukti bersalah.
Kantor Kejaksaan Agung San Isidro, yg memimpin penyelidikan, dikutip dari AFP, Kamis, mengatakan dakwaan tersebut didasarkan pada temuan dewan pakar atas kematian Maradona akibat serangan jantung tahun lalu.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa ikon sepak bola itu menerima perawatan medis yg tidak memadai & dibiarkan untuk "periode yg menyakitkan & berkepanjangan" sebelum kematiannya, yg terjadi cuma beberapa pekan setelah menjalani operasi otak pada pembekuan darah.
Baca juga: Ahli mulai perdebatkan penyebab kematian Maradona
"Setelah begitu banyak ketidakadilan, kasus ini jadi jelas," mengatakan sumber tersebut kepada AFP.
Terdakwa dilarang meninggalkan negara itu & harus hadir sebelum penyelidikan antara 31 Mei-14 Juni.
Proses hukum tersebut diawali oleh pengakuan yg diajukan oleh dua dari lima putri Maradona kepada Luque, yg mereka salahkan atas kondisi ayah mereka yg memburuk setelah operasi otak.
Jaksa yakin kematian Maradona bukanlah akibat malpraktek atau kelalaian dokternya, tetapi mereka tahu mantan bintang sepak bola itu akan mati & tidak mengerjakan apa pun untuk mencegahnya.
Baca juga: Warga Argentina akan unjuk rasa tuntut keadilan atas kematian Maradona
Selanjutnya jaksa ...
- 1
- 2
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Dokter Maradona hadapi dakwaan pembunuhan berencana adalah spam, mohon beritahu kami.