• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita dokter gadungan di Pamekasan, pasien sarafnya putus

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. kis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

kis

IndoForum Junior E
No. Urut
281032
Sejak
23 Mei 2013
Pesan
1.661
Nilai reaksi
36
Poin
48
3KZ9P.jpg
Petugas kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Madura, mulai mengusut kasus dugaan malapraktik dokter gadungan yang telah menyebabkan seorang warga lumpuh, buta dan tuli.

Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman menjelaskan pengusutan kasus dugaan malapraktik oleh oknum yang mengaku dokter itu, atas laporan yang disampaikan keluarga korban bernama Sudeh (42) warga Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan.

"Oknum yang dilaporkan melakukan malapraktik itu bernama Bustami dan menurut laporan keluarga korban dia ini mengaku sebagai dokter spesialis bedah, sehingga bisa melakukan tindakan medis berupa operasi bedah," kata Nanang Chadarusman dikutip Antara.

Menurut Kapolres, pihaknya telah membentuk tim khusus guna mengusut kasus dugaan malapraktik yang dilakukan Bustami itu, bahkan telah melakukan penggeledahan ke lokasi praktik korban di Desa Pakong, Kecamatan Pakong, beberapa waktu lalu.

Petugas, kata Kapolres, juga telah menyita sejumlah alat bukti yang digunakan dokter gadungan bernama Bustami itu dalam melakukan tindakan medis.

Sejumlah barang bukti yang disita petugas antara lain gunting, obat-obatan, serta sejumlah alat-alat lain yang berkaitan dengan operasi bedah.

"Alat-alat medis itu, sudah ada di Mapolres untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut," kata Nanang Chadarusman menjelaskan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Ismail Bey megakui maraknya kasus dokter gadungan sebagaimana dilakukan oknum perawat bernama Bustami yang diduga melakukan malapraktik.

"Kasus yang dialami Bustami yang mengaku dokter dan membuka klinik ilegal itu bukan yang pertama kali terjadi di Pamekasan ini," kata Ismail Bey kepada Antara, Rabu (11/9).

Kasus dugaan malapraktik itu terungkap setelah keluarga korban melaporkan kasus yang menimpa pasien yang mengaku dokter spesialis bedah itu melapor ke polisi atas kasus yang dideritanya setelah berobat ke klinik milik oknum bernama Bustami itu.

Kasus itu telah terjadi pada 2012. Saat itu korban bernama Sudah (42) datang ke klinik milik Harapan yang menjadi tempat praktik di rumahnya di Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan.

Ketika itu, korban menderita pusing-pusing, dan oleh Bustomi disarankan agar dioperasi bedah, karena di bagian punggung korban ada benjolan yang diduga sebagai penyebab dari penyakit yang dideritanya itu.

"Saat itu kami bilang pada si dokter itu akan rujuk ke rumah sakit di Pamekasan," kata saudara korban, Jumrah.

Akan tetapi, sambung dia, Bustami justru meminta agar tidak dioperasi di rumah sakit, sebab dirinya juga bisa melakukan tindakan medis dan dia sendiri merupakan dokter spesialis bedah.

Atas saran Bustami itu, maka Jumrah kemudian melakukan operasi di klinik milik Bustami itu. Akan tetapi, setelah operasi tidak sembuh, bahkan pandangannya kian buram, pendengarannya terganggu dan orangnya lumpuh.

"Kami lalu memeriksa ke rumah sakit Dr Soetomo di Surabaya, ternyata sarafnya putus akibat operasi yang dilakukan oleh Bustami itu," kata Jumrah.

Bustami sendiri merupakan pegawai di rumah sakit daerah (RSD) Pamekasan sebagai perawat di unit gawat darurat (UGD) itu.

Menurut Direktur RSD Pamekasan dr Iri Agus Subaidi, Bustami memang bukan dokter spesialis, akan tetapi hanya sebagai perawat biasa.

Sementara, sejak dilaporkan melakukan malapraktik Bustami sendiri jarang berada di rumah dan sulit dikonfirmasi. Bahkan saat petugas melakukan penggeledahan di tempat praktiknya, beberapa waktu lalu, Bustami juga tidak ada di rumahnya dengan alasan sedang melakukan tugas dinas di luar kota.
 
wah repot juga tuh, jadi buta, tuli dan lumpuh X_X
udah gitu Bustami nya kabur lagi [-(
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.