• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Dokter Aborsi di Cilacap Gugurkan 2.927 Janin

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
3p2LN.jpg
Kepolisian Resor Cilacap, Jawa Tengah, kembali melakukan penggeledahan di rumah yang dijadikan tempat praktik aborsi milik dr RD, di Jalan Gatot Subroto No.12a, Cilacap, Kamis 22 Maret 2012.

Dari hasil pengeledahan, polisi menemukan buku daftar pasien dokter RD, mulai Januari 2011 hingga Maret 2012. Ditemukan juga sejumlah kartu kontrol pasien, diantaranya milik tersangka DH, pasien terakhir dokter RD yang menjalani aborsi.

Dari hasil temuan tersebut, polisi kemudian memeriksa tersangka N dan tersangka D, asisten dokter RD. Keduanya diminta menjelaskan temuan polisi mengenai buku daftar pasien dan kartu kontrol pasien.

"Pasien yang sudah diaborsi diberi tanda bintang merah di buku daftar pasien. Setelah dihitung, dokter RD ternyata telah melakukan aborsi sebanyak 2.927 kali sejak Januari hingga Maret," kata Kasat Reskrim Polres cilacap, Ajun Komisaris Guntur Saputro.

Sementara dari kartu kontrol, diketahui pasien paling akhir yang bernisial DH, diaborsi setelah umur kehamilannya sudah tujuh bulan, dengan dengan biaya Rp2.750.000. Dalam kartu kontrol juga dijelaskan tanggal kontrol akhir dan kekurangan biaya yang harus dilunasi.

Dari temuan buku daftar pasien dan kartu kontrol, polisi kemudian melakukan mengembangkan. Diketahui bahwa dokter RD mulai membuka praktik aborsi sejak 1991. Hingga Maret 2012, jumlah pasien yang datang tercatat telah mencapai 24 ribu lebih.

Hingga kini, polisi telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini. dr RD, dua asistennya, N dan D, gadis yang menjalani aborsi yang berinisial DH, tiga pengantar, dan satu tersangka yang membayar proses aborsi.

Polisi belum menahan dr RD karena masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina karena menderita sakit jantung dan lambung. Sedangkan DH juga masih dirawat di RSUD Cilacap, karena harus menjalani pembersihan rahim karena masih terdapat sisa aborsi yang belum bersih.

"Tujuh tersangka ditahan di Mapolres Cilacap," kata Guntur Saputro.

Polisi menemukan 15 potongan tulang bayi yang diduga kuat merupakan korban aborsi dokter berinisial RD di kota Cilacap, Jawa Tengah. Dari buku tamu, polisi menemukan total pasien aborsi mencapai 500 orang.

"Nama pasien di buku tamu yang ditandai merah itu adalah pasien aborsi. Dari Januari sampai bulan ini total ada 500 pasien aborsi yang datang," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cilacap, Ajun Komisaris Polisi Guntur Saputro di lokasi kejadian, Kamis 16 Maret 2012.

Dokter RD melakukan praktek aborsi di kediamannya yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kota Cilacap. Dari buku tamu, untuk bulan Januari 2012 saja polisi menemukan ada 190 pasien yang melakukan aborsi.
vivanews
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.